
rumah utama pak sulaiman.
anak menantu dan cucu pak sulaiman berkumpul seperti sebelumnya. waktu terus berlalu rizki pelan-pelan melupakan semua yang pernah terjadi.
kehangatan keluarga itu memberikan sejuta harapan bagi rizki. bibi nani dan bibi ina selalu setia melayani keluarga itu.
"alhamdulillah ya ina. akhirnya deng rizki kembali tersenyum walau tidak seperti dulu. ucap bibi nani yang melihat keluarga itu kumpul makan malam bersama
" iya. semoga deng rizki segera mendapat pengganti almarhum nyonya atika biar deng rizki tidak terlalu lama dalam ke sendirinya. ucap bibi ina.
"ya semoga saja. amin. ucap bibi nani lagi.
selsai makan malam mereka kembali berkumpul di ruang keluarga. sementara rizki asyik bermain dengan ponakannya itu.
" om besok antar hafidz ke sekolah ya?
"ih kenapa harus om?
" iya. ada guruku cantik om. siapa tahu om naksir.
"dasar anak kecil. sekolah saja dulu tidak usah urus urusan orang dewasa. ketus rizki pada ponakannya itu yang kini sudah duduk di bangku SMP kls tiga
" paman!! asal paman tahu ya, saya ini bukan anak kecil lagi sebentar lagi saya akan masuk SMA. paman nya aja yang tidak sadar.
"hei. dimata paman kau itu masih bocah.
" a... paman. jangan panggil aku bocah. aku malu paman dengan panggilan itu.
__ADS_1
semua keluarga yang melihat kedekatan antara paman dan ponakan itu hanya bisa tersenyum ikut bahagia.
entah mengapa wajah rayhan saat itu seperti menahan rasa sakit bagian kepalanya. anisa yang menyadari itu bertanya
"mas rayhan kau tidak apa-apa.
" entahlah sayang akhir-akhir ini kepalaku sering sakit. ucap rayhan.
"sebaik kau periksa ke dokter . ucap ibu kika melihat anaknya meringis kesakitan.
" mungkin aku kelelahan saja. ucap rayhan.
"kalau begitu ayolah kita istirahat. ucap anisa pada suaminya. sementara Hafidz masih setia berbincang dengan pamannya itu.
...****************...
saat hendak turun sarapan pagi dirinya hampir saja terjatuh karena penglihatannya yang tiba-tiba kabur.
"mas rayhan mas baik-baik saja?
" iya sayang aku baik-baik saja. tapi entah mengapa penglihatan ku agak kabur.
"apa? mas sebaiknya kita dokter memeriksakan kesehatanmu. ucap anisa.
rizki yang baru tiba bergabung dimeja makan dan mendengar suami istri itu pun ikut menyahut.
" kak rayhan kenapa ma?tanya rizki pada mamanya
__ADS_1
"itu kakak kamu akhir-akhir ini sering sakit kepala dan penglihatannya sering kabur.
" apakah betul seperti itu kak?
"iya. entahlah.
" sebaiknya kakak periksakan diri deh ke dokter.
tak lama kemudian rayhan merasa mual dan segera berlari menuju kamar mandi dekat dapur.
anisa melihat suaminya seperti itu semakin gelisah.
"mas rayhan bangun!! teriak atika dalam kamar mandi karena tiba-tiba rayhan pingsan.
rizki pun dengan segera berlari dan menghampiri anisa yang berteriak histeris. dan alangkah kagetnya saat melihat rayhan tergeletak dilantai.
" bini nani panggil satpam diluar cepat. dan telepon ambulans. panik rizki
"mas rayhan bangun!! teriak anisa histeris.
rayhan pun segera dibawa ke rumah sakit. dan anisa pun menyusul bersama ibu mertua seketika itu. sementara pak sulaiman sudah di beri kabar jika rayhan masuk rumah sakit.
di dalam mobil rizki begitu khawatir dengan keadaan kakaknya. rasa trauma yang sudah mulai menghilang kini rizki kembali menegang.
bagaimana tidak kejadian kecelakaan yang pernah menimpa kakaknya dulu yang pernah mengalami koma membuatnya was-was.
"aku harap kak rayhan baik-baik saja. dan semoga hal itu tidak terjadi batin rizki.
__ADS_1