
Suasana malam semakim sepi,tak ada suara hanya denting jam sesekali berbunyi,arah jarum jam bergerak meninggalkan angkah demi angkah,putaran jarum tepat mengarah pada pusat 12.00.Masih terlihat di sudut ruangan wajah manusia dengan mata sembab,penuh keresahan.
" Tuhan,jika benar cinta itu suci maka mengapa harus ada duka didalamnya,jika benar cinta itu murni maka mengapa harus ada yang dikorban,Untuk pertama kalinya aku keluhkan Anugrah cinta yang dipuja puja seluruh umat,maka salahka diri ini bila menganggap Cinta itu tidak benar adanya???"
berulang kali Mhyca menyebutkan kalimat sebgai pelampiasan atas rasa sakit dihatinya.
waktu semakin berlalu,suasa hening semakin mencengkram seolah membunuh perasaan kalut yang dirasakan Mhyca,rasa lelah yang dirasakannya tak mampu ia tahan hingga mengantarkan dirinya kedalam pembaringan.
waktu semakin berlalu matahari mulai menampakkan sinarnya,Samar samar menembus jendela kamar,embun pun ikut berlalu meninggalkan dedaunan hijauh pertanda langit akan kembali terang sempurna oleh biasan cahayanya.
Nampak tubuh gadis kecil disebuah pembaringan mulai bergerak seolah akan beranjak dari mimpi panjangnya semalam.
Gadis cantik yang dirundung lara dihatinya.
belum sepenuhnya sadar tiba tiba terdengar deringan telpon"kring kring".
Tangan Mhyca yang masih lemas meraih Hp yang ada tepat di meja sisi kanannya,meneruskan menggeser tombol hijauh." halo" sahut Mhyca dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.
"Halo Mhy,,,barusan sekali kamu bangun kesiangan??".yuli sebernya sudah tau apa yang sedang terjadi,namun dia tetap berpura pura berharap Mhyca sendiri yang akan me jelaskan suasana hatinya saat ini.
sontak Mhyca menangis membuat yuli kaget dan ketakutan" Hiks hiks hiks,,,,Kak Wira Yul,,,,Dia mau pergi,padahal baru saja aku menaruh harapan,Apa cinta sesakit ini Yul? aku terlihat bodoh soal cinta,katakan padaku kesalahan apa yang kuperbuat seningga membuat cinta yang sudah kugenggam akan melepaskan diri terbang diseberang."
"Duhhh...Mhy kamu jangan gitu dong,aku jadi takut,,,begini aja,,,aku kesana,jangan macem macem!!!".saking takutnya Yuli bergegas menuju ke tempat Mhyca.
Sementara Ika dan yang lain merasa heran karena tidak biasanya Mhyca tidak ikut sarapan.
"apa Mhyca sakit??. Ujar Ika.
"Tapi kemarin baik baik aja,masa'iya tiba tiba sakit".
"kita cek aja dikamarnya,kan semalam dia pukang agak larut gitu".Ujar Lisa.
Merekapun bergegas menuju kamar Mhyca, namun tak ada suara terdengar dibalik pintu.
Sementara didalam kamar Mhyca yang menahan sakit,berusaha menutup mulut agar suara tangisnya tak terdengar orang luar.
Beberapa saat kemudian Yuli tiba di kos dan mendapati Ika dan yang lain sedang berkumpul di depan kamar Mhyca.
Yuli sangat gelisah takut terjadi apa apa dengan Mhyca.
__ADS_1
"Mhyca kenapa??? apa terjadi sesuatu didalam?"
" Dari tadi gak ada suara" ujar Lisa.
"coba diketuk mungkin aja kekamar mandi" seru Yuli semakin panik.
" ettt,,, tunggu ini ada apa sih sebenarnya??? kamu kenapa panik gitu terus pagi pagi begini kamu kesini?".ujar Ika.
"jadi barusan aku nelpon terus Mhyca nangis,jadi aku bilang mau kesini,biar bisa nemanin dia,meski tak bisa menghilangkan sedihannya tapi setidaknya dia bisa mengungkapkan segala unek eneknya.
Ika mulai mengetuk pintu,namun tidak ada respon,bergantian dengan Yuli,,Mhyca tersadar kemudian berusahan menghapus buliran air matanya,kemudian menuju pintu menarik gagang pintu tersebut.
Mereka kaget melihat mata Mhyca yang sembab,lingkaran hitam dibawah mata dan tak terlihat senyum manis dibibirnya seperti biasa.
Mhyca memeluk Yuli"Yuli kenapa aku bodoh,hanya karena sebuah perasaan atas nama cinta aku seperti ini."
"Kamu tidak bodoh,,,waktu saja yang belum berpihak kepadamu".
