
' Ya Allah cobaan apalagi ini. Selama ini mereka ga pernah ingat Zayn. Kenapa sekarang mereka memaksa untuk VC Zayn. Aku harus gimana.'
" Nanti ya nak. Daddy lagi kerja. Nanti kalau daddy ga sibuk, kita telfon daddy."
" No mama. Phon daddy."
Aku mengajak Zavi dan Zae ke halaman belakang rumah kontrakan ku lalu aku terpaksa menghubungi Zayn.
" Assalamualaikum honey."🤗🤗🤗
" Waalaikumsalam." jawabku singkat.
" Ikum calam dad." sapa Zae dan Zavi.
" Hallo jagoannya daddy. Daddy kangeeen banget sama Abang dan adek. Kalian sehat kan nak?"
" No daddy. Zae butan adek. Zae tatak."
" Iya daddy lupa. Zae kan mau jadi kakak ya?"
" Zae dah punya dedek Al, daddy."
__ADS_1
' Waduh gawat nich. Kenapa harus keceplosan sich nak.' kataku dalam hati.
" Dedek Al siapa nak? kok Daddy ga tau?"
" Dedek punya mama." kata Zavi menyahuti.
Aku langsung merebut hp itu.
" Bentar ya sayang. Mama ngobrol dulu sama daddy. Nanti kalian ngobrol lagi setelah mama ya."
' Bisa gawat nich kalau dua bocil ngadu punya dedek bayi. Makin susah aja lepas dari zayn.'
" Honey, baby Al yg mereka maksud itu siapa?"
" Andai baby kita masih ada. Zae dan Zavi pasti lebih senang lagi karena mereka punya adek bayi. Oh iya honey, sekarang kalian ada dimana, kok kayaknya aku ga pernah lihat."
" Kami lagi main d tempat sodara nya mas Fandi."
" Kamu dan anak-anak sehat kan, honey?"
" Heem."
__ADS_1
" Kok jawabnya gitu. Honey aku minta maaf ya kalau keputusan aku untuk menikahi Alicia menyakiti hati kamu. Aku bersumpah aku melakukan semua itu untuk menuruti keinginan mommy. Aku ga mau mommy semakin sakit. Aku....."
Belum selesai ucapan Zayn, aku segera memotongnya.
" Anak-anak sudah ngantuk. Aku mau membawa mereka ke kamar."
Aku segera mematikan panggilan itu lalu membawa anak-anak ke kamar.
" Ma, daddy tok Ndak ucapin calam buat kita."
" Daddy lagi ada meeting penting dengan klien sayang. Besok Daddy telfon lagi."
Setelah menemani mereka tidur, aku duduk di taman belakang rumah. Lisa mendekatiku sambil menyerahkan segelas jus alpukat.
" Kamu sudah yakin mau berpisah dengan tuan muda Zayn, Ra?"
" Mau gimana lagi. Tuan muda mu itu dari dulu plin-plan dan ga tegas dalam mengambil keputusan. Kamu tau kan Lis, dulu aku sudah menolak lamarannya, tapi dia tetap ngotot mau menikahi ku dan membatalkan rencana pernikahannya dengan Alicia meskipun mommy Erin ga merestui. Sekarang dengan alasan penyakit mommy Erin, dia setuju menikahi Alicia. Aku sedang hamil besar, tapi dengan teganya dia mesra-mesraan dengan Alicia di cafe, dengan alasan menjenguk mommy Erin. Bahkan saat aku melahirkan baby Alvaro dan Alvira, dia ga ada disisiku. Dia sibuk mengurus rencana pernikahannya. Makanya aku malas memberitahu keberadaan Alvaro dan Alvira. Kamu tau kan gimana mommy Erin menyebut Zavi dan Zae anak H****. Dia bahkan ga menganggap aku ini menantunya. Aku berharap Siapapun ayah anak-anakku, ga ada satu orangpun yang berhak menyebut mereka anak h**** apalagi menyakiti dan menghina mereka. Mereka semua adalah belahan jiwaku. Aku ga pernah membedakan mereka meskipun ayah mereka berbeda."
" Iya aku tau kok. Kamu pasti sakit hati dan kecewa banget sama tuan muda Zayn dan nyonya Erin. Kamu yang sabar ya, Ra."
" Makasih ya Lis. udah mau jadi sahabatku, bantuin aku jagain anak-anakku. Aku harap kamu tetap bersamaku meskipun nanti aku dan Zayn telah bercerai."
__ADS_1
" Aku akan ikut kamu, karena aku terlanjur jatuh hati sama anak-anak mu."