
didalam mobil raisa begitu kesal karena Rendi si gendut juga ikut. dia menggerutu bahkan menyumpahi rendi saking kesalnya, baginya Rendi adalah pengganggu momen berdua nya dengan hafidz. semua berantakan karenanya. padahal dia sudah menyusun rencana serapi mungkin dari rumah untuk bisa menaklukkan hati hafidz dan rencana itu gagal. itu semua karena juga hafidz yang mengajak Rendi.
hafidz menuju toko buku dan membeli sebuah buku dengan judul bidadari surga. raisa percaya diri jika itu untuknya. ternyata hafidz diam-diam perhatian pada nya pikir raisa lagi dan senyum pun mengembang diwajahnya. namun ternyata buku itu bukan untuknya, kecewa yang dirasakan. Rendi kembali merasa menang.
kini giliran raisa masuk di toko baju sengaja memilih baju yang cukup pendek sampai paha putih sedikit terlihat dan sengaja meminta hafidz untuk memberi tanggapan, namun lagi-lagi hafidz mengalihkan pandangannya pada baju yang menurutnya cocok untuk naira.rasa kecewa kembali lagi dirasakan raisa, hingga Rendi yang berkomentar jika baju itu cocok untuk raisa."
"bukan penilaian dari kamu yang saya harap. dasar gendut! "kesal raisa. namun ada rasa senang melihat hafidz meminta pelayan toko membungkus baju yang dipegang hafidz tadi berharap baju kali ini untuk nya. harap raisa lagi dan lagi.
sampai di kasir hafidz meminta kasir memisahkan baju yang satu dengan baju milik raisa.
"apa? ternyata baju itu bukan untuk nya lalu untuk siapa batin raisa kembali menelan rasa kecewa berikutnya.
selesai hafidz membayar dia memberikan paper bag milik raisa."oh kasihan harus bawa sendiri belanjaan lirih Rendi lagi " dan itu masih terdengar oleh raisa. pas ditempat parkir dengan berat hati hafidz minta maaf karena tidak bisa mengantar raisa, dan mobil yang akan ditumpanginya Sudah berada pas didepan mereka.
"masuklah. Sudah aku bayar. maaf! mohon hafidz dia tahu jika raisa pasti Marah dan kecewa namaun hafidz tidak bisa memaksakan hatinya.
rasa kesal menyelimuti ruang hati gadis yang bernama raisa itu. juga, rasa cemburu bercampur jadi satu, "siapa perempuan yang bersaing dengan nya. hafidz tampak begitu peduli sampai-sampai dia membelikan baju untuk nya, pikir raisa sambil menyusuri jalan yang tampak ramai namun hatinya terasa teriris. aku pastikan suatu saat akan aku dapatkan dirimu. "
selepas kepergian raisa, hafidz kembali masuk mobilnya dan rendi penasaran di buatnya dengan baju perempuan yang dibeli hafidz tadi.
"kenapa kau senyum seperti itu? " Ada yang aneh? hafidz heran melihat rendi.
__ADS_1
"aku penasaran dengan baju yang kau beli tadi, bukankah adik perempuanmu masih kecil? apa mungkin ia?
" kalau bukan kenapa? sambil terus melajukan mobilnya menuju rumahnya Dan saat akan turun hafidz meminta rendi menunggu di mobil.
rendi hanya bisa melihat keluar seakan tidak terima jika dia harus menunggu sampai kering di mobil. karena haus rendi memutuskan masuk Kedalam rumah.
"bibi naira mana? tanya hafidz tiba-tiba datang membawa baper bag dan menanyakan naira. tentu bibi ina heran dan kaget di buatnya.
" nona naira ada di kamar tuan muda, nona naira lagi...
belum sempat bibi ina melanjutkan perkataannya hafidz Sudah melenggang menuju lantai atas dan menemukan naira sedang sibuk mengatur pakaian hafidz dalam lemari.
"kau di sini rupanya?
" aku yang ujian kau yang bahagia. kenapa?
"tahu gak, jika aku diposisi kakak, habis ujian pasti aku Sudah menyembur dalam sungai karena terbebas. m...... sambil mengibaskan tangannya ke udara.
hafidz hanya tersenyum dan melihat naira sibuk menyusun pakaian nya di dalam lemari.
" nih buat kamu. "hafidz memberikan paper bag yang berisi baju dan buku yang dibelinya pada naira yang dari tadi dibawahnya.
__ADS_1
sementara rendi yang sudah selesai minum menanyakan keberadaan hafidz dan bibi ina menyampaikan jika, hafidz di kamarnya. dan langsung saja rendi menuju kamar hafidz.
naira tidak habis pikir mengapa hafidz membelikan nya baju ada Hal apa? karena malas menunggu hafidz meminta sekali lagi naira mengambil barang itu dan mengatakan jika itu hadiah buat naira sebagai ucapan terimakasih Sudah membantunya selama ini mengatur dan mencuci pakaian nya..
"begitu rendi di depan pintu,"what? jadi kalian satu rumah? dan satu kamar?
hafidz dan naira pun kaget melihat rendi tiba-tiba nongol. dan hafidz hanya menepuk jidatnya, bisa nya dia melupakan rendi. " jadi baju itu? lirih rendi dan hafidz langsung menutup mulut rendi dengan tangannya.
"ayo kita keluar ajak hafidz pada rendi dengan tangannya masih setia menutup mulut rendi dan berujar pada naira. " lanjutkan saja pekerjaanmu ini hanya salah paham dan naira hanya mengangguk heran dengan mereka.
setelah keluar dari kamar itu hafidz kembali mendorong rendi turun kebawah. sampai di sana rendi minta penjelasan pada hafidz dan hafidz menceritakan mengapa naira sampai bisa tinggal di rumahnya Dan menjelaskan siapa naira?
"jadi naira anak sahabat ibu kamu? u....ala....... la...... ibu sama ibu sahabat dan nantinya anak dan anak cinlok dan akhirnya..... ups rendi tersenyum membayangkan. aku mendukungmu naira jadi ipar ku kelak nanti.
" dasar ... pikiranmu. "hafidz menyentil jidat rendi seketika. " khayalan kamu tingkat dewa.
"katakan yang sejujurnya padaku apa kamu ada perasaan dengannya?
hafidz diam tidak ingin siapa pun mengetahui perasaannya masih Ada rasa gengsi mengakui hal itu.
.
__ADS_1
" Sudah lah ayo berangkat! " ajak hafidz pada rendi mengalihkan pembicaraan.tentu rendi sangat kesal karena hafidz tidak menjawab pertanyaannya.
🙃🙃🙃🙃🙃🙃🙃🙃🙃🙃🙃🙃🙃