TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
TAKDIR Cintaku 2 Hadirnya Alga


__ADS_3

kedatangan mereka disambut baik okeh pengelola panti asuhan itu. Hafidz dan Naira menjelaskan maksud ke datangannya datang ke panti itu. Naira Hafidz diajak berkunjung dari kamar ke kamar melihat anak-anak di sana namun Naira tidak tertarik dari beberapa anak.


Hingga mereka keluar dan tampak Naira melihat baby mungil dalam gedongan ibu panti yang umurnya sekitar 8 bulan. Naira bertanya pada pengurus panti itu.


"Ibu apakah anak ini juga anak panti disini? tanyanya penuh harap entah mengapa melihat baby mungil itu Naira merasa hangat


" Iya. beberapa hari yang lalu seorang ibu tua membawanya kemari mengatakan jika kedua orang tua anak tersebut meninggal dunia karena kecelakaan. Orang tua korban juga sudah tidak ada dan sanak keluarga lainnya tidak ada yang mau menampungnya.


"Sungguh malangnya nasibmu nak." Ucap Naira dan meminta anak itu untuk digendong nya. Seketika tangan mungil itu meraih pipi Naira dan Hafidz merasa terharu melihat wajah senyum baby mungil itu.


Naira berbalik menatap suaminya meminta persetujuan dan Hafidz mengangguk. Mereka masuk kedalam dan memperlihatkan ibu Anisa dan Rizki. Anisa mengangguk tanda setuju.


Setelah mempersiapkan segala hal untuk persyaratan adopsi terhadap baby itu Naira dan Hafidz membawa pulang baby itu. Sebelum sampai di rumah Naira meminta untuk dibawa ke toko tempat menjual perlengkapan bayi.


tampak jelas tersirat diwajahnya senyuman yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. walau tidak lahir dari rahimnya namun jiwa keibuan Naira begitu mengalir secara tiba-tiba. melihat Naira kewalahan Hafidz meminta baby mungil itu dalam gendongannya.


"Sini sayang baby Alga biar aku yang gendong. iya kan Alga sama ayah ya?"


Alga tampak girang berpindah dalam gendongan Hafidz. Anisa dan Rizki begitu bahagia. setelah perlengkapan mereka rasa cukup akhirnya memutuskan untuk pulang.


"Sayang, ibu pamit ya. Jaga dan rawat Alga sama seperti anak kandungmu. Berikan dia cinta dan kasih sayang penuh. Ajarkan dia akhlak yang mulia.


" Terimakasih ma..... "Naira memeluk ibu mertuanya dan mencium pung tanahan ibu mertua dan ayah mertuanya.

__ADS_1


Begitu juga dengan Hafidz. Rizki merangkulnya. " Aku teringat dengan dirimu waktu kecil diaman kamu waktu itu belajar makan, saat aku hendak menyuapi dirimu pertama kalinya, kamu menolak.


Rizki kembali mengenang Almarhum kakaknya Rayhan. Semakin hari Hafidz tampak mirip dengan ayahnya jika terlihat dari belakang. Rizki memeluk anak tirinya itu sekaligus ponakannya dengan mata yang memerah.


"Sampai kapanpun kau adalah ayahku. aku ingat waktu aku masih duduk di bangku sekolah tingkat pertama setiap hari aku diantar dan dijemput olehmu." ujar Hafidz


hingga keduanya kembali saling merangkul. Anisa dan Naira hanya bisa terharu. Anisa ikut meneteskan air mata. puas dengan drama mengenang masa lalu Anisa dan Rizki pamit dan tidak lupa mengecup baby Alga yang terlihat begitu lelap dalam kereta barunya.


Hafidz dan Naira menuju kamar untuk menidurkan Alga di atas kasur. Hafidz menelpon seorang untuk datang merenovasi kamar sebelahnya. Hafidz berjanji dalam dirinya untuk mejadi ayah siaga buat Baby Alga. Baby Alga baginya sama seperti putranya sendiri. juga akan mengurus akte lahir serta surat-surat lainnya buat jaga-jaga untuk ke depannya.


Semenjak Baby Alga hadir di tengah-tengah mereka suasana rumah seakan berbeda. dimana suara tangis baby Alga memecahkan keheningan dalam rumah itu. Saat Hafidz pulang kerja dia disambut dengan tawa baby Alga. serasa obat penghilang penat bagi Hafidz.


