
Zayn mendampingiku melahirkan buah hatiku. Dia menghapus keringatku dan memberi semangat agar aku bisa melahirkan si kembar secara normal. Tak lama kemudian terdengar suara baby boy yg pertama.
" selamat ya bu,pak baby boy nya sehat, sempurna dan sangat tampan. Ayo bu Syifa mengejan lagi buat dedek satunya."
Aku mengumpulkan tenaga untuk mengejan lagi disisa tenaga yg ku punya. Akhirnya lahir baby boy kedua. Mereka benar2 bagai pinang d belah 2. Aku menangis haru ketika melihat mereka terlahir sempurna. Zayn menitikkan air mata ketika suster menyerahkan baby boy untuk di adzan kan.
" Selamat datang baby boy, Daddy sangat menantikan kelahiran kalian. Sehat terus ya nak." Zayn menciumi kedua baby boy itu.
Aku mengambil salah satu baby boy lalu menyusuinya. sementara baby satunya bersama Zayn d sofa.
" Assalamualaikum ganteng. bunda akan memberi nama kakak Faraz Zavier Althaf dan adik Fariz Zaydan Althaf Semoga Faraz dan adik Fariz jadi anak yang Sholeh, sehat selalu dan jadi pelindung buat bunda."
Aku mencium pipi gembul Faraz sambil menitikkan air mata. Kulitnya yg bersih mata coklatnya mengingatkan aku pada Fandi. Tak bisa ku pungkiri mereka adalah Fandi junior
__ADS_1
Rasa syukur tak hentinya aku ucapkan pada Allah SWT yang telah menghadirkan 2 buah hati yg lucu dan menggemaskan, meskipun tanpa keberadaan ayah biologis mereka.
Zayn mendekatiku sambil melihat kedua bayi yg terlelap dalam tidurnya.
" Sayang, baby boy sangat menggemaskan. Kakak Zavi dan adik Zay lahir dengan selamat. Kamu adalah mommy yang hebat sayang."
" Terimakasih Zayn sudah menemani dan support aku selama ini. Setelah ini aku janji tidak akan merepotkan kamu lagi."
Zayn langsung menatap mataku dan memegang daguku.
" No, Zayn. ingat Zayn besok kamu akan menikah dengan Alicia dan aku tidak mau merusak kebahagiaanmu. Tolong Zayn biarkan kami pergi jauh dari hidupmu."
" Look at me dear. Aku sangat mencintaimu dan baby boy. aku akan membatalkan rencana pernikahanku dengan Alicia. Aku ga mau berpisah dengan baby boy. Mereka adalah belahan jiwaku meski mereka bukan darah dagingku. Jangan pernah berfikir untuk jauh dariku honey."
Zayn menangis sambil menyatukan dahi kami.
__ADS_1
Sebenarnya aku juga ga mau berpisah dari Zayn tapi harus gimana lagi.
" Mereka butuh aku,honey. Sejak awal terdengar detak jantungnya, mereka hanya tau akulah daddy mereka. Bahkan sejak dalam kandungan mereka selalu merespon ucapan ku. walau darah kami tak sama tapi ikatan batin antara kami sangat kuat. Aku sangat menyayangi mereka jadi ku mohon jangan tinggalkan aku, sayang."
" Bagaimana dengan mamamu, Zayn. Beliau pasti marah kalau kamu membatalkan rencana pernikahanmu. Aku ga mau kamu jadi anak durhaka, Zayn."
" Sayang dengarkan aku ya, suatu saat aku percaya mama pasti akan menyayangi Zavi dan Zay. Mereka berdua baby yg sangat lucu dan menggemaskan tak ada seorangpun yang ga akan jatuh cinta pada baby boy. Yang harus kamu lakukan ikuti semua ucapan ku. Kita akan memulai hidup baru kita jauh dari tempat ini.kita pindah ke kota lