TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
TAKDIR Cintaku 2 kelucuan Baby Alga


__ADS_3

Hari pertama masuk semenjak baby Alga hadir dalam kehidupan mereka seakan dunia Hafidz berubah.


Hafidz begitu bersemangat ketika selesai berpakaian Hafidz mendekati Alga yang kini dalam gendongan Naira. Melihat Naira menggendong baby Alga yang cukup tidak stabil Hafidz memilih diam. ya. kondisi jalan Naira memang tidak seperti perempuan normal pada umumnya semenjak kecelakaan itu merenggut kakinya hingga harus amputasi.


Tapi semangat Naira begitu besar hingga mampu mengimbangi hal itu. Naira berbalik ketika mencium aroma parfum suaminya. merentangkan kedua tangannya.


"kemari Alga. biar aku yang bawa. Hafidz mengambil Alga dari gendongan Naira menuju meja makan untuk sarapan sebelum berangkat kerja.


Namun Hafidz bukannya mengisi perutnya dia mendahulukan menyuapi Baby Alga.


" Mas nanti kamu terlambat lho. Sini biar aku yang suapi Alga. sahut Naira dan Hafidz mengalah sambil melihat jamnya.


Mpok Ramlah sangat bahagia melihat keluarga majikannya kembali seperti dulu.


hingga sarapan pagi selesai dan mengantar Hafidz sampai tak terlihat lagi. Naira masuk rumah dan menutup pintu.


***


Di kantor tampak wajah berseri membuat seluruh karyawan heran melihat direkturnya hari tampak sangat bahagia berbalik dengan hari-hari sebelumnya yang terlihat hanya wajah yang datar dan dingin.


Rendi sahabatnya sekaligus sekretarisnya mendengar kabar itu langung memeluk Hafidz dan memberikan ucapan selamat.


"Selamat buatmu. walau dia bukan anak kandungmu tapi dengan cinta dan ketulusan aku yakin kamu bisa membentuknya pribadi anak yang berakhlak. Mengadopsi atau mengangkat anak adalah tindakan yang mulia. Sebab, tak semua orang mampu melakukannya.


" Ya. aku dan Naira sekarang sangat bahagia. Kini kami bisa merasakan bahwa ternyata menjadi orang tua seperti itu.di saat kami sangat mendambakan datangnya si buah hati. Namun ketika penantian itu tak kunjung berakhir, kami memutuskan mengambil langkah adopsi. disaat aku dan Naira memutuskan mengambil langkah ini aku dan Naira sangat yakin bahwa semoga dengan langkah ini bisa memberikan sebuah ketenangan, keberkahan dalam rumah tangga kami.


Rendi termenung. mendengar cerita Hafidz kadang dirinya mengeluh disaat merasa lelah dan istrinya meminta untuk membantunya mengurus anak pertamanya bukannya membantu malah menolak dan meminta pembantunya yang melakukannya.


Bahkan pernah anaknya sakit rewel nya bukan main membuat kepala Rendi seakan pecah dan amarah menguasainya sampai keluar kata yang tidak pantas di ucapakan.


Melihat Rendi termenung Hafidz melemparkan sahabatnya itu sebuah gulungan kertas ke wajahnya.


"Kenapa tuh muka?


" Ah tidak. aku hanya merenungi diriku sendiri bahwa mejadi orang tua itu tangung jawabnya berat. Aku sadar bahwa aku belum termasuk ayah yang baik.


"Jangan begitulah kamu pantas sangat bersyukur karena istrimu melahirkan anakmu dari rahimnya hingga lahirlah yang kamu sebut buah hati. sementara kami melahirkan Alga lewat hati.

__ADS_1


tidak lama mereka berbincang vidio call Naira masuk dan tapak di sana wajah mungil Alga nongol membuat Hafidz tersenyum.


"Ayah sibuk? ucap Naira dibalik layar namun hanya wajah Alga yang terlihat dan keluar kata MA-MA PA


" Iya sayang, ayah lagi kerja. Alga udh bobo?


Rendi tersenyum melihat Hafidz mengajak putra angkatnya berbicara. hal inilah jarang Rendi lakukan membuatnya KAGUM.


"Udah dong ayah. Ayah udah makan?


" sudah ini lagi sama om Rendi."


"Hai om Rendi gimana kabarnya salam Ya ama aunty. nanti ada waktu Alga jalan-jalan ke rumahnya.


