TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
TAKDIR Cintaku 2 Kecemburuan Naira terabaikan


__ADS_3

Sampai di rumah Naira Langsung masuk kamarnya. Iblis semakin memanasi rumah tangga itu. Saat Hafidz masuk Naira mendiami suaminya.


"Sayang maafkan aku, tadi siang aku benar-benar tidak bisa menemanimu."


"Mas, asal kau tahu lima tahun pernikahan kita, dan hari ini aku melihat sikapmu berubah mas, mas bukan yang dulu lagi."


"Sayang, jangan..... ucapan Hafidz terpotong, sebuah panggilan masuk.


tut....


tut....


sebuah nomor baru.


Hafidz pun mengangkat panggilan itu 📞


📲Assalamu'alaikum.... aku Melati, aku hanya ingin mengatakan jika dokumen yang tadi aku berikan salah, maksud aku tertukar dengan dokumen anda.


📲ok. besok aku bawa dokumennya. kirim saja alamatnya dimana kita bertemu.


dibalik telpon Melati masih mau berbicara namun Hafidz sudah memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak

__ADS_1


"memang ya... tidak bisa diabaikan saat ada panggilan. hal itu sangat penting bagimu mas, ketimbang perasaan aku."


" Naira, kenapa kau seperti ini sayang."


"Ya, aku salah mas? Aku hanya butuh dirimu mas. Kau sibuk dengan urusanmu mas dan aku terabaikan. dan tadi, siapa itu Melati? Aku baru melihatnya dan sepertinya mas begitu akrab."


" Dia teman Naufal teman aku. Secara kebetulan aku bertemu di kafe dan...


"Dan mas berkenalan begitu? terus panjang kali lebar, mas berbincang dengannya? sampai mas lupa waktu, begitu kan? aku capek mas."


Naira meninggalkan suaminya dan masuk kamar mandi mendinginkan kepalanya juga mengambil air wudhu untuk shalat isya.


Hafidz terduduk di sofa, mencerna perkataan Naira. Naira aku tidak menyangka kau marah seperti ini. ah..... setan terus berbisik dibelakang Hafidz.


Agar semuanya berjalan dengan lancar serta dirundung kebahagiaan, pastinya jalinan hubungan dari keduanya akan harus dilandasi dengan keterbukaan, kejujuran,kepercayaan, perhatian, pengertian, menerima kekurangan serta kelebihannya, dan saling mendukung satu sama lain.


Namun sekarang dalam rumah tangga Hafidz dan Naira saling mendukung sepertinya menurun. salah satu faktor yaitu kurangnya komunikasi karena kesibukan sepihak.


"Aku bahagia mas. melihat rumah tangga sahabatku yang begitu harmonis. bahkan aku merasa cemburu apa yang dimilikinya aku tidak memilikinya. aku yakin kau juga pasti menginginkan hal sama denganku sangat terlihat di matamu mas. Lanjut Naira setelah selsai makan malam. Naira masih melanjutkan.


Nah begitulah watak sebagian perempuan kalau marah ya... ☺☺☺ kalau amarahnya belum tuntas pasti lanjut....

__ADS_1


"Jangan bandingkan pernikahanmu dengan pernikahan orang lain sayang. Setiap rumah tangga pasti ada kesulitannya masing-masing. Setiap rumah tangga itu bermasalah, yang perlu diselesaikan itu masalahnya bukan rumah tangganya. Masalahnya kau salah paham denganku sayang."


Saat Naira mulai diam, sebuah notifikasi masuk di ponsel Hafidz lagi. Naira melirik ponsel suaminya tertera nomor yang sama.


"kenapa gak dibuka pesannya mas. sepertinya perempuan itu gatal deh. Aku tahu diri mas perempuan itu lebih sempurna fisiknya dibandingkan aku. bilang saja mas jika suatu hari nanti di hati mu rasa jenuh atau bosan. aku siap mas.


Hafidz tidak meladeni perkataan istrinya dia memilih mengecup kening istrinya dan keluar ke ruang TV menghibur diri dan membawa ponsel miliknya. setan semakin berbisik ditelinga Naira.


"Tuh kan, dulu jika aku marah dia pasti meluk atau apalah. nah ini, dia pergi bahkan ponsel itu sangat berarti baginya ke banding aku." Naira geram.


saat emosi memuncak. Setiap orang pastinya pernah merasakan sakit hati, kecewa, hingga marah.


Rasa marah bisa datang dari mana saja. Terkadang emosi yang datang justru akan mengacaukan rencana yang ada.


Jangan seperti mereka yang lebih mendahulukan emosi dibandingkan berpikir dengan kepala dingin sebelum melakukan tindakan anarkis.


Banyak kerugian yang terjadi akibat ulah orang yang tidak bisa mengontrol diri. Sebenarnya, orang yang selalu marah-marah akan merugi. Amarah tidak akan menyelesaikan masalah.


Naira menarik napas panjang dan mengambil selimut. Naira mencoba meredam amarah dan rasa cemburunya hingga akhirnya dia tertidur.


Beberapa jam kemudian Hafidz mengintip masuk kamar dan melihat istrinya tertidur.

__ADS_1


Hafidz menitikkan air mata. maafkan aku. Aku mencintaimu Naira. Hafidz mengecup kening istrinya. kemudian ikut berbaring di samping istrinya itu dan masuk kedalam selimut istrinya dan memeluknya.


__ADS_2