TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
Kecewa


__ADS_3

Sontak Mhyca tertawa melihat tingkah mereka,Sky dengan gaya cueknya sembari mengernyitkan kening.


"Kalian apa sih???kamu salah apa sampe harus nunduk begitu??kami kesini cuma mau ngucapin terimakasih,berkat kalian dan teman teman yang lain acara berlansung sukses,tamu tamu pada puas."Ujar Mhyca.


"kami kira Tuan marah"Ujar Galang terbata bata.


"Jangan panggil tuan,kedengarannya aku ketuaan,kalian juga tidak ada salah"Ujar Sky.


"Kan kakak emang sudah tua"Mhyca senyum meledek.


"Dasar kelinci nakal,,,berani ledekin beruan,aku makan kamu".Ekspresi Sky semakin gemes melihat Mhyca yang tersenyum, tangan Sky kearah ujung hidung Mhyca dan menariknya.


Sontak mereka bertiga terdiam,seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya,seorang CEO yang terkenal kejam,tak tau ampun sedang asik bermain begitu bahagia dengan seorang gadis kecil.


"Wah ini benar nggak sih CEO atau ini cuma CEO pengganti".gumang Gilang.


"Sedekat apa mhyca dengan Laki laki ini??? kenapa mereka seperti sepasang kekasih yang lagi merajuk cinta".pikir Guntur.


Tiba tiba Galang ceplos,"Wah serasi,para dewi pun akan iri melihat kalian,jika saja kalian benar bersama aku orang yang pertama memberi dukungan"


Gilang dan Guntur menarik tangan Galang"husss,,mulutmu dijaga,tiap ngomong main ceplos aja,maaf Tuan teman kami hanya bercanda" Ujar Gilang yang sudah merasa ketakutan


Guntur hanya terdiam memegang tangan Galang"awas aja kamu Galang kali ini tidak ada maaf kalau saja Tuan ini marah."Gumangnya dalam hati.


Tetapi reaksi tak terduga datang dari Sky,dengan senyum begitu lebar disertai acungan jempolnya untuk Galang"Sangat setuju,kami memang serasi,dan kalian tau kami sudah ditakdir OlehNya untuk bersama".


Sontak membuat mereka kaget dan menganga"ahggggg"


"Kakak bercandanya jangan kelewatan,apaan ditakdirkan bersama."Pipi Mhyca memerah.


"Kan kita memang selalu bersama dari kecil dan sekarang,dan kamu siapa namamu??? " Menunjuk Galang.


" Sa,,,sa,,saya Galang Tuan"


"Kamu tidak perlu takut, aku bukan pemangsa manusia,karena moodku lagi bagus aku traktir kamu hari ini,sebut saja apa yang kamu inginkan!"


Berasa dapat rejeki nomplok Galang me yebutkan deretan keinginannya membuat Gilang dan Guntur geleng kepala.


"Itu belanja bulanan atau apa Lang???banyak amat"Celetuk Guntur.


Galang yang baru tersadar merasa malu,nyengir dihadapan Mhyca dan Sky"Hehe,,,,maaf Tuan,aku nggak mau apa apa".


"Bilang saja sebelum saya berubah pikiran".


"Nggak Usah,,,,"


"Ya udah aku traktir lain kali".


"Baik tuan,"


Mhyca pun kembali mencari cari teman yang lain.


"Hei,,, Galang yang lain kemana???"


"Mereka diruangan ujung,kayaknya mereka kelelahan,"


"Duh kasihan mereka,kakak ayo kesana "


"Kamu saja,,,aku tidak suka ketemu perempuan"


"Gak suka kete.u perempuan tapi sama Mhyca nempel aja kerjaannya".Mhyca memanyungkan bibirnya.


"Kamu jelek kalau begini,kan beda lagi kalau Mhyca sudah prioritas,mata ini benar benar ditutup untuk melihat yang lain" Sahut Sky.


"Udah kalah kamu Galang".Gilang cekikikan mendengar gombalan Sky.


"Ya sudah Mhyca saja yang masuk,kakak pulang saja!!!"


"siapa yang mau pulang? aku tunggu kamu ditaman"

__ADS_1


"serah"Mhyca berlalu meni ggalkan mereka.


"He kalian,temani saya ketaman,ada yang mau saya bicarakan".