Rendi hanya melambaikan tangan. menurut pandangan Rendi melihat Alga. wajah Alga ada kemiripan antara Hafidz dan Naira.


setelah mengatakan hal itu Hafidz tidak percaya bagaimana bisa hal itu terjadi. sementara Alga bukan anak kandungnya.


" Ayah alga pamit ya... ayah jangan terlambat pulang Alga merindukan ayah. terlihat Alga tersenyum dan meraih layar handphone.


video call berakhir terlihat wallpaper ponsel Hafidz wajah Naira dan Alga yang tertidur begitu nyenyak. begitu lama Hafidz memandangi wajah itu.


Rendi kagum dengan ketulusan sahabatnya itu. Hari itu Rendi mendapat pelajaran berharga dalam kehidupan Hafidz seperti apa menjadi sosok ayah. Ada rasa rindu di hati Rendi untuk segera pulang bertemu dengan buah hatinya.


kembali berkutik dengan pekerjaan yang menumpuk. sebuah panggilan masuk di ponsel nya dan melihat panggilan dari Naufal dan meminta Hafidz nongkrong ditempat biasa.


Hafidz menolak secara halus. dengan alasan ada urusan keluarga. sementara naufal diseberang merasa kecewa. melati yang melihat ekspresi naufal ikut heran


"bagaimana dia mau datang?


" Tidak. sepertinya kita tidak bisa bertemu seperti dulu.


"kenapa sayang. hubungan kita sudah cukup jauh


" Yang ada nantinya istriku akan curiga. tapi tenang saja uang bulanan mu akan aku transfer setiap bulan.


"Lalu jika aku merindukanmu gimana? tanya melati pada Naufal.

__ADS_1


" Ya kamu datang aja ke rumah seperti biasa. besok ada acara keluarga. Bukanlah kamu dan istriku sahabat? kamu lupa ya?


"Baiklah." sambut Melati.


****


Hafidz pulang dari kantor dan disambut oleh Naira dan Alga yang kini berada di kereta dorong nya. Hafidz memberikan tas kerjanya pada Naira dan langsung mengambil Hafidz dari keretanya. Hafidz tidak menyadari kehadiran ibunya


Anisa yang kebetulan ada di sana teringat dimasa kecil Hafidz. apa yang dilakukan Hafidz hal yang sama dilakukan Rayhan almarhum suaminya dulu saat pulang kerja.


"eh... ibu? sejak kapan ibu disini dan ayah di mana? masih di kantor? ibu..... kenapa ibu menangis?


" Tidak nak. ibu turut bahagia melihat kalian bahagia. Teruslah bersyukur dengan apa yang dititipkan padamu. Lihatlah Alga dia mengelus wajahmu.


MA-MA MA-MA PA-PA...... HEHE....


"Iya ini ayah masih asem. jadi sekarang Alga sama nenek dulu ya.


Naira mengikuti suaminya untuk menyiapkan kebutuhan suaminya namun Hafidz mencegahnya.


" Sayang tidak usah kamu siapkan aku bisa ambil sendiri. lebih baik kamu duduk di sini istirahat sambil menunggu aku selsai mandi ok.


"Tapi sayang.......


" Jangan membantah. Aku tidak mau kau sampai sakit karena kelelahan.


"Mas... aku bahagia sekarang.Aku menemukan kembali suamiku yang sempat aku merasa kehilanganmu.


Hafidz berbalik dan menghampiri Naira kemudian memeluknya.


" Maafkan aku."


"udah mas. cepat mandinya.... keburu sore nantinya.


Naira tetap menyiapkan kebutuhan suaminya juga merapikan tempat tidurnya sambil menunggu sang suami selsai mandi sore.


Kini Hafidz dan Naira keliat dari kamar. Hafidz kembali menggendong Alga dan mengajaknya bermain sementara Anisa dan Naira menuju dapur membantu Mpok Romlah menyiapkan makan malam mereka.

__ADS_1


terdengar suara Hafidz tertawa sampai di dapur dimana Hafidz terlihat meletakkan Alga di atas dadanya dan Alga tampak menyentuh hidungnya sampai air liur Alga hampir mengenai bibir Hafidz, hal itulah yang membuat Hafidz tertawa tidak habis pikir. juga Baby Alga memukul mukul wajahnya sambil keluar bunyi suara baby pada umumnya.


Alga ikut terkekeh bersama tawa Hafidz yang pecah. Anisa dan Naira berinteraksi lewat mata dan tersenyum bahagia.


__ADS_2