TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
BAB 118 extra part 21


__ADS_3

pertempuran hari ini sungguh menegangkan, ujian akhir cukup menguras otak, sampai Rendi mengharuskan dirinya meminta bantuan pada hafidz. ketegangan begitu tampak terlihat di dalam kelas. begitu juga wawan yang terlihat wajahnya di kerut, sesekali menggaruk kepalanya yang tidak gatal begitupun dengan siswa lainnya, sesekali terdengar hentakan sepatu entah suara hentakan sepatu siapa? apa mungkin suara hentakan sepatu pengawas yang sudah mulai jengah mengawas? entahlah


terlihat siswa tengok samping kiri dan kanan temannya, pengawas mulai menegur dengan suara." hem.... mendengar pengawas bersuara salah satu siswa seakan berpura-pura batuk. " uhuk.... uhuk..... " kode apa tuh?... " saat pengawas keluar dari ruangan siswa ataupun siswi mulai mencuri kesempatan meminta pada dewa penolong kunci jawaban. karena rasa kemanusiaan menurutnya, kunci jawaban akhirnya diberikan. Rendi begitu girang dan bersyukur dewan penolongnya akhirnya bermurah hati "hehehe..... hafidz gitu lho sahabat gue. senyum Rendi kembali menghiasi wajahnya.


satu jam.... dua jam..... masih sama. suasana kelas masih tenang..... menurut pengawas ujian. bosan duduk, pengawas ujian berdiri, berjalan menuju kebelakang memeriksa. murah hati...... pengawas ujian mulai mengeluarkan kertas kecil memberikan beberapa sedikit bocoran, semua mata melihat bahkan mata sudah membulat..... masih dipaksa ...takut salah lihat. "mm..... gue punya no itu udah selesai. gumam salah satu siswa.


hafidz tampak tenang ditempat tidak menghiraukan kunci jawaban melambai lambai dirinya..... "lewat saja".... andai dia bisa berkata seperti itu. bahkan saat dia memecahkan rumus soal itu dia teringat perkataanya semalam yang membuat naira tertawa๐Ÿ˜„..... terbesit senyum diwajahnya. bisanya tengah ujian wajah naira terbayang... alamak.... ๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡hafidz ada apa denganmu? ......


beberapa jam lewat mulai suara meja terdengar... kiuk..... hafidz berdiri dari tempatnya menuju meja pengawas... semua mata tertuju tidak percaya. " sudah selesai? o... how.... anak jenius gitu lho..... gumam mereka melihat hafidz keluar dari dalam kelas.

__ADS_1


"kak hafidz! teriak seorang wanita memanggil namanya.ya....dia adalah yang selalu berharap perasaannya terbalas. " wow tepat waktu good senyum mengembang di wajah raisa.


tidak lama kemudian peserta ujian lainnya keluar. beraneka ragam bentuk wajah yang terlihat ada yang seperti cukup senang, ada yang tampak lesu, ada yang tampak ceria kerena baginya hari ini waktu untuk merilekskan otak yang sudah hampir beku.


"alhamdulillah Rendi keluar juga. wow......girangnya dia berdiri pas di pintu masuk mengangkat kedua tangannya seperti orang sedang berdoa dengan mulut komat kamit seperti embah dukung terimakasih ya Allah semoga aku lulus... yes...teriak Rendi teman lainnya melihatnya merasa lucu .keluar dari menghampiri hafidz yang sedang di goda oleh seorang iblis.... kata Rendi lho.... "hei bro kau sahabatku yang memang bisa diandalkan berkat bantuan darimu akhirnya selesai juga.


"ngapain iblis cantik ini bro? bisik Rendi pada hafidz sambil melihat raisa di samping hafidz bergelut manja.


" kenapa lho lihat gue seperti itu? ganggu saja kesal raisa melihat Rendi menatap nya.

__ADS_1


"ih... kenapa lho? harusnya aku yang tanya kenapa kamu disini? harusnya kamu di rumah belajar dengan baik untuk persiapan semester, ini kelayapan. sahut Rendi ikut kesal


" raisa tidak tahan tidak membalas ucapan Rendi yang menurutnya pengganggu. itu bukan urusanmu! " aku kemari mau mengajak hafidz menemani aku jalan hari ini. mau ya? please mohon raisa pada hafidz.


"Naira sedang apa ya? apa dia belajar? atau dia sedang mencuci pakaianku? pikir hafidz tampak bengong tidak menghiraukan perkataan raisa.


Rendi menyaksikan itu, melihat wajah raisa dan tidak mendapat respon dari hafidz membuat dia tidak bisa tidak tertawa terbahak. " h.... ha.... hahahaha.... tidak digubris 'h... Ha.. hahaha. hafidz tersadar mendengar tawa Rendi menggema.


"maaf aku tidak dengar. hafidz menoleh kearah raisa. maaf aku harus pergi aku masih ada urusan. hafidz hendak pergi namun raisa menahannya dengan wajah memohon. pada akhirnya hafidz di lumpuhkan. dan mereka pun menuju pusat perbelanjaan

__ADS_1


__ADS_2