TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
Part 40


__ADS_3

Mau tak mau aku mengikuti kemauan bayi gede ku. Kami pergi ke kamar dan seperti biasa Zayn menuntut haknya, mumpung si kembar lagi tidur katanya. Dasar modus.🤭


Keesokan harinya mommy Erin datang lagi ke rumah, saat Zayn sedang pergi ke kantor.


" Silahkan duduk,mom. Maaf Zayn sedang ke kantor, ada meeting dengan klien. Mommy mau minum apa?" tanyaku sopan.


" Aku ga mau basa-basi. Aku harap kamu sadar sampai kapanpun kamu tidak pantas bersanding dengan Zayn. Kami adalah keluarga terpandang sementara kamu hanya janda miskin yg ga jelas asal-usulnya. pendidikan kamu juga ga selevel dengan Zayn yg lulusan S3. Harusnya kamu sadar diri dan segera meninggalkan Zayn karena bagi saya menantu saya cuma Alicia ga ada yg lain."


Aku cukup terkejut mendengar ucapan mommy Erin. Segitu ga dianggapnya aku dimata beliau.


" Sebelumnya saya minta maaf kalau keputusan kami untuk menikah menyakiti hati mommy, suka atau tidak saya adalah istri sah Zayn jadi saya harap mommy menghargai keputusan kami. Saya tau saya hanya seorang janda miskin yg tidak berpendidikan, tak punya orang tua. Tapi maaf mom, bukankah kekayaan tidak bisa menjamin kebahagiaan seseorang."


" Kamu berani melawan saya. Kalau saya mau, saya bisa menjauhkan kamu dari hidup Zayn. Tapi saya masih berbaik hati memberikan kesempatan kamu untuk meninggalkan anak saya. Agar kamu tidak terlalu sakit hati."


" Maaf mom, kalau kata-kata saya kurang sopan, tapi pernikahan itu bukan mainan jadi saya tidak bisa meninggalkan suami saya begitu saja. Saya akan tetap mempertahankan rumah tangga kami meskipun mommy tidak merestui pernikahan kami."


" Mohon maaf jika saya mengganggu, tapi si kembar dari tadi rewel pengen minum ASI."

__ADS_1


" Ga papa Lisa. Terimakasih sudah menjaga si kembar, silahkan istirahat dulu."


Lisa pun pergi meninggalkan si kembar yg ada di stroller nya. Aku mengambil baby Zae yg sudah sesenggukan. Sementara baby Zavi anteng dengan mainan karetnya.


" Maaf mom, saya harus menyusui anak saya."


Aku segera menyusui baby Zae.


" Ma...ma...mi. Dek num ya." celoteh baby Zavi.


" Iya sayang. Abang tunggu dulu ya sampai adek selesai nanti gantian Abang yg minum."


Setelah bergantian menyusui si kembar, aku meminta tolong Lisa membawa si kembar bermain di gazebo belakang.


" Jadi itu anak kembar kamu dengan mantan suami kamu?"


" Iya. namanya Zavier dan Zaedan."

__ADS_1


" Dasar perempuan ga tau malu. Harusnya kamu minta tanggung jawab ayahnya untuk membesarkan anakmu, bukan menjadikan anak saya sebagai korban yg harus menghidupi anak ga jelas itu."


" Maaf mom, mereka adalah anak saya. Jelas kok siapa ayah dan ibunya. Jadi tolong jangan menyebut mereka anak tidak jelas."


" Kenapa kamu harus marah, memang bener kan kata saya, mereka itu anak yg ga jelas makanya kamu memanfaatkan kebodohan anak saya agar menikahi perempuan g*******n seperti kamu. Jangan-jangan mereka anak h**** kamu.


Aku mulai emosi mendengar ucapan mommy Erin. Dia begitu merendahkan si kembar.


" Maaf nyonya besar yg terhormat anda tidak berhak menghakimi anak saya. Mereka bukan anak yg tidak jelas mereka punya ayah, opa dan Oma yg jauh lebih terhormat dari anda."


" Kamu pasti hanya membual, tidak mungkin ada orang kaya, terhormat yg mau punya menantu g***** seperti kamu dan anak kamu."


" Astaghfirullah. Anda boleh menghina saya, tapi tolong jangan menghina si kembar. Kalau anda tidak percaya akan saya beritahu siapa opa dan Oma mereka. Beliau adalah Arman Nugraha dan Siska Utami Nugraha. Dan ayah kandung si kembar adalah Afandi Putra Nugraha."


Aku menunjukkan foto pertunanganku dengan Fandi. Disana ada juga papa Arman dan mama Siska. Mommy Erin terkejut melihat foto itu.


" Ja....ja..di kamu mantan menantu keluarga Nugraha yg terkenal itu?"

__ADS_1


" Iya. Dan si kembar yg anda bilang anak h**** mereka adalah cucu kandung keluarga Nugraha kalau anda tidak percaya, saya bisa menunjukkan hasil tes DNA si kembar dan Afandi Putra Nugraha."


__ADS_2