TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
Part 43


__ADS_3

Buat yg penasaran dengan part kemarin, maaf ya aku gantung ceritanya karena ngantuk banget udah ga bisa konsen.😁😁


" Mas kenapa bisa ada disini?"


" Kebetulan aku baru selesai ketemu klien, terus lihat kamu disini. Tadinya aku ga yakin kalau itu kamu, yank. Setelah hampir 2 tahun aku mencarimu, tapi tak ada hasil. Aku takut ini cuma imajinasi ku aja. Aku sangat merindukan mu. Akhirnya kita bisa ketemu lagi, yank. Gimana kondisi kamu dan baby kita. Mereka sudah lahir kan? cowok atau cewek? gimana kamu saat melahirkan tanpa aku? Kalian sehatkan? Mereka ga rewel kan?"


" Astaghfirullah mas, nanyanya satu-satu dong. Aku kan jadi bingung mau jawab yg mana dulu."


" Sorry yank. Saking bahagianya aku bisa ketemu kamu lagi yank, aku jadi gugup sendiri. Dimana anak2 kita yank?"


Ya betul. Pria yg duduk di sebelahku adalah Fandi. Mantan tunangan ku sekaligus ayah kandung si kembar. Kenapa setelah sekian lama, kami baru bertemu. Di saat aku dan Zayn sedang menantikan kehadiran buah cinta kami.


Aku menghela nafas panjang, lalu melepas pegangan tangan Fandi.


" Alhamdulillah kami baik, mas. Dua-duanya jagoan dan usia mereka 1 tahun. Abang namanya Faraz Zavier Althaf dan adiknya Fariz Zaedan Althaf. Mereka sangat tampan dan pintar. Maaf aku memberi mereka nama tanpa persetujuan dari kamu, mas."


" Jadi aku punya 2 jagoan, tapi Kenapa kamu ga menyematkan nama keluargaku, yank. Apa kamu lupa kalau mereka keturunan dari keluarga Nugraha."


" Maaf mas, tapi status kita tidak memungkinkan untuk menyematkan nama keluarga mu di belakang nama si kembar. Apalagi sekarang aku sudah menikah, aku harus menghormati dan menjaga perasaan suamiku."


Fandi terkejut mendengar ucapanku.

__ADS_1


" Ka....ka..mu sudah menikah. Dengan siapa, yank? Kenapa kamu tega memberikan ayah tiri pada kedua putraku."


" Sekali lagi maafkan aku, mas. Aku hanya tidak ingin melihat kamu dan mas Arka bertengkar karena aku. Lagipula suamiku sangat menyayangi si kembar. Dia juga menerima masa laluku. Aku harap kamu menghargai semua keputusan ku. Dan mulai sekarang tolong jangan ucapkan sayang lagi."


Fandi hanya diam saja mungkin dia syok mendengar pengakuanku. Tiba-tiba baby Zavi mendekatiku.


" Mommy, aku mau haus." kata baby Zavi sambil menunjukkan puppy eyes nya.


" Aduh sayangnya mommy haus ya. Mau minum air putih atau susu, sayang?"


Aku mensejajarkan dudukku dengan tinggi badan baby Zavi.


" Aku mau minum susu, mom."


" Hallo sayang, kamu ganteng banget. Siapa nama kamu, sayang?"


" Namaku Falaz Zaviel Althaf, panggil aja Zavi om. Om ini temen mommy atau daddy ya?"


Hati Fandi mencelos mendengar ucapan baby Zavi. Anak kandungnya memanggilnya om, sungguh miris sekali ya. Air mata Fandi menetes.


" Zavi sayang. Om ini adalah papa nya Zavi. Kamu boleh panggil papa Fandi."

__ADS_1


Zavi bengong mendengar penjelasan ku.


" Papa? aku punya daddy dan papa ya, mom?" tanyanya lugu.


" Iya sayang. Nanti mommy cerita kalau kita sudah di rumah ya." kataku lembut. Mau tidak mau kedua putraku harus tau kalau mas Fandi adalah papa mereka. Pelan-pelan aku akan menceritakan ke mereka. Aku segera memberikan botol susu itu. Zavi minum susunya sambil tiduran di pahaku. Mas Fandi mengusap kepala Zavi.


" Dia sangat menggemaskan dan sangat tampan. Dia benar-benar duplikat ku. Andai mama dan papa melihat cucu mereka sudah besar, mereka pasti bahagia."


" Aku janji akan mengajak mereka bertemu dengan mama dan papa, tapi nanti ya mas. Setelah aku mendapat ijin dari suamiku."


" Iya yank. Maaf aku belum terbiasa memanggilmu dengan nama lain."


" Iya mas. Tapi aku harap kamu tidak memanggil ku begitu di depan suamiku."


" Mommy." Zae dan Zayn menghampiri kami.


" Hai, sayang. Udah selesai mainnya? capek ya nak?"


" Aku haus, mom. Dali tadi kejal-kejalan sama daddy." adunya padaku.


" Ok. Sekarang waktunya Zae minum susu. Ini diminum dulu susunya."

__ADS_1


Aku menyerahkan botol susu ke Zae, lalu membiarkannya tiduran di paha Zayn. Zayn mengusap sayang kepala Zae.


__ADS_2