
" Yakin kamu ga mau nikah ma aku. Ntar nangis kalau aku nikah ma orang lain."
" Ya udah Sono kalau mau nikah ma orang lain. EGP." πππ
" Kamu kok makin hari makin gemesin sich. Jadi pengen cepet halalin."
" Udah sono cepet kerjain perintah mama. Biar kita cepet pulang. Clara juga pasti sudah kangen sama Zae dan Zavi."
" Omelin aja tu ma, mas Fandi mah sekarang jahil banget. Sono pergi keburu kakak dan abang nangis."
" Aku pergi dulu ya. Tapi jangan kangen ya."
" Mas fandiiiii." Aku melempar buah jeruk yg ada d meja ke Fandi, dia dengan sigap menangkapnya.
" Makasih sayang. Kamu tau aja kalau aku lagi butuh tambahan vitamin C." π€π€
" Ga usah sok imut dech. Cepetan pergi."
__ADS_1
Mas Fandi segera keluar dari ruangan ku.
Aku dan mama Siska mengobrol sambil membereskan beberapa baju yg mau kami bawa pulang. Setelah mengurus administrasi, aku dan kedua baby ku bisa pulang tetapi harus dipantau dokter. Fandi juga menyiapkan 2 suster dari RS keluarganya untuk merawat si kembar.
Anggap aja mereka masih butuh d inkubator ya. πππ
Baby Alva dan baby Alvi tinggal di rumah Fandi dijaga 2 suster, seorang dokter anak dan 2 orang pelayan khusus. Fandi benar-benar protektif terhadap kedua baby tersebut karena dia merasa pernah kehilangan momen kelahiran dan tumbuh kembang baby Zavi dan Zae. Karena itu Fandi mencurahkan perhatiannya pada baby Alva dan baby Alvi. Mereka masih harus d rawat d inkubator yg sengaja d beli Fandi. Aku sengaja berencana tinggal d rumah Fandi selama beberapa hari untuk menghindari Zayn. Mama Siska dan papa Arman juga ikut pindah ke rumah Fandi.
Sementara itu sore itu Zayn datang ke RS. Saat melihat ruang tempat ku dirawat kosong, Zayn panik dan segera menuju tempat informasi.
" Sebentar saya cek dulu ya pak."
Setelah suster itu mengecek data pasien yg ada d komputer, suster itu mendekati Zayn.
" Maaf pak, pasien atas nama nyonya Clara sudah boleh pulang tadi siang."
__ADS_1
" Siapa yg memperbolehkan istri saya pulang,sus. Istri saya baru saja mengalami keguguran, kenapa dokter mengijinkan dia pulang"
" Maaf pak, untuk masalah tersebut kami kurang tau pak. Mohon maaf."
" Siapa yg menjemput istri saya, sus?"
" Maaf kami kurang tau soalnya kami baru tukeran sip, jadi yg tau yg masuk sip pagi sampai sore, pak."
" Baiklah suster. Terimakasih atas informasinya."
Zayn berjalan meninggalkan RS sambil tertunduk lesu.
" Kamu dimana sich, honey. Kenapa ga memberi kabar kalau kamu pulang hari ini. Maafkan aku yg tidak bisa menjaga kamu dan buah hati kita. Tolong kembali, yank. Aku khawatir sama kamu. Kamu baru saja kehilangan buah hati kita, seharusnya kamu istirahat bukannya pergi dari RS. Apa kamu terlalu membenci ku sehingga melihatku saja sepertinya kamu enggan." πππ
Zayn menangis sambil memukul stir mobilnya.
Dia merasa bersalah karena terlalu menuruti keinginan mommy Erin. Tapi apa mau dikata semuanya telah terjadi. Zayn menganggap aku keguguran karena memergoki Zayn dan Alicia di cafe waktu itu. Penyesalan Zayn semakin bertambah ketika melihat reaksiku yg tak pernah menganggap dia ada, bahkan menyuruh Fandi membawa Abang dan kakak. Padahal mereka yg bisa menguatkan Zayn disaat hatinya rapuh.
__ADS_1
Apa daya nasi sudah jadi bubur, lebih baik ditambah suwiran ayam, bawang goreng dan kecap, jadi bubur ayam dech.π€π€π€bercanda kok. Jangan terlalu serius bacanya. Jangan kayak author yg lagi galau karena pembelajaran daring ya.πππ lanjutannya d part berikutnya ya. Terimakasih. Love you semua reader ku.πππππ