
Ditengah Wira asik menggoda Mhyca tiba tiba muncul Sky dihadapan mereka,tatapan Sky begitu tajam mengarah kepada Wira,namun tak sempat mendekat,Mhyca berlari duluan menghampirinya,kemudian menyapa.
"Kakak,,,,bukannya hari ini kamu bilang nggak kesini???"
"pekerjaanku baru selesai,aku belum sempat apa apa karena khwatir dengan keadaanmu jadi aku lansung kesini" Ujar Sky menatap Mhyca.
Wira yang merasa cemburu melihat kedekatan Mhyca terhadap Sky mendengus kemudian menghampiri mereka."Kamu tidak perlu repot repot,dari tadi Mhyca aman aman saja bersamaku,iyakan Sayang"Wira meraih tangan Mhyca.
Emosi Sky memuncak namun ia berusaha mengendalikan.
Tahan Sky,,,jika kamu berbuat kasar kepada brengsek ini Mhyca akan kecewa,huufffff sabar,hela nafas,,,,
Mhyca yang melihat reaksi Sky yang sedikit berbeda dari biasanya ketika bertemu mulai memahami akan ketidak sukaan Sky kepada Wira,Ia pun melepaskan pegangan Wira,dan mendekat kepada Sky,"Kakak kamu sangat lelah,Mhyca baik baik saja kakak bisa liatkan???Kakak pulanglah,,,terimakasih kasih karena sudah begitu perhatian kepada Mhyca,tapi harusnya tidak perlu terlalu begitu,kakak jadi tambah banyak beban yang harus ditanggung,fokus sama pekerjaanmu saja.
"Saya tidak pernah merasa terbebani,,,"Ujar sky menatap Mhyca.
Wira yang seamkin cemburu melihat tatapan Sky yang begitu dalam terhadap Mhyca,kemudian mendekat kearah Sky "Tuan,,Mhyca sudah menyuruh anda pulang,jadi tolonglah anda pergi sekarang".Suranya sedikit meninggi.
Mhyca mulai kesal kepada Wira
"Kamu kenapa sih???bisa lebih sopan menegurnya???
"Aku sudah sopan sayang,dia saja tidak sopan sok perhatian kekamu"Wira menunjuk Sky.
Sky hanya terdiam,namun Mhyca semakin terpancing dengan sikap Wira"Kamu dengar baik baik,kami sudah terbiasa saling perhatian dari kecil hingga kini perhatian kami tetap sama,dan bersikaplah lebih sopan kepadanya".
__ADS_1
"Kenapa kamu bela dia??? aku ini pacarmu"Ujar Wira menatap Mhyca.
Mata Mhyca semakin menunjukkan kebencian"Kamu benar,,,kamu pacarku,bukan berarti kamu bisa bersikap semena mena kepada kakak,aku sangat menghormatinya,dan juga kamu tidak usah mengbangga banggakan status ini,aku saja ragu,apakah rasa ini benar masih cinta atau apa???
"Mhyca,,please jangan ngomong begitu,aku sangat tulus kepadamu,aku tidak pernah ragu dengan perasaanku,begitu kuminta kepadamu jangan ragu untuk membalasnya".
Sky bergeming dalam hati"Tau apa sih kamu tentang ketulusan???aku saja selama 15tahun hanya memberi dan memberi tapi tidak pernah meminta atau memaksa Mhyca untuk membalasnya.
Sky tersenyum sinis menatap Wira,Wira yang melihatnya tiba tiba emosi dan hampir memukuli wajah Sky,namun tak sampai Sky sudah menghindar.
"Apakah sifatmu memang seperti ini???Lebih baik sebelum berbuat sesuatu pikirkan secara baik baik" Ujar Sky kepada Wira.
"Kamu benar benar berubah,kamu pulanglah,aku semakin ragu dengan ucapanmu"Mhyca menunjuk Wira,bibirnya masih sedikit gemetar menyaksikan tindakan arogan Wira.
