
Sebulan setelah malam panas itu, tiap pagi mas Fandi muntah dan semakin manja. Ke kantor juga hanya sampai jam makan siang setelah itu langsung pulang. Semua pekerjaannya dihandle Leo asistennya. Pengennya nempel terus udah kayak perangko. Alva dan Vira sampai protes dengan sikap manja papanya.
" Ma, kenapa papa nempel mama terus. Mama jadi ga bisa jemput Alva dan Vira kalau pulang sekolah. Abang dan kakak juga harus dijemput Oma." gerutu Alva.
" Papa lagi ga enak badan, makanya manja banget. Lain kali mama jemput kalian ya. Sekarang kalian ganti baju terus cuci tangan dan kaki lalu tidur siang ya."
" Iya ma. Nanti aunty Lisa yang temenin kita tidur siang?" tanya Vira.
" Hari ini papa yang akan temenin kalian tidur siang. Maafin papa ya sayang, papa bener-bener ga bisa jauh dari mama. Bawaannya pengen nempel mama terus."
" Iya papa, tapi bolehkan kalau mama jemput kita lagi. Alva pengen dijemput mama lagi. Biar ga ketemu sama om yang suka nungguin kita pas mau pulang."
__ADS_1
" Maksudnya gimana sayang? siapa yg nungguin kalian pulang?" tanya ku penasaran.
" Itu lho ma, om yg waktu itu beliin Vira es krim. Yang ketemu d cafe waktu itu."
" Astaghfirullah."
" Kamu kenapa panik gitu,yank. Kamu kenal sama orang yg dibilang Vira?"
Aku meminta salah satu pengasuh anak2 untuk membawa Alva dan Vira ke kamarnya.
" Maaf sebelumnya kalo aku ga cerita sama kamu mas. I..itu mantan suamiku. Dia sempat beberapa kali ngajak aku ketemu,tapi ga aku tanggapi. Karena aku anggap urusan antara kami sudah selesai jadi buat apa ketemu lagi."
__ADS_1
" Ternyata dia masih saja mengganggu kita ya. Kenapa ga cerita sich, yank kalau dia sempat ngajak kamu ketemuan. Sekarang makin berani aja dia sampai nungguin d sekolah anak-anak. Ini ga bisa dibiarin yank. Sebenarnya apa sih maunya dia. Sibuk banget gangguin rumah tangga orang."
" Udahlah mas biarin aja selama dia ga mengusik anak-anak. Anggap aja orang iseng."
" Kamu beneran ga cinta lagi sama dia,yank?"
" Mas, aku sudah ga ada perasaan apapun dengan dia. Yang masih tersisa dengan dia itu hanya karena dia ayah kandung dari Alva dan Vira selebihnya aku udah ga mau berurusan dengannya lagi. Kisah kami sudah berakhir saat putusan perceraian kami beberapa tahun yg lalu,jadi aku harap mas ga usah cemburu lagi ya. karena cinta aku hanya untuk suamiku seorang."
Aku mencium pipi suamiku tercinta agar dia yakin bahwa aku tidak punya perasaan apapun terhadap Zayn. Dia hanyalah masa lalu yg ingin aku kubur dalam-dalam.
" Iya yank. Cinta aku juga hanya untuk kamu seorang Clara Asyifa Az-Zahra."
__ADS_1
Mas Fandi memelukku dan mencium keningku. Dalam hati aku berharap semoga tidak akan ada orang ketiga dalam pernikahan ini. Dua kali menjadi janda membuat aku semakin yakin untuk mempertahankan rumah tanggaku dengan mas Fandi.
Sekarang ada anak2 yg harus menjadi prioritas kami. Kami tak ingin anak2 kehilangan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Meskipun saat ini kami masih menyembunyikan status Alva dan Vira yg merupakan anak kandung dari Zayn. Berat rasanya jika suatu saat nanti Zayn mengambil paksa anak-anaknya, karena dia dan istrinya tidak bisa memiliki keturunan.