TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
Wira Mhyca


__ADS_3

Wira menggenggam tangan Mhyca begitu lama semakin erat seolah tak mau melepaskan,Mhyca hanya tersipu malu,tiba tiba Yuli dengan suara cemprengnya meletuk"Woe,udahan salamannya,kalian gak mau duduk?O iya aku lupa kk Wira udah mau pulangkan?ya udah pulang aja,,hussss hussss!" sahut yuli sambil melambaikan tangannya dihadapan Wira.


"Yuli husss,,siapa bilang aku mau pulang,Aku masih mau disini,kamu nggak keberatan kan Mhyca?"Tanya Wira.


"Nggak,,aku gak ada hak untuk keberatan,tapi maaf lepas dulu tangannya!" jawab Mhyca sambil melirik tangan mereka yang masih perpegangan.


"Hmm maaf"Wira pun melepas tangannya.


"Ayo duduk Mhy,,!!" Wira mendorong kursi keluar dan mempersilahkan Mhyca duduk.


"Yeee yang lagi jatuh hati pada pandangan pertama,kita kita dikacangi" Yuli meledek Wira.


"Kamu apaan sih Yul,,,biasa aja"pipi Mhyca semakin memerah karena malu.


"Liat aja tu Kk Wira matanya gak mau berpindah,liatin kamu terus,Padahal dari tadi tu dia gak sabar nunggu,sudah mau pulang,eh pas kamu datang,keinginannya menciut".Yuli semakin memanas manasi suasana.Namun betul saja, Tak semenit pun Wira tidak melepas pandangannya ke Mhyca.


"Aku kalau di suruh natap Mhyca seumur hidup pun akau rela" tiba tiba Wira ngomong seolah jujur dengan perasaannya sekarang.


" woe broww,,sejak kapan kamu bisa berkata pujanggah??" sahut izzam sembari menepuk bahu Wira.


"itu bukan sekedar kata zam,bener aku rela" sambil melirik Mhyca.


Mhyca semakin tersipu malu dengan wajah yang semakin merah merona,membuat Wira semakin gemes,seolah ingin menyentuh pipi Mhyca.


"ya udah perut aku lapar,dari tadi nunnguin princes Mhyca,kk izzam pesan dulu makanannya,kamu pesan apa Mhyca?" tanya yuli.


"Sama aja dengan kalian"jawab Mhyca.


"kk Wira mau apa?" sambil melirik Wira


"aku udah kenyang Yuli,,cukup menatap wajah Mhyca,rasa laparku hilang seketika."


Sontak membuat Yuli semakin riu"Aduhhhh aku klepek klepek dengarnya,kk izam aja jalan udah beberapa tahun tapi gak bisa merayu dengan gombalan maut kayak begini.Yuli menyenngol Mhyca.


" Mimpi apa sih lu semalam kenapa gombal terus,aku rasanya mau muntah dengar gombalan murahanmu.izzam menunjuk Wira.

__ADS_1


Mhyca hanya nyengir"Aku pulang ya," Mhyca pura pura mau berdiri karena tak tahan lagi digombal.


"ok gak lagi,,tapi gak janji karena hati dan otak ini singkrong,damai rasanya jika menatap mata dan semua yang ada sama kamu.


" ngegasssss,,,terus aja,Mhyca udah gak betah" tutur Yuli.


Baru mau ngomong membalas Yuli,sontak izzam maju dan menutup mulut Wira"Udah diam,sekali kamu ngomong aku sumpel mulutmu pake tissu".


Yuli dan Mhyca hanya tertawa melihat tingkah Izzam dan Wira.


pelayan menghampiri sertak membawa semua pesanan.


Mereka menikmati makanan yg dipesan karena memang sudah kelapara,terlihat setiap kali Wira mau ngomong izzam dengan ginap menatap dengan tatapan menindad.


"Makan dulu,ntar lanjut hal lain" sahut izzam


beberapa saat mereka selesai,dan karena sudah sore sekali,mereka sepakat balik.


"aku antar kamu pulang ya"sahut Wira menarik tangan Mhyca.


"gak usah,lagian aku bawa sepeda motor".


"merepotkan,Kk wira lansung balik aja".


"Aku suka direpotkan kalau itu kamu yang merepotkanku"


Yuli dan izzam nyerocos"Hmmmm Bucint baru"


Mhyca dan Wira juga ikut tertawa,,,


"baik tapi aku bawa motor pelan,gak apa kk wira bawa mobilnya pelanan?" tanya Mhyca.


"gak apa apa menunggumu berjalan kesisi pun aku rela menunggu,apa lagi cuma menunggu kamu yang jalan pelan,itu hal kecil"Sambil menatap Mhyca.


"gombalnya udah dong,Hati hati ya Mhy! dan kau Kk Wira,pastikan dulu Mhyca sampai dengan selamat baru ditinggalkan" Yuli nunjuk wira dengan nada tegas.

__ADS_1


"Sudah pasti aku jaga dengan hati hati,dia masa depanku" sambil tersenyum menatap Mhyca.


Mhyca"apaan sih Kk,lagi siapa juga masa depanMu?"


"ya kamu,kali aja hasrat ini terbalas,atau Kamu memang takdirku."Menimpali pertanyaan Mhyca.


Izzam dan Yuli sontak "amin"


Mhyca hanya menggeleng kepala.


Mereka pun berlalu,menyusuru jalan dengan posisi Mhyca didepan dengan sepeda motornya,dan Wira mengikutinya dari belakang,terbersit dipikiran Wira"aku belum dapat no Hp nya Mhyca,gimana ini,Mhyca pasti gak mau ngasih kalau aku minta,harus pikirkan caranya ayo Wira gerak cepat pikirkan caranya."


berfikir sejenka"hmmm aku tau harus buat apa"


tidak berapa lama Mhyca sampai dan lansung turun dari sepeda motornya,Wira mengikuti menghentikan mobilnya,kemudian buka kaca mobilnya.


"Sudah sampai,aku lansung masuk ya,terimakasih."


"Tunggu dulu,aku mau minta tolong"sambil membuka pintu mobil.


"Minta tolong apa" tanya Mhyca heran.


"Hp ku tercecer gak tau taro dimana,kamu bisa misscall nomorku?"


"ok ini Hp ku dipake aja"


Wira mengambil Hp Mhyca yg sedorkan,dan lansung mengetik nomornya dan segera mmenekan tombol panggil di hp Mhyca.


"dring dring dring" bunyi hp Wira.


Wira dan Mhyca melihat kedalam mobil.


"Nah ini dia,Hpnya ternyata didalam jok mobil,Makasih ya Mhyca,ini Hp kamu" sambil mengembalikan Hp Mhyca.


"sama sama,sekarang kamu pulang,aku juga mau masuk"

__ADS_1


"baik sampai jumpa lagi".Wira masuk kemobil


Mhyca pun masuk kedalam kost.


__ADS_2