"Mhyca maafkan aku,aku refleks,,,!!!"berusaha menarik tangan Mhyca.
Mhyca juga lelah menghadapi orang seperti ini"
"Baiklah saya pulang,tapi kamu masuk duluan"
Tanpa pamit Mhyca berlalu dihadapan Wira,kemudian menuju kamarnya,seolah tak mampu menyembunyikan amarahnya ia bergegas keluar mendekati Sky,namun lagi lagi tonjokannya tidak sampai sadaran karena Anton menghalanginya kemudian diserang balik dengan satu hantaman diperutnya.
"Brukkkkk"
Wira pun tersungkur"Berani kalian main keroyokan"
__ADS_1
"Tutup mulutmu!!! siapa kau berani bersikap kasar terhadap Tuan Muda"Ujar Anton.
Kepala tangan Anton semakin erat,ahmpir saja melayangkan kewajah Wira,namun tiba tiba dihentikan oleh teriakan Sky.
"Anton,,,cukup,,,jangan kotori tangan dengan menghajar manusia seperti ini,masuklah!!!"
Anton melepaskan cenkramannya kemudian masuk mobil,mobilnya pun melaju meninggalkan Wira yang masih terlihat meringis akibat hantaman Anton.
"Harusnya malam ini aku happy bersama Mhyca,tapi kamu datang Sky,membuat semuanya berantakan,argggg aku tidak akan tinggal diam"
Ditempat lain Sky yang sedang berada di dalam mobil termenung mengingat perkataan Wira"Kenapa mereka masih bersama???alasan apa yang membuatmu memaafkannya Rabbit???lagi lagi kau bodoh mengambil keputusan,bukalah sedikit matamu!Cintaku jauh lebih tulus dibanding dia".
wajahnya nampak memerah,Anton yang menatapnya dibalik kaca ikutan emosi"Tidak biasanya Tuan Muda bersikap seperti ini ketika telah menemui Mhyca,pasti Laki laki tadi mengganggunya,Awas kamu!!!tidak ada ampun buatmu" ujarnya.
****
Mhyca yang sedari tadi masuk dikamar duduk merenung dipinggir tempat tidur,mengingat kejadian barusan,reaksi Sky sangat tenang walau dipancing terus terusan oleh wira"Kau sudah sangat baik kakak,trauma masa lalumu perlahan hilang,emosimu sudah stabil,tapi sayang Wira semakin kekanak kanakan,apa kepusanku untuk tetap bersama Wira sudah tepat???apa aku menyakiti kakak"Rentetan pertanyaan menerpa mhyca.
******
Waktu berlalu putaran jam semakin cepat,hingga menunjukkan pukul 05.00 WIT,,,hyca beranjak dari tempat tidur,kemudian bergegas kekamar mandi,bersih bersih kemudian menunaikan kewajiban subuhnya,tak lupuk ia berdo'a mohon petunjuk atas gunda yang ia rasakan,
"Ya Tuhan,,,,dekatkan lah aku jika Wira yang tepat untukku,biarkan semuanya mengalir dengan sendirinya,namun jika dia bukanlah pilihan terbaik darimu untukku maka pisahkan kami dengan baiknya"
Setelah selesai ia beranjak kemudian meraih Hp terlihat pesan dari Wira"Sayang hari ini aku balik ke kota D,, aku ada urusan yang harus segera dikerjakan,Aku sayang kamu" pesannya dilengkapi emoji love.
__ADS_1
Reaksi Mhyca hanya datar,tak ada sedihnya,seperti halnya seorang kekasih yang akan ditinggal pergi,namun ia hanya tersenyum sinis"Apakah do'aku kontan Engkau kabulkan ya Tuhan???"
Aku hanya perlu melalui hari hariku tanpa harus terikat oleh apapun,bukan aku yang memintanya tapi dia yang sendiri yang memilih untuk pergi.