Lisa mulai panas dengan suasana didepan matanya,teringat lagi masa pahit yang membuatnya hancur.Tangannya sudah dikepalkan,namun Ika dengan sigap meraihnya serta memberikan isyarat melalu matanya agar Lisa tidak terpancing dan kembali merasakan sakit.
Lisa mulai terlihat tenang,kemudian menghampiri Mhyca yang masih memeluk.
"Kita perempuan bukan kaum lemah seperti pandangan laki laki diluar sana,Kita perempuan bisa melewati apapun ujian yang dihadapi,Kita bisa,semakin kau menangis,semakin sakit menggorogoti tubuhmu.Jangan lemah!!!
"kalian benar,tak seharusnya aku bersikap sebodoh ini,aku masih lunya kalian." Pelan pelan Mhyca menghentikan tangisannya.
Bunyi hp memecah suasana haru dikamar kecil itu,Mhyca bergegas membacanya" Datanglah kebandara,aku ingin mengucapkan Sampai jumpa,agar ada harapan bagiku untuk kembali disini didisimu" bunyi pesan dari Wira.
Mereka pun menyemangati Mhyca,membujuk agar kuat dan harus pergi.
"perlihatkan bahwa kau baik baik saja tanpa dia,".
ujar Lisa.
"Kita akan menemani kamu" sahut yang lain.
namun Mhyca menolak"tidak aku bisa pergi sendiri"
Yuli yang masih khawatir tetap memaksa agar Mhyca mengijinkan mereka ikut.
__ADS_1
Seperti biasanya Mhyca tidak suka melihat ada seseorang memohon kepadanya.
"Ok kalian boleh ikut tapi hanya sampai didepan,kian tidak perlu ikut sampai didalam,aku mau liat gimana reaksi Kak Wira saat melihat aku yang terlihat tegar.jika kalian ikut kedalam kesannya aku lemah."
"kamu benar!"sahut Lisa
" kalau begitu ayo siap siap" ujar Ika.
Mereka pun segera bersiap menuju bandara,beberapa saat kemudian mereka tiba dibandara.Mhyca pun berjalan sedikit terburu buru tanpa ditemani seorangpun.
Terang saja tak berapa lama Mhyca didalam,suara penguman penerbangan tujuan kota x agar segera terbang.
Wira yang melihat kedatangan Mhyca segera menghampiri,raut wajahnya sedikit bahagia,karena kehadiran Mhyca.
Mhyca pun terlihat tegar,senyum kecil dibibirnya menambah kepercayaan dirinya,seakan berusaha menyembunyikan sakit dan kecewa yang dirakannya.
"Sayang,,,aku sangat bahagia,berjanjilah untuk menungguku kembali".Wira memeluk tubuh mungil Mhyca.
Tak ada suara hanya anggukan jawaban yang menandakan "iya" atas permintaan Wira.
Kemudian untuk terakhir kali Wira mengecup kening Pujaan hatinya.
"Jaga dirimu,,,Aku berangkat!!!Wira pun bergegas sembari melambaikan tangan,berjalan tanpa menoleh kebelakan karena air matanya sudah tumpah,Dia tidak ingin Mhyca melihat kesedihan atas perpisahannya sekarang.
Namun berbeda dengan Mhyca yang tetap terlihat tegar,hanya senyum yang mengiringi kepergian kekasihnya.
Langkah demi langkah Wira meninggalkan Mhyca,hingga bayangannya pun tak terlihat lagi.
Mhyca kemudian bergegas keluar berlari,ingin teriak namun tersadar situasinya tidak mendukung.
Dilparkiran teman temanya masih menunggu,namun Mhyca tak kembali kesana,namun memanggil sebuah taxi dan menyuruh mengantarkannya kesebuah tempat.
beberapa saat Mhyca pun turun dari taxi dan bergegas kesebuah taman yang agak sepi,Hanya ada kursi panjang dan sebatang pohon rindang.
Mhyca mulai mengeluarkan segala yang ditahannya selama berada dibandara."ahhhhh,,,Kembalilah!!! Kalau Cinta mereka tak akan salah memilih tuannya". tetiaknya dengan lantang diiringi isap tangi.
Tiba tiba seorang laki laki yang berada ditaman tersebut kaget,dan mencari sumber suara,didapati seorang gadis kecil menangis terisap sesekali menunduk.
"sebesar apa masalah yang sedang dialami gadis ini??? "gumangnya dalam hati.Semakin lama diperhatikannya semakin terbayang seorang anak kecil dimasa lalunya.
__ADS_1
Bersambung!!!!
(Hayooo vote llike,n vovorite,biar author semangat nulisnya! terimakasih🙏🙏🙏)