"Baik Tuan"Sahut mereka.


Sesampainya ditaman Sky melontarkan beberapa pertanyaan seputar Wira.


"kalian jujur saja apa yang kalian ketahui tentang Wira"


"Wira pacar Mhyca Tuan" ceplos Galang.


"Aduh kumat dodolnya"ujar Gilang dengan suara pelan.


"Kalian jangan khawatir saya tidak akan marah"Ujar sky.


"Wira memang pacarnya Mhyca,tapi kalau saya bilang mereka tidak bisa sampai akhir,dia jauh saat dibutuhkan tidak ada,dia itu menurutku tidak nyata


"Ujar Guntur.


"Otak lu encer juga ya" Ujar Galang menyelah.


"Tapi memang benar,sampai kapan sih hubungan bisa bertahan,godaannya banyak,hyca mungkin saja bisa setia tapi lakinya mana tau".Ujar Gilang menimpali.


"The best,,,kalian benar," Sahut Sky.


"Tuan,,,maaf tapi kalau boleh jujur,Tuan lebih cocok dengan Mhyca,apa apa hanya tuan yang ada didekat Mhyca,lagian kalian sydah dekat sedari kecil,soal perasaannya Mhyca kita tidak tahu,kali aja dia juga suka".


"Kali ini aku setuju sama kamu Galang"


Mereka bertiga seolah menghasut Sky agar berjuang mendapatkan hati Mhyca.


"Itu sudah pasti saya lakukan,saya sudah cukup menderita 15 tahun bukan waktu yang mudah melewati masa masa sulit itu,terpisah dengannya membuat separuh hidupku hilang,sehingga orang menganggap ku monster."


" So Sweet banget Tuan,betapa besarnya Cinta Tuan Untuk mhyca harusnya merasa lebih beruntung bila memilih anda ketimbang bertahan dengan Wira yang tak nyata"


O ya kalian jangan panggil tuan,panggil kakak saja kakak saja"


" Kami tidak bisa selancang itu Tuan"


" atau panggil Kakak Bos saja??"Ujar Galang.


"iya boleh,,,,asal jangan manggil kakek Bos saja,hhhh" Sky tertawa.yang lain ikut tertawa.


Terlihat Anton disudut cafe menatap mereka berempat kelihatan akrab" Mereka seakrab itu,saya saja yang ikut dengannya puluhan tahun tak pernah berani duduk berdekatan seperti itu,Mhyca betul betul membawa pengaruh positif,semoga Mhyca tidak memghilang lagi biar Tuan Muda tidak kaku lagi."Ujarnya dalam hati.



Ika yang melihat Anton berdiri sendiri sontak mendekat,"Pak Anton sedang?"


kedatangan Ika membuat Antom sedikit kaget"Kamu,,,aku melihat mereka."


Dilihatnya Galang,Gilang,Guntur,dan Sky yang sedang asik berbicara.


"Apa temanku berbuat ulah???maaf mereka"


"Tidak mereka tidak salah apa apa,mereka membuat Tuan Muda tertawa lepas,ini situasi yang paling langkah bisa dibilang hampir tidak pernah ia lakukan semenjak 15 tahun lalu".


Ika terdiam"Bukan kah ini ada hububgannya dengan Mhyca??? pantas saja dia ogah bicara sama aku tapi giliran Mhyca dia responnya cepat,duhhh suasana yang paling sulit,dia datang ketika Mhyca sudah bersama Wira,ahhh sudalah biar waktu yang menjawab Mhyca tetap bersa Wira atau bakal bergeser Ke Sky,aku cukup mendukung pilihan Mhyca.


"Kamu kenapa diam?"


"Tidak apa apa pak,maaf saya duluan" Ika berlalu


Anton merasa ada yang aneh dengan hatinya,setiap bertatap muka dengan Ika dia sontak menunduk tak mampu menatapnya secara lansung" Ahhhggg,, aku tidak suka seperti ini,sadar Anton jangan goya" ujarnya dalam hati.


Acara pun selesai,mereka pun bergegas kembali kerumah masing masing,diperjalanan Mhyca mengingat kejadian tadi sore di balkon, Sky yang hampir mencium bibirnya.


