TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
Bahagia


__ADS_3

Wajah Mhyca nampak merah,diiringi senyum yang begitu indah,terpancar kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata,sejenak terdiam,namun sorakan para tamu undangan tetap memanaskan suasana membuat Mhyca reflek menyahut" IYA,AKU MAU". jawaban itu di ucapakannya dengan lantang.


Suasanapun semakin heboh dengan gerakan Wira yang tanpa ragu menarik Mhyca kedalam pelukannya."terimakasih Mhyca,aku janji tidak ada air mata,tidak ada sedih,aku hanya akan mengisi hubungan ini dengan kebahagian,kita ukir masa masa indah bersama."


"Akupun tidak meragukan semua kata yang kau ucapakan,tanpa penjelasan aku sudah bisa membaca sebuah ketulusan dimatamu." Mhyca lagi lagi melempar senyum manisnya.


Terlihat yuli,izzam,dan Diki melompat kegirangan di sudut kanan mereka"yeeee,,,kerja keras kita tidak sia sia" ujar Yuli".Diki dan izzam bersiul bersamaan "cuit cuit"


Nampak disudut lain Lisa yang seamakin kesal dengan pemandangan yang ada dihadapannya.berbeda dengan Ika,Mita,Elly mereka memuji pasangan baru tersebut"wah beruntungnya Mhyca bisa dapat laki laki sempurna seperti itu".ujar elly dengan wajah polosnya.


"mereka benar benar serasi" ika menimpali.


Malam semakin berlalu,acara pembukaan cafe pun berjalan.Tak sedetik pun genggaman Wira tak melepas tangan Mhyca.


"Aku yang paling bahagia saat ini."bisik Wira ditelinga Mhyca.


Mhyca pun semakin larut dengan buaian kasih asmara yang dirasakannya untuk pertama kali.


"Aku juga bahagia KK".ujarnya membalas bisikan Wira.


"Kamu adalah alasan kenapa aku buka tempat hiburan di kota ini,agar masa masa senggangmu lebih banyak kau habiskan disini, bersantai,kamu bebas masuk kapan saja disini".Wira semakin membuat Mhyca tersenyum puas.


"Kamu tidak perlu melakukan hal luar biasa seperti ini,karena jujur rasa cintaku tdk perlu ada alasan untuk bisa tetap menginginkan hadirmu di sisiku."Menatap wira dengan penuh ketulusan.


Yuli,izzam dan Diki mendekati"Itu tangan lengket banget kayak perangko,nempel terus susah banget ya lepasnya."ujar Diki dengan wajah sedikit serius.

__ADS_1


"kamu sih kelamaan jomblo,Cari pasangan gih,biar kamu tau gimna deg deg serrr nya jantungmu ketika bergandengan tangan dengan orang yang kau sayang."sahut izzam.


"Enak aja,mentang mentang kalian berdua ada pasangan seenak hati ledekin orang,kalian tau jomblo ku itu berkwlitas,suatu saat akan datang dengan sendirinya,ketika takdir itu sudah berpihak kepdaku,Bidadari itu pun akan muncul sendiri dihadapanku," sahut Diki dengan nada kesal.


" oh jadi menurutmu tidak perlu berbuat apa apa tinggal menunggu???Ngarep lu,mimpimu terlalu tinggi yang ada gak ada lagi yang tersisa gadis cantik,keburu lapuk luu" ujar yuli sembari tertawa."


Acara pun telah usai,mereka pulang ketempat masing masing.Wira mengantar Mhyca balik.


Beberapa saat kemudian mereka tiba di tempat Mhyca.Wira bergegas turun dukuan dan membuka pintu mobil untuk Mhyca,"silahkan Ratu Ku" ujar Wira sembari menyedorkan tangannya.


"Malu diliatin orang"ujar Mhyca tersipu malu.


"Biarin,kenapa harus malu,,,biar dunia tau kau ini milik ku,,,Mhyca kau harus selalu ingat!!! AKU ADA DISINI karena Kau Cinta".ujar Wira,kemudian menyentuh kening Mhyca dengan sebuah kecupan penuh kasih.


Tiba tiba klakson mobil berbunyi,mereka pun memisahkan diri,terlihat rombongan Lisa dan teman temannya yang baru tiba,namun mobilnya terhalangi oleh penampakan kedua orang yang lagi kasmaran.


"Kamu bisa menegur mereka dengan sedikit lebih sopan,jangan teriak".bujuk Ika.


"selalu saja kau seperti itu,jelas jelas mereka salah,halangi jalan" ujar lisa semakin kesal.


"memang benar tapi kamu tidak perlu kasar!" ujar Ika mulai kesal dengan Lisa yang ngeyel tidak mau mendengarkan sarannya.


"Maaf,,saya salah" ujar Mhyca menuduk malu,merasa bersalah.


Wira mengdonngakkan dagu Mhyca"kamu tidak usah takut,lagian dia berlebihan,tidak seharusnya teriak begitu,apa dia tidak pernah belajar sopan santu" ujar Wira mulai kesal.

__ADS_1


Mobil lisa pun bergerak menuju parkiran tanpa menghiraukan mereka.kemudian bergegas turun dengan wajah penuh kebencian,lain halnya dengan Ika dan yang lain,mereka menunggu Mhyca.


"kamu jangan hiraukan Lisa" Wira menenangkan Mhyca,mengusap lembut kepalanya.


"aku tidak apa apa,aku masuk dulu" menatap wira untuk meyakinkan.


" Baik,,Tapi Senyum dulu!!!


Mhyca Berusaha menutupi kesedihan dengan senyum kecil dibibirnya.


Mhyca melangkah masuk,menghampiri Ika yang sedari tadi menunggunya.


" maafkan Lisa atas kejadian tadi"


"iya,,seharusnya tidak perlu sekasar itu" ujar Mita.


"wajar lisa kesal,lagian aku yang salah".


"kamu jangan pikirkan itu,hanya hal sepeleh gini juga,bisa bisa mood mu berubah,harusnya saat ini kamu senang senang,karena pengeranmu telah mengungkapkan ketulusan cintanya,aku aja yang lama bermimpi kehadiran sang pangeran,gak terkabul." ujar Elly polos.


"uhhh kamu tu dari dulu juga,ceritanya pangerang pangerang.Pangerang apaan yang ada pangerang kodok,noh noh sana cari pangerangmu di balik batu itu."ledek Ika dan yang lainnya sembari tertawa.


Lisa yang melihat mereka semakin kesal," Kau tidak berhak atas semua ini Mhyca" Gumangnya dalam hati.


waktu berlalu,ikatan cinta keduanya semakin erat.Wira bak pelayan Mhyca yang siap siaga mengatur segala jadwal kegiatan.

__ADS_1


Mhyca bak ratu,hanya mengikuti segala apa telah diatur untuknya.


Dikampus mhyca bertambah semangat,sehingga membuatnya berprestasi,di kosan kedekatannya dengan ika dan yang lain semakin erat,Begitu sempurna kebahagian yang dirasakannya sekarang.


__ADS_2