TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
Part 44


__ADS_3

" Kamu pasti capek ya, sayang?" tanyaku pada Zayn. Aku menyerahkan botol jus jeruk padanya.


" Terimakasih honey. Kamu tau aja kalau aku haus. Si kembar dari tadi lari-larian terus. Kamu pasti capek ya tiap hari mengikuti mereka."


Zayn meminum jus itu.


" Aku senang melihat perkembangan mereka, rasa capek ku hilang saat melihat keceriaan mereka. Makasih ya yank sudah mau menjaga mereka."amu tau kan honey, mereka adalah belahan jiwa ku. Apapun akan aku lakukan untuk mereka."


Zayn baru menyadari kalau disebelah ku ada seseorang.


" Maaf anda siapa ya? Kenapa mengusap kepala putraku."


" Oh iya sampai lupa. Sayang kenalkan ini mas Fandi, papa kandung si kembar. Mas Fandi, ini Zayn, suamiku."


Mereka pun berjabat tangan.


" Zayn Xavier Hernandez, suaminya Clara."

__ADS_1


" Afandi Putra Nugraha, ayah kandung si kembar."


" Jadi ini ayah kandung si kembar? Apakah kita pernah bertemu?" tanyanya penasaran.


" Ya. Kita pernah bertemu beberapa kali. Aku ga menyangka ternyata orang yg menjadi suami Clara adalah orang hebat seperti anda."


" Kau terlalu memuji tuan Fandi."


" Panggil Fandi saja."


Kami pun ngobrol sampai lupa waktu. Sebenarnya bukan aku tak tau kalau diantara mereka ada kecemburuan yg tak bisa di jelaskan. Fandi tentu saja cemburu melihat kedekatan anaknya dengan Zayn. Apalagi melihat aku menghapus keringat Zayn. Bukan maksudku untuk memamerkan kemesraan di depan Fandi, aku hanya refleks melakukan itu. Sementara Zayn cemburu karena Fandi adalah ayah kandung si kembar, ada kemungkinan kami kembali dekat demi merawat si kembar.


" Kamu kelihatan capek banget, honey. Mau aku pijit?"


" Akhir-akhir ini aku sering capek, yank. Mungkin bawaan baby nich. Dulu waktu hamil si kembar kayaknya ga gini-gini amat. Kenapa sekarang baru jalan2 bentar aja udah capek banget, yank." keluh ku.


Zayn mengangkat kakiku ke atas pahanya lalu memijat kakiku pelan. Rasanya nyaman sekali.

__ADS_1


" Tiap baby itu bawaannya beda-beda, yank. Mungkin sekarang baby lagi pengen dimanja. Jangan-jangan baby kita cewek yank."


" Mau cewek atau cowok yang penting sehat dan lahir selamat tak kurang satu apapun."


" Iya yank. Mulai sekarang kamu jangan capek-capek lagi ya. Ada Lisa dan Sari yg akan bantuin kamu. Fokus aja sama kehamilan mu ya sayang ku, cintaku. My lovely wife."


" Iya suamiku tercinta. Aku akan fokus pada baby kita sambil jagain Abang dan kakak."


" Yuk yank kita istirahat dulu."


Zayn menggendong ku ala bridal, kemudian kami tidur bersama sambil berpelukan.


Sejak pertemuan dengan Fandi di mall, Fandi sering WA dan meminta VC dengan si kembar. Si kembar yg sudah mengetahui kalau mereka punya 2 ayah merasa senang. Meski mereka belum tau kenapa mereka bisa punya 2 ayah, tapi mereka bahagia karena kedua ayah mereka sangat menyayangi mereka. Fandi dan Zayn memberikan kasih sayang yg berlebih pada si kembar. Kadang mereka bergantian menikmati weekend dengan anak2. Orang tua Fandi pun bahagia bisa dekat dengan cucu mereka. Mereka pun bahagia melihat cucu mereka tumbuh sehat dan makin lincah. Saat mengetahui kehamilanku, mama Siska semakin perhatian. Setiap hari datang membawa makanan kesukaanku, membantu menjaga si kembar, membuat salad buah untuk cemilan ku karena setiap malam aku selalu lapar, makanya mama Siska membuat stok salad buah di kulkas. Aku bersyukur meskipun mertuaku tidak menerimaku, setidaknya ada mama Siska yg memberikan perhatian lebih padaku. Hitung-hitung sebagai ganti karena beliau melewatkan kesempatan memanjakan ku saat aku hamil si kembar.


" Sayang, kalau ada apa-apa jangan lupa hubungi mama ya. Mama akan selalu ada buat kamu, sayang."


" Terimakasih ma. Maaf Clara selalu merepotkan mama."

__ADS_1


" He kamu itu ngomong apa sich nak. Mama ga pernah merasa direpotkan. Mama seneng putri mama yg cantik ini mau berbagi sama mama. Meskipun kamu tidak menjadi menantu mama, kamu tetap bagian dari keluarga Nugraha."


Kami pun berpelukan.


__ADS_2