Ditempat lain Sky masih mengingat perkataan Gilang"Peluangku jauh lebih besar,Wira bukan lawan yang kuat untukku" Ujarnya sembari tersenyum kecil,Anton mengintip aktivitas Sky dari kaca depan,namu. ketahuan.

__ADS_1


"Apa aku terlihat bodoh Anton???


"Maaf,,, Tuan,anda tidak pernah terlihat bodoh,anda selalu yang terbaik".


Tidak seperti biasanya Sky hanya tersenyum melihat Anton yang ketakutan.


*****


Waktu semakin berlalu tak seharipun perhatian Sky lupuk kepada Mhyca,bak sepasang kekasih sungguhan.Disisi lain Wira yang semakin sibuk dengan pekerjaannya seolah lupa akan waktu yang ia sepakati dengan Mhyca.


Tepat setahun berlalu ia pergi dan hari ini adalah waktunya dia kembali,Mhyca yang sedari siang sibuk didapur menyiapkan beberapa makanan,terlihat Ika dan yang lain membantunya.


"Duhhhh yang lagi rindu,ntar lagi bakal ketemu do'i,,,jantungmu nggak meledak kan" Ujar Elly sembari meraba dada Mhyca.


"Apaan sih,biasa aja??"


"Benar biasa aja???Ini pertemuan pertama kalian lo setelah pisah selama setahun" Tambah Mita.


"Kalian suka sok tau,apapun yang mau kita hadapi kita tidak boleh bereaksi berlebihan,kalau gagalkan atau tidak sesuai harapan kan sakit,kecewa itu berat" ujar Lisa dengan tegas.


"Sudalah,lanjutkan kerjanya,apapun yang terjadi asal bersama sedih atau senang akan kita lalui dengan muda " Sahut Ika.


Mereka tertawa bersama.Karena keasikan memasak waktu tidak terasa berlalu,senjak pun sudah nampak dipelupuk timur bersiap menjemput matahari pertanda gelap akan segera tiba.


Mhyca yang sudah telihat cantik dengan dandanan sederhananya duduk di ruang tamu sesekali beranjak dari kersi mengintip kearah jendela,


Waktu semakin berlalu arah jarum jam sudah menunjukkan pukul 21.30 WIT,namun belum ada pertanda akan datangnya orang yang ia tunggu.


Ika dan yang lain merasa kasihan kemudian menghampirinya"Apa kamu tidak salah harinya??Mungkin saja hari lain?"Ika bertanya dengan pelan.


"Aku benar Ika,hari ini waktunya,atau apa terjadi sesuatu dengannya di jalan?" Mhyca pun terlihat sangat panik.


"Kamu tenanglah,Kalau kamu seperti itu kita tidak bisa berfikir jernih" Ujar Lisa.


"VC aja,, biar kita tau dia dimana semarang" ujar Elly.


"o iya aku lupa,Hp mana Hp?"Mhyca terlihat sangat tidak sabar.


"Hp nya di tanganmu!!!"tunjuk Mita.


"Kamu tenang dulu deh,kalau sudah tenang baru boleh nelpon"Ujar ika sembari mengusap bahu Mhyca.


Beberapa saat kemudianhyca tenang dan mencoba menghubungi Wira.panggilannya pun terhubung tak lama Wira menjawab telponnya.


"Halo"


"Halo kamu dimana"


"Aku apartemen,kamu kenapa??apa kamu sakit? suaramu tudak seperti biasanya"


Mhyca terdiam memdengar jawaban santai dari Wira.


"apa kamu lupa hari ini??"


"Emang ada apa dengan hari ini??"


jawaban Wira sontak membuat wajah Mhyca memerah air matanya pun sudah nampak di pelupuk,seolah akan mengalir namun ditahan,Mhyca mulai terlihat sesegukan,dan mengakhir telpon tanpa pamit.


Mhyca berlari keluar rumah menuju sebuah taman,sementara Ika dan yang lainnya tak mampu mengerja.


Mereka pun panik


"Mhyca kamu dimana?" teriak mereka satu persatu,


"Bagaimana ini??? Mhyca dimana sih,apa yang dikatakan Wira sehingga membuat Mhyca terlihat sangat Kecewa.


Bersambung!!!😥😥😥😥😥


(bantu like vote n favoritin kaka'hiks hiks hiks mulai melow)

__ADS_1


__ADS_2