
pas waktu magrib hafidz sampai di rumahnya di jl M. hafidz memarkirkan mobilnya dan naira mendengar seperti suara mesin mobil, namun naira tidak terlalu menghiraukan dia terus melanjutkan tadarusan. hafidz masuk dan pas melewati kamar naira dia seakan mendengar suara orang seperti mengaji, dia pikir dirinya salah dengar. bibi ina keluar dari kamarnya dan melihat hafidz berdiri tidak jauh dari kamar naira.
"tuan muda kenapa? bibi ina bertanya.
" itu , apa bibi mendengar nya? balik hafidz.
"iya. itu suara nona naira, Sudah beberapa hari ini aku lihat nona naira mengalami Ada banyak perubahan. bahkan bibi perhatikan bibi tidak pernah lagi menemukan pembungkus snack dimana-mana.
" lalu apakah dia juga belajar? "
"iya. bahkan bibi perhatikan nona naira fokus belajar hanya waktu tertentu saja dia bermain.
" ok. cukup!"dan hafidz menuju lantai atas sambil melihat arloji di tangannya dan tersenyum.
bibi ina melirik kamar naira dan kemudian melihat kelantai atas, sepetinya hati tuan mulai cenat..... cenut..... dan nyut...... nyut........ ☺☺☺☺☺
tidak lama kemudian naira keluar dan melihat bibi ina di dapur sedang berbincang bersama bang jeki di sana. naira yang usilnya Masih Ada dia mengagetkan bang jeki yang sedang minum berdiri.
"dar............
__ADS_1
apa.... apa..... apa.... tu.........
" naira tertawa sampai merasa sakit perut ngelihat raut wajah bang jeki...... dan air yang diminumnya langsung bur........ dari mulut nya.
"bang jeki lain kali kalau minum itu ya.... duduk, tahu gak' kenapa? "
"gak?
"dalam ilmu kesehatan yang aku baca karena minum sambil berdiri juga bisa menyebabkan heartburn. Air akan mengalir dan menciprat pada area kerongkongan dengan cukup keras bila diminum sambil berdiri. Hal ini bisa menimbulkan sensasi terbakar di kerongkongan karena zat asam di perut naik ke atas.
dan dalam hal itu lah mengapa rasulullah melarang kita untuk minum berdiri
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَجَرَ عَنِ الشُّرْبِ قَائِمًا
Berdasarkan hadits larangan minum sambil berdiri tersebut, para ulama sepakat makan atau minum sambil duduk lebih utama daripada makan atau minum sambil berdiri.
hadis ini aku Dengar dari ayah...... jelas naira dan tersenyum.
naira tidak menyadari jika dari tadi hafidz menyimak ucapannya dari lantai atas dan sedang melihat nya.
__ADS_1
sementara bibi ina dan bang jeki bungkam mendengar perkataan naira yang keluar dari mulutnya. seakan dia tidak mengenal sosok naira yang selama ini dia lihat naira gadis tomboi, apa Adanya, dan ceplas ceplos.
"halo..... bibi.... bang jeki...kenapa lihat naira sepeti itu, Ada yang salah ya?..... naira diam sambil menggigit kuku jempolnya dan senyum kecut. uda... ah... makan yuk bi.... bang jeki... tuan rumah gak pulang kan?
sementara bibi ina yang melihat tuan muda nya di belakang naira hanya senyum dan hafidz memberi kode untuk diam.
"bibi aku uda lapar ni.... tuan muda nya bibi gak pulang kan? "kalau tuan rumah gak pulang anggaplah kita yang pemilik rumah... kekeh naira dan hendak duduk
" siapa bilang tuan rumah tidak pulang. senang ya tuan rumahnya tidak pulang? "
"ups....... sejak kapan nih orang muncul. naira membatin dan teringat O.... jangan-jangan yang mobil tadi itu kak hafidz ya? lirih naira. dan hafidz menyentil dahi naira .
" sudah, duduk makan, kamu tadi bilang lapar kan? hafidz duduk dan naira masih berdiri dan bergeser dekat bibi ina yang sedang berdiri dan disampingnya bibi ina, bang jeki juga di sana berdiri.
"naira berbisik dengan bibi ina. " apa sejak tadi dia datang? dan bibi ina mendengar itu mengangguk dan menyuruh naira menemani hafidz untuk makan. dan bang jeki menuju dapur tempat biasanya makan.
"temani Saya makan! "perintah hafidz pada naira. dan naira mengangguk dan duduk mengambil piring kemudian mengisi dengan nasi yang cukup dan laik. melihat itu hafidz langsung menambah piring naira dengan nasi dan sayur.
" makan yang banyak dan sayur itu habiskan, biar tidak kekurangan gizi saat mengikuti semester. naira hanya diam melihat piring nya penuh.
__ADS_1
"kak ini namanya pembunuhan. tuan rumah mau membunuhku pelan-pelan ya.
bibi ina melihat itu tidak bisa menahan tawa. hafidz melihat nya dan langsung diam.