Naira cukup terampil mengurus baby Alga yang juga dibantu oleh pembantunya.Melihat hal itu Hafidz berdoa agar keajaiban datang dan bisa memiliki keturunan sendiri.


"Mereka adalah nafasku, tujuan hidupku, pelipur lara." Gumamnya dan mengecup kening istrinya kemudian berpindah mengecup pipi gembul baby Alga.


puas memandangi mereka, Hafidz masuk kamar mandi membersihkan diri. gemercik air terdengar begitu jelas ditelinga Naira. Naira terjaga dan melihat pakai suaminya. Naira bangun dan mempersiapkan pakaian suaminya. dengan sangat hati-hati membuka lemari itu dan mengambil apa yang dibutuhkan.


Hafidz keluar dan melihat nara mengambil pakaian di lemari. dengan sangat pekan Hafidz meraba perut istrinya dengan pelan, seketika Naira berhenti dengan kegiatannya dan melihat aksi suaminya.


"Kau sudah bangun? ucap Hafidz yang terus bermain dengan tangan nakalnya dimana tubuh bawahnya hanya tertutupi dengan handuk.


Hafidz menaruh dagunya di selangka istrinya sementara kedua tangannya berada di perut istrinya.

__ADS_1


"Sayang aku merindukanmu. sangat. Apa kamu tidak merindukanku?


Naira memposisikan tubuhnya menghadap dengan Hafidz. Naira mengecup *** itu. Hafidz membalasnya. lama kelamaan berubah menjadi saling menginginkan. terus berulang dan berulang. Naira mengimbangi perlakuan Hafidz.


namun disaat momen-momennya baby Hafidz terjaga dan kata terucap MA-PA Naira dan Hafidz terhenti dari kegiatannya yang masih dalam tahap awal. kemudian salin memandang dan tertawa.


"Gagal deh." ucap Hafidz dan melepaskan Naira.


Mereka mendekati baby Alga. pengalaman ini membuat Hafidz dan Naira terus merasa lucu. ternyata inilah momennya saya memiliki baby sebagai manapun saling menginginkan harus mengalah demi buah hati.


hafidz berbaring dengan handuk yang masih setia melilit ditubuhnya dan menempatkan Baby Alga di atas dadanya sambil terus mengajaknya berbicara. Alga baby yang begitu sabar jadi tidak terlalu repot mengurusnya.


MA-PA... EKU....itulah bunyi-bunyi ucapan yang dilontarkan baby Alga membuat Hafidz terus tertawa lepas. semua masalah kantor seakan hilang sekejap. Naira yang melihat suaminya belum berganti menyodorkan bajunya


"Sayang pakai baju dulu gi... entar masuk angin lho... " Naira mengambil Alga dari dada suaminya dan Hafidz bangun dan memakai baju.


Selesai memakai baju Hafidz kembali menggendong Alga dan meminta Naira untuk mandi karena sudah hampir masuk magrib. Naira mengangguk dan bersiap sementara Hafidz membawa Alga keluar dan memberikan pada pembantunya karena akan melaksanakan ibadah.


Mpok Romlah bermain dengan Alga dan turut bahagia melihat keluarga majikannya tampak bahagia kembali seperti dulu. Kehadiran Alga bagi mpok Romlah adalah merupakan rezeki. Rumah tampak tak sunyi lagi setelah Alga hadir ditengah mereka.


Mpok Romlah terus melihat perkembangan dalam keluarga majikannya. membandingkan suasana rumah sebelum hadirnya Alga. sebelum Alga hadir, baik Nyonya atau pun tuannya selesai shalat mereka langsung makan setelahnya nonton sebentar bersama. jika sudah bosan salah satunya masuk kamar dan tuannya masuk ruang kerja.


Mpok Romlah tersenyum menatap Alga dan berkata pada Alga "Kau tahu tuan Alga semenjak kehadiranmu kau memberikan warna baru dalam keluarga ini. sehat terus tuan sayangi ibu dan ayah angkat mu. mereka terlihat begitu menyayangimu." Monolog mpok Romlah sambil mengusap kepala Alga sambil menyuapi bubur saring yang sudah Naira buatkan.

__ADS_1


__ADS_2