
Malam semakin berlalu namun mereka belum menemukan atau mendapat petunjuk soal keberadaan Mhyca.
Semakin panik tiba tiba Ika teringat Sky"O iya kita butuh bantuan Pak Sky"
"Kamu benar,mereka sangat dekat,mungkin saja kita bisa dapat petunjuk" Ujar Lisa.
"Teman teman gimana nih???aku tidak punya kontaknya"
"He,,, bukanka asistennya sering menghubungimu,kamu coba hubungi dia".Ujar Mita.
"Baiklah,,,pak Anton saja",Tak sabar Ika pun segera mencari kontak Anton kemudian menghubunginya.
tak berapa lama Anton menjawab panggilan Ika.
Raut wajah Anton sedikit gugup "Jantungku berdegup aneh karena panggilan Gadis ini,tapi ada apa dia menelpon malam begini"
"halo"
"Halo pak"
"kenapa menelepon malam begini,kalau soal pekerjaan eventnya sudah dijadwalkan bulan depan jadi tidak perlu terlalu terburu buru".
"Maaf pak ini bukan soal pekerjaan,ini soal Mhyca"
Gawat bin darurat jika soal Mhyca bakal ada kekacauan baru.
"ada apa dengan Mhyca???"
"Tolong sampaikan ke Pak Sky,Mhyca lari dari rumah dalam keadaan sedih,pikirannya lagi kalut,kita sangat khwatir,Pak Sky kenal betul soal Mhyca,mungkin saja dia tahu kemana Mhyca pergi jika sedang bersedih".
Oh Good,,New problem
"Baik Ika,,teleponnya kamu matikan,"
Anton pun bergegas menuju ruang kerja Sky,kemudian mengetuknya dengan pelan.Tak berapa lama ia dipersilahkan masuk.
"Kabar apa yang ingin kau sampaiakan sehingga menggangguku Anton?"
"Maaf Tuan Muda,,,,Temannya Mhyca barusan menelepon."
"Katakan dengan jelas Anton"Reaksi Sky mulai panik.
"Mhyca lari dari rumah,mereka takut terjadi apa apa karena pikirannya sedang kalut".
"Agrhhhh sialll"Sky mulai membanting beberapa benda yang ada dihadapannya.
Tanpa berfikir panjang ia berlari mengambil mobil kemudian menancap gas dengan kecepatan tinggi,kemudian Anton yang telat terpaksa menyusulnya dengan mobil yang berbeda,beberapa pengawal ikut serta dibelakang Anton.
__ADS_1
Urgent,jika berhubungan dengan Mhyca akal sehat tuan muda jadi eror.
tak berapa lama laju mobil Sky berhenti disebuah taman yang cukup luas,tak ada seorang pun penampakan manusia karena malam pun semakin larut,Sky berlarian mencari sambil berteriak,namun tak ada respon,Sesekali menendang tak jelas.
"Aghhhhh jangan buat aku takut seperti ini"
kemudian ia meraih sumpritan yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi,lalu membunyikannya sebanyak 3kali"Rabbit,,,kau dengar itu,aku butuh bantuanmu datanglah!!!"
Mhyca yang sedari tadi menunduk dibawah pohon seolah tersadar dari kecamuk jiwanya,sontak terbangun dan menyekah air matanya,"Tidak,,,aku tidak boleh seperti ini,siapa yang akan melindungi siapa???" pikirnya,tidak mungkin ia menemui Sky dalam keadaan sedih seperti itu,dari kejauhan Sky sudah melihat Keberadaannya,tanpa berlama lama ia mengayungkan langkahnya melebihi kecepatan helikopter.
Samar samar ia dengar suara Mhyca"Tidak,,aku kuat,aku kuat,,,Kakak Mhyca kuat,Ayo Mhyca kamu tidak boleh bersedih,kamu tidak boleh menangis,"
Sky semakin mendekat kemudian menarik tangan Mhyca.Mhyca sontak memeluk tubuh Sky berdalih menyembunyikan wajahnya,karena ia tidak ingin Sky melihat matanya yang memerah.
"Rabbit,,,syukurlah kau disini"
"Iya aku disini menikmati udara malam,aku bosan dirumah"berusaha menyembunyikan kesedihannya.
Kenapa tiba tiba kakak kesini???apa kakak juga ingin bersantai disini".
Sky tak mampu menahan rasa khwatirnya,ia melepaskan pelukannya kemudian tangannya merabah wajah mungil itu,Mhyca pun tak mampu melanjutkan sandiwaranya.
"Rabbit,,siapa yang telah mengajarimu berbohong???"
"Kakak,.Mhyca,,,,"Tak mampu melanjutkan ucapannya,Sky semakin mendekatakan tubuhnya.
"Tatap mataku rabbit!!! kamu tidak perlu melakukan itu! kamu tidak perlu berpura pura,katakan jika kamu tidak kuat katakan!"
