TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
BAB 115 extra part 18


__ADS_3

akhir pelajaran naira diminta oleh guru kelasnya membantunya membawakan buku-buku itu ke kantor. setelah meletakkan buku itu naira keluar dan akan pulang, namun ditengah jalan naira di hentikan okeh wawan.


"kak wawan? ada apa? maaf kak aku harus pulang. ucap naira melepaskan genggaman wawan.


" naira aku betul-betul serius denganmu. percayalah! "


"kak wawan, ada banyak wanita diluar sana yang lebih dari ku, maaf aku tidak bisa. ucap naira lagi dan hendak pergi


"baiklah naira aku akan menunggumu sampai kau mau memberiku kesempatan. ucap wawan


naira pun pergi dan berlari. sampai di depan sekolah ayu dan yuli melihat naira seperti ketakutan.


" kau kenapa? tanya yuli penasaran


"tadi ada wawan di sana. dia terus memaksaku untuk membalas perasaannya. aku tidak suka dipaksa ucap naira dengan kesal.


" alasanmu menolaknya karena kenapa? tanya ayu. "apa karena ada yang lain? serius ayu penasaran dengan naira.


" tidak, aku belum berani memikirkan hal itu. aku mau serius untuk belajar saja.


"lalu? apa di hatimu ini sedang mengagumi seseorang?


" entahlah. mungkin dia hanya sebagai motivasi ku. jujur aku belum berani untuk menjalani yang namanya pacaran.


"tapi kalau sekedar kagum ada kan? lalu siapa tuh? goda yuli karena di lubuk hatinya paling dalam yuli juga mengagumi seseorang dia tidak bisa melupakan tatapan itu. dan bagi yuli malam itu adalah malam yang sangat berkesan baginya.

__ADS_1


"naira hanya mengangguk sembari mengulum senyum. Ada debaran di dalam dada saat sosok idola itu melintas di hati. Inilah salah satu alasan naira tidak bisa menerima wawan. Ada magnet berupa sosok rupawan dan karismatik yang menarik.ucap naira terhenti saat melihat hafidz melintas menuju ruang kantor, hafidz adalah kakak kelas sekaligus idola hampir semua siswi di sekolah itu.


"benar kau mengagumi seseorang? siapa? tanya ayu.


"kau melihat siapa di sana? tanya yuli sambil mengikuti arah pandangan naira namun nihil. " kau melihat guru botak itu, guru fisika kita? jangan katakan kau kagum dengan dia? tanya yuli lagi dan tertawa terbahak ayu pun ikut tertawa πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜Šdan spontan naira pun ikut tertawa karena merasa lucu melihat mata yuli membulat.


"sudah ah.... yuk pulang, ucap naira


" kita jalan dulu yuk! nongkrong di kafe gimana? ajak yuli. "kebetulan gue bawa mobil. tenang saja aku yang traktir.


ucapnya lagi.


" ok! " let's Go. ucap naira dan ayu bersamaan.


...----------------...


"kau kenapa? tanya yuli


" aku seperti melihat seseorang. tapi mana mungkin dia.


"dia siapa? jangan main rahasia degan kita ya ? kita bertiga sudah berjanji setia selalu apapun itu.


" iya. tapi akan ada waktunya aku ceritakan ke kalian. ok! ucap naira dan masih penasaran dengan apa yang dilihatnya.


Tiba-tiba ponsel naira bergetar.

__ADS_1


"siapa? tanya yuli dan ayu


" ibu aku, aku angkat dulu ya?


"halo ibu assalamu'alaikum.


*...........


" iya ibu. naira sehat kok. dan mengapa ibu tidak jadi kemari?


*............


"o.... jadi ayah masih sibuk? ya udah bu gak apa-apa kok. uang jajan aku juga masih ada. tenang saja bu. naira akan menghemat sebisa mungkin.


*..........


" apa? naira gak mau masuk pondok bu?


*..........


"baiklah bu akan aku pikirkan tapi, setelah naira naik kelas dua bu ya. assalamu'alaikum. ucap naira dan meneteskan air mata.


" naira kau kenapa? tanya yuli dan ayu.


"aku akan dipindahkan di pondok tempat ayah mengajar di kota *** ,dulu sebelum masuk disini ayah meminta aku mondok tapi, akunya yang gak mau. hingga akhirnya ayah dan ibu mengizinkan aku sekolah di sini. tapi karena sesuatu hal ayah dan ibu meminta aku kembali ke sana dan lanjut di sana.

__ADS_1


"apa? jadi kita akan pisah dong." curang lho..... ucap ayu dan memeluk naira.


setelah mereka makan akhirnya mereka pun akan pulang. namun karena naira penasaran dia pun meminta yuli dan ayu pulang duluan. naira beralasan masih ada urusan harus dia selesaikan.


__ADS_2