TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
BAB 101 extra part 4


__ADS_3

setelah makan malam naira terpikir dengan tugas yang berikan oleh hafidz membawa sepuluh ekor katak, kini dia baru menyadari kemana dirinya harus mencari katak sebanyak itu .


flashback pun diceritakan


dari ruang UKS naira hendak bergabung berkumpul dengan siswa baru lainnya tidak sengaja dia menabrak dua wanita yang seumuran dengannya juga sebagai siswa baru di sekolah itu hingga akhirnya mereka pun berkenalan dan naira yang memang mudah bergaul tidaklah sulit baginya menemukan teman baru.


"kau tahu yang berdiri di sana namanya kak hafidz dia ketua panitia di sini ucap yuli teman baru naira.


" apa? jadi dia ketua panitia disini? kamu serius? tanya naira yang masih tidak percaya.


"iya kita serius' dan kau tahu hari ini kita diminta membawa katak lima ekor untuk dibawah besok sahut ayu lagi


jadi mereka juga diminta membawa katak terus kenapa dia menyuruhku sepuluh ekor. keterlaluan. " batin naira dengan kesal.


flashback pun berakhir


kini naira sudah berada di dekat kolam ikan dibelakang rumah dengan membawa alat untuk menangkap katak. berkat petunjuk satpam jika dibelakang rumah juga ada rawa-rawa dan di sana ada banyak katak.


naira yang punya banyak ide dia mengeluarkan uang merah dua lembar dan mendekati satpam


"bang jeki kerja apa? mau uang gak? goda naira dengan memperlihatkan uang merah dua lembar.


" kalau uang ditawarkan maulah neng ucap bang jeki yang bekerja sebagai satpam di rumah itu.


"nih buat bang jeki."ucap naira dan jeki yang kegirangan hendak mengambil uang dari tangan naira. " yup tunggu dulu, kalau bang jeki mau uang ini bang jeki harus bantu neng naira dulu.

__ADS_1


"emang mau bantu apa neng? " ucap jeki


"bang jeki bantu naira tangkap katak di belakang rumah, gimana?


" ok! tidak jadi masalah ucap jeki tanpa pikir panjang.


naira begitu kegirangan akhirnya dia tidak mesti turun tangan seorang diri menangkap katak dan pada akhirnya mereka pun menuju belakang rumah dengan membawa senter besar bang jeki dan alat lainnya


sementara hafidz yang baru turun dari lantai atas menuju ruang makan tampak mencari seseorang.


"tuan muda cari siapa! tanya bibi ina


" mana naira bibi kok tidak nampak? apa dia tidak makan? tanya hafidz yang kini sudah didepan meja makan.


"o.... nona naira? nona naira ada ke belakang rumah tuan muda, katanya sih cari katak untuk tugas ospek jelas bibi ina.


" tangkap tuh katak emang bisa tangkap katak sepuluh ekor? lirih hafidz dengan masih tersenyum


"apa tuan muda? sepertinya tuan muda sangat bahagia. "ucap bibi ina mulai curiga.


" gak kok bibi, ambilkan aku air minum ucap hafidz mengalihkan pembicaraan.


setelah makan hafidz naik ke lantai atas dan melihat ke bawah tampak naira sudah dengan ember nya. hafidz heran bagaimana bisa naira mendapatkan katak semudah itu dan dia pun kembali turun ke lantai bawah dan menuju ruang belakang.


"wah ada pawang katak jenius nih!" ledek hafidz dengan kedua tangannya menyilang di dada.

__ADS_1


namun naira tidak menghiraukan. katak-katak itu pun dia simpan dengan baik di ember besar yang ada di sana dan menutupnya dengan penutup yang udara masih bisa masuk.


"itu semua karena mu, dasar ketua panitia tidak waras. awas saja tunggu pembalasanku! "ucap naira dan menginjak kaki hafidz lagi dan berlari


" aw......rintis hafidz kesakitan dan berteriak. "naira.. ..! "teriak hafidz lagi


" rasakan itu emang enak!" teriak naira sambil berbalik melihat hafidz yang kesakitan dan tertawa puas.


sementara bibi ina yang menyaksikan hanya bisa geleng-geleng kepala.


tidak lama kemudian klakson mobil terdengar dan bibi ina segera menuju keluar dan ternyata yang datang adalah anisa dan rizki. anisa yang baru masuk ke dalam rumah sudah diserbu begitu banyak pertanyaan oleh putranya.


"kenapa ibu tidak bilang jika gadis jail itu tinggal di sini? dan kesal hafidz


" sayang siapa yang kamu maksud gadis jail? naira? astaga sayang naira itu anak sahabat mama tante alifa. ibu benar-benar lupa memberitahumu, maafkan ibu. sebelumnya naira beberapa hari yang lalu tinggal di kos tapi, karena jauh dari sekolah ibu menelpon tante alifa dan meminta naira tinggal di rumah ini dan kebetulan juga ternyata naira mendaftar di sekolahmu.


"tapi kenapa harus di rumah ini sih bu?


" sayang kebetulan rumah ini juga jarang di tempati jadi, tidak ada salahnya kan kita berbagi? maka dari itu ibu minta bibi ina dan bang Jeki tinggal di rumah ini untuk menemani kalian. sayang kamu tahu kan? seperti apa hubungan ibu dengan tante alifa, jadi ibu titip jagalah naira seperti saudaramu sendiri. ucap anisa dengan wajah memohon.


"terserah ibu deh. ucap hafidz dan melihat kerah ayah sambungnya.


rizki hanya mengangkat kedua tangannya menandakan jika dia tidak tahu apa-apa dan tersenyum sambil berbisik.


" siapa tahu kalian cocok."goda rizki pada anak sambungnya itu.

__ADS_1


hafidz pun tidak menghiraukan perkataan ayahnya itu dan memilih naik kamarnya dengan jalan yang sedikit seok. anisa melihat itu pun bertanya dan hafidz hanya menjawab jika tadi dirinya tidak sengaja kesandung ditembok.


bibi ina mendengar pengakuan hafidz hanya tersenyum dan anisa pun menemui naira dan meminta maaf jika ada perlakuan hafidz yang tidak baik baginya.


__ADS_2