TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
Part 46


__ADS_3

Tak lama setelah kepergian Argano, pintu kamar terbuka masuklah Fandi diikuti Zayn.


" Ra, gimana kondisi kamu?" tanya Fandi.


" Baik mas. Terimakasih sudah mengkhawatirkan aku. Mas boleh aku minta tolong bawa si kembar sementara ke rumah mama Siska.jangan lupa ajak Lisa dan Sari. Suruh mereka menyiapkan keperluan si kembar selama d rumah mama Siska."


" Ok nanti aku akan membawa si kembar ke rumah mama. Tapi gimana dengan kamu, Ra? Apa kata dokter? Kenapa sekarang perutmu kempes, apa kamu sudah melahirkan?"

__ADS_1


" Mas Fandi mah kebiasaan kalau nanya selalu panjang lebar, bikin orang bingung mau jawab yg mana dulu." aku mencoba tersenyum dan menganggap hanya ada aku dan mas Fandi. Berusaha mengabaikan keberadaan Zayn karena aku benar-benar kecewa padanya.


" Iya maaf, aku cuma khawatir sama kamu, Ra. Takut terjadi sesuatu pada dirimu. Kamu tau kan dari dulu kamu itu prioritas ku."


" Ga usah gombal dech mas. Kalau aku prioritas mu ga mungkin kamu membiarkan aku melahirkan dan membesarkan si kembar sendirian hingga si kembar segede itu. Bilang aja mas seneng kan aku pergi jadi mas bisa deket2 ma Salsa." 😾😾


" Masa sich mas, kok aku ga percaya ya. Kata Vivi, udah beberapa kali lihat mas Fandi dan Salsa jalan bareng. Ciye2 mas Fandi udah move on." godaku.πŸ˜€πŸ˜€

__ADS_1


" Sampai kapanpun aku ga bisa move on dari kamu, Ra. Karena ga ada cewek spesial seperti kamu. Kamu itu limited edition." gombalnya.


" Kok sekarang mas Fandi seneng gombal ya, belajar dari mana sich."


"Honey, gimana keadaanmu dan baby kita?" Tanya Zayn yg mulai bosan mendengarkan kami asyik bercanda. Dia kesal karena merasa diabaikan. Tapi aku tetap tidak menanggapi pertanyaannya. Bodo amatlah. Emang enak dicuekin. Siapa suruh bohong. Bilangnya jenguk mommy Erin yg lagi sakit ternyata malah jalan sama cewek lain di cafe. Siapa yg ga kesel ngeliat suami bercanda ma cewek lain, sementara istrinya lagi hamil besar. Bener2 harus dikasih pelajaran,suami ga ada akhlak.🀭


Tak lama setelah puas bercanda dengan Fandi, aku menyuruh Fandi segera pulang, takut si kembar nangis. D ruang rawat ku, sudah ada Ruri yg menemaniku. Sementara Zayn duduk di sofa yg ada d ruangan itu. Argano sengaja memesan ruang VVIP demi kenyamananku. Saat dokter dan suster datang, aku sengaja meminta suster untuk membuat Zayn dan Ruri keluar dari ruangan itu. Setelah mereka keluar aku meminta dokter merahasiakan kelahiran anakku. Aku akan pergi ke ruang bayi jika waktu menyusui tiba dan suster akan membantu mengantarku ke ruang bayi. Aku sengaja menyembunyikan kelahiran bayiku untuk memberi pelajaran pada Zayn. Selama ini dia masih saja plin-plan jika berkaitan dengan mommy nya. Sebagai kepala keluarga harusnya dia tegas apalagi udah mau punya anak. Setiap kali dia ke rumah mommy Erin, dia pasti menuruti kemauan mommy nya termasuk jalan dengan Alicia. Lama2 bosen juga kalau terus begini. Dari dulu aku sudah menyuruhnya menuruti kemauan mommy nya untuk menikahi Alicia, tapi dia tetap memaksa menikahi ku. Tapi sekarang kejadian yg lalu terulang lagi. Rasanya udah ga sanggup lagi menghadapi kelakuannya. Kalau boleh memilih ingin berpisah aja, tapi bagaimana dengan anak2.

__ADS_1


__ADS_2