
hari ujian semester tiba, naira begitu tampak terlihat kurang Semangat, perpisahan dengan sahabatnya akan segera tiba. kini naira bergelut senjata pamungkasnya untuk bekal perangnya esok hari agar nilai ujian maksimal dan bisa naik kelas.
hembusan napas terdengar begitu berat, sesekali menggaruk kepala tidak gatal, bagiamana tidak konsentrasi belajar sedikit terganggu dengan memikirkan kepindahannya.
hafidz yang baru tiba sore menjelang malam dari kantor tampak terasa sunyi, hanya suara piring bibi ina dari dapur terdengar. setelah shalat hafidz turun kelantai bawah untuk mengisi perut kosongnya Dan melihat sekeliling sunyi senyap.
malam itu rumah Tampak sunyi karena biasanya jam seperti itu naira Sudah didepan TV dengan Snack memenuhi meja sambil menonton drama kesukaannya.
bibi ina yang baru Keluar dari kamar melihat hafidz terduduk di depan TV, bibi ina heran melihat hafidz terdiam.
"Nonton tapi, TV tidak dinyalakan Dan matanya menatap di TV, ada apa dengannya? pikir bibi ina melihat hafidz di depan TV.
bibi ina hendak melangkah menuju dapur namun, suara hafidz menahannya Dan menanyakan naira Dan bibi ina menjawab jika naira di kamar sedang belajar Dan hafidz hanya ber O ria.
paginya naira Keluar dari kamar dengan seragamnya siap untuk pergi bertempur, Dan begitu juga dengan hafidz Sudah siap menuju kantornya, karena Ada urusan penting yang harus diselesaikannya.
__ADS_1
naira berjalan menuju arah hafidz Dan entah mengapa naira tampak terlihat cantik. menurut hafidz ".padahal naira hanya berpakaian sama seperti biasanya.
dag....
dig....
dug....
"kenapa jantungku semakin bergetar pikir hafidz. apa aku sakit jantung? " tapi mana mungkin. "
"baiklah, tidak jadi masalah. nanti bibi ina Akan menggantikan pekerjaanmu sementara.hafidz melirik naira sambil memasang sepatunya.
" terimakasih kak, aku Akan selalu mengingat segala kebaikanmu. "Dan naira pamit sambil mengucap salam.
"naira tunggu, aku Akan mengantarmu! "
__ADS_1
"tidak kak, terimakasih.. aku naik ojek saja." naira menghindari hafidz naira takut akan baper jika hafidz terlalu baik padanya, naira juga takut teman-teman sekolahnya akan salah faham. naira sadar siapa dirinya, Dan bagaimana dirinya.
setelah naira pergi hafidz sedikit kecewa. dia merasa jika naira menghindari nya, hal itulah yang membuat hafidz sedikit ragu untuk jujur dengan perasaannya, "mungkin aku bukan laki-laki yang tepat untuknya. hafidz masuk dalam mobilnya Dan bibi ina datang tergesa-gesa.
"tuan muda,maaf.bisakah tuan muda mengantarkan ponsel nona naira yang ketinggalan? "dari tadi ponsel nona naira bergetar seperti nya penting. jelas bibi ina Dan hafidz mengambil ponsel itu Dan membawanya pergi.
ditengah perjalananan ponsel naira kembali bergetar Dan terlihat dilayar panggilan dari "ayahku", hafidz sedikit ragu untuk mengangkatnya.
"halo assalamualaikum naira, ini ayah. apa kamu Sudah memikirkan nya nak? hafidz mendengar kalimat itu hafidz penasaran dengan kata "memikirkannya" apa yang harus dipikirkan naira apa maksudnya?
"naira kenapa kau tidak menjawab ayah nak. baiklah ayah Akan memberimu kesempatan.
saat hafidz hendak menjawab, jika dia bukan naira, sambungan telpon itu juga Sudah terputus. hafidz hanya menatap ponsel itu Dan karena tidak fokus hafidz sedikit menabrak mobil yang tiba-tiba berhenti di depan nya karena lampu merah. "Astagfirullah. apa yang aku pikir kan.
saat itu hafidz tidak langsung ke sekolah naira, karena mendadak hafidz menerima telepon dari sekretarisnya jika,klien yang ingin di temui nya Sudah ditempat.
__ADS_1