TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
BAB 127 extra part 30


__ADS_3

hati yang rapuh sangat terluka di rasa kan oleh naira dan tidak pernah terbayang sebelum nya jika dalam hidupnya seseorang membencinya.


mendapat peringkat pertama membuat naira cukup puas dengan hasil belajarnya yang cukup menguras.dan naira cukup bersyukur dalam hati, berkat waktu yang diluangkan hafidz mengajarnya dia bisa mengasah otaknya di bidang ilmu yang kaitannya dengan matematika namun, entah mengapa jika mengingat nama itu naira kembali teringat dengan perkataan raisa yang begitu menyakitkan.


anisa hari itu datang ke sekolah naira sebagai wali untuk mewakili kedua orang tua naira menerima rapornya.


"selamat untukmu. ibu dan ayahmu pasti bangga dengan hal ini. apa kamu tahu naira? melihatmu seperti ini mengingatkanku saat aku dulu, jauh dari kedua orang tua. ujar anisa yang kini duduk di sebelah anisa menunggu acara itu selesai.


" naira tersenyum. "


"naira, apa benar kau akan pindah?"


"iya tante, aku Sudah memutuskannya. mungkin besok lusa aku akan pergi ujar naira dan melihat kedua sahabatnya disampingnya.


beberapa jam kemudian rangkaian acara penerimaan rapor selesai. semua siswa dan para pendamping di aula itu satu persatu Sudah meninggalkan tempat.


...****************...


di kampus hafidz bertemu dengan rendi dan mengatakan jika dalam waktu dekat ini naira Akan pindah.


"apa? kamu serius naira Akan pindah?


" ya? aku serius. jika kamu benar-benar mencintainya kejarlah dia. tapi, mungkin kamu harus cukup berjuang dan bersabar.


"tapi apakah naira memiliki perasaan yang sama?

__ADS_1


" kau tidak akan pernah tahu, jika kamu hanya diam.perhatian tidak cukup mewakili jika kamu mencintainya. dia bisa salah mengartikan jika cintamu kau tunjukkan dengan perhatian. "hei bro.... kenapa kalau urusan masalah perasaan kamu terlihat bego! "lihat lah wawan, dia terus mengejar naira. apa kamu tidak akan menyesal jika naira jatuh ke hati orang lain? "


mendengar penjelasan rendi hafidz terdiam dan mencerna kata demi kata yang dilontarkan rendi sahabatnya itu, ada benarnya.


...****************...


kini naira duduk di taman belakang seorang diri sambil membaca buku yang diberikan hafidz hari itu.


"hem....... hafidz mengeluarkan suara deham dan naira menoleh. naira menutup buku itu dan hafidz duduk pas di hadapan naira." aku minta maaf beberapa hari yang lalu marah tanpa pasti denganmu. dan berkat bimbingan darimu mengajariku aku bisa memperbaiki nilai ku. aku tidak menyangka jika aku bisa." ucap naira dan memberi kan rapor miliknya pada hafidz sambil tersenyum


hafidz membuka rapor milik naira dan melihat nilai yang tertulis di sana hafidz cukup kagum dengan Basil belajar keras naira selama ini.


"selamat untukmu! " sebenarnya kamu itu tidak bodoh-bodoh amat, tapi kamu nya saja yang malas mengasah otakmu. tunjuk hafidz pas mengenai kening naira dengan jari telunjuknya sambil mengacak rambut naira.


" apaan sih.......keduanya tertawa."rambut Sudah rapi begini....."kata naira protes pada hafidz." O iya aku akan mentraktir kamu makan gado-gado bang Jojo di depan gimana? hitung-hitung ucapan Terimakasih ku yang kalinya..... senyum naira melebar.


"naira....... panggil hafidz dan naira hanya mengeluarkan huruf m......... " apa kamu benar-benar Akan pindah?


"sik................ naira menoleh dan mengangguk. hafidz diam sejenak dan lanjut Berta nya "jelas kan padaku apa alasannya? kata hafidz.


" kenapa aku harus memberi kan alasan. apa maksud kakak? heran naira dan tidak lama kemudian pesanan gado-gado kedua nya datang. naira tampak begitu menikmati gado-gado nya. hafidz terus menatap naira sesekali dia menyuap gado-gado itu masuk di mulutnya sendiri


"ayo kak makan! perintah naira yang terlihat hafidz kurang menikmati makanan itu.


" kau belum menjawab ku?

__ADS_1


"aku tidak tahu. yang jelas nya ini Sudah keputusan ayah dan ibu. dan aku pikir tidak ada salahnya aku mondok. iya kan?


" naira...tapi aku tidak mau kau pergi. "


"kenapa kakak melarang. lucu." tawa naira......


"iya, karena aku bahagia kau ada bersama ku.! " Serius hafidz


"jedar............ naira menoleh. apa maksud kakak? dan naira kembali tertawa menghilangkan groginya. kenapa kakak yang melarang, sangat lucu deh."


" aku....... aku akan kehilangan jika kamu pergi. karena aku mencintaimu.


bom............... jantung naira seakan kena bom? 💣💣💣💣💣mendengar pengakuan hafidz ..... . seketika naira diam taking bergeming dan kembali berujar "itu tidak lucu.


" aku mencintaimu naira. sejak pertemuan awal kita. aku Sudah mencintaimu. kehadiranmu membuat hari-hariku berwarna.


tung....tung...... detak jantung naira semakin bergemuruh


"naira terdiam entah harus berkata apa. dalam hati sejujurnya. " aku juga mencintaimu. namun kata itu naira tidak bisa mengungkapkannya.


"katakan padaku naira! " desak hafidz


naira berdiri dan membayar gado-gado nya. dan berjalan menyusuri malam yang mendebarkan hati. bingung harus mengatakan apa? hafidz mengejar naira


" naira Jawab aku! "

__ADS_1


"iya... aku juga mencintaimu.naila berbalik menatap hafidz. tapi, apakah dengan kita saling mencintai akan bahagia? tidak. Akan ada orang yang tersakiti. dan aku yakin ini hanya sekedar napsu untuk memiliki. naira mempercepat langkahnya untuk sampai di rumah.


mendengar kata iya, jika naira juga mencintainya cukup bagi hafidz walau merasa masih perlu memperjelas kalimat naira.


__ADS_2