"Tidak kamu tidak sekuat itu,,,menangislah! kau tidak perlu bersembunyi,aku siap melihatnya,kalau dulu aku takut melihat kesediahan sekarang aku siap,,,,Aku bukan laki laki pecundang,libatkan aku didalam kesedihanmu" Mata Sky semakin berkaca kaca.Sementara Mhyca melampiaskan amarah yang ditahannya sedari tadi.
Tak ada suara yang terdengar,pelan tangisan Mhyca hilang,seakan sungai yang menghentikan alirannya diterpa kemarau.Sky pun kembali mengatur nafas pelan pelan hingga emosinya stabil.
Suasana malam semakin hening hanya deretan bintang berjejer seolah kompak menyaksikan dua insan yang sedang menata hati yang telah kalut terbawa emosi.
Mhyca kemudian menyapu bekas buliran air mata kemudian duduk kembali dibangku yang ada di belakangnya.
"Kakak Maaf aku,,,aku membuat kalian khawatir".
"Kamu tidak salah,bukan tanpa sebab kamu bertindak labil kayak tadi".
"Aku terlalu bodoh "
"Masalahnya bukan berasal dari dirimu,aku tau betul siapa dirimu"
penjelasan Sky membuat Mhyca terbuka menceritakan masalah yang telah ia hadapi.
__ADS_1
"Wira brengsek itu,tidak ada ampun bagimu!!!"
"Kakak jangan ngomong begitu,jangan menaruh dendam,jika ada masalah pasti ada sebab,Wira pun belum menjelaskan alasannya kenapa ia lupa hari ini.
"Lalu kau akan mempercayainya begitu saja,kau masih berharap bersamanya?"
"Jika hati sudah patah disatukan kembali pun tak akan sama lagi disaat belum terjadi apa apa???Cuma tidak adil baginya jika aku memutuskan sepihak tanpa mendengar penjelasannya."
Karena kebaikan seperti ini yang membuatku susah
berpaling,namun ini bencana buatmu Rubbit,orang jahat akan memanfaatkannya,tidak terkecuali Wira.
"Baiklah,,kamu tau yang terbaik,tapi jangan salahkan aku jika aku berbuat diluar kendali jika Dia berani menbuatmu meneteskan air mata walau setitik saja".
"Mhyca paham kakak,Bagiku Wira sudah membuat sekat pemisah antara aku dengannya,dia masih bisa melihatku namun salah jalan sedikit ia bahkan kehilangan bayanganku."
"Baiklah kita pulang,teman temanmu sudah paik dari tadi".
"baik kakak,tapi kaki Mhyca sakit tadi terkilir,baru terasa sakitnya".
Sky menarik ujung hidungnya"Huuu dasar bilang saja mau digendong"
Mhyca tersenyum kemudian mulai merapatkan tubuhnya dibahu kekar milik Sky.
Malam berlalu,jarum jam meninggalkan angkah demi angkah,Wira yang dari semalam tidak mampu terlelap terlihat lingkaran hitam di matanya"Mhyca kamu kenapa,tiba tiba mematikan telepon,Semarah itu kah dirimu??tapi aku salah apa?" Wira belum menyadari kesalahannya,karena merasa tak sabar bercampur khwatir ia berkali kali menghubungi Mhyca namun nomornya tidak tersambung.
Tiba teringat Ika teman Mhyca,iapun menghubunginya tak lama Ika menjawabnya"Halo" suara serak khas bangun tidur.
"Halo Ika,saya Wira,Boleh kah saya minta tolong???
Ika yang baru tersadar sontak Emosi namun perlahan mengendalikannya"Apa kamu masih punya muka???sudah membuat Mhyca kalut seperti itu,kamu tau betapa antusiasnya dia menunggu kepulanganmu,namun kau tak kunjung datang,kabar pun tak ada kau kemana saja???
Penjelasan Ika sontak membuat Wira terdiam seolah mengingat sesuatu"Kemarin adalah waktu yang kujanjikan kepada Mhyca untuk Kembali,aku lupa memberitahukan penundaan kepulanganku,ahhhgggr sial" gumangnya.
"Tapi Mhyca sudah baikan?"
"Coba Pak Sky tidak datang,kita tidak bisa menemukannya"
Sky???Masa lalu Mhyca,selalu saja selangkah lebih dekat dari pada aku.
"Ika tolong katakan kepada Mhyca hari ini aku akan terbang kembali kesana" Belum selesai tiba terdengar suara perempuan memanggilnya dibalik Pintu.
"Wira,,,,,,"
Sontak membuatnya kaget dan segera mematikan teleponnya.
Bersambung!!!!
__ADS_1
(Kalian penasaran siapakah peremluan yang memanggil Wira??? Ayo like tiap episodenya,, author senang bisaenghibur tapi kalian bantu like,vote n favorite)
Terimakasih yang telah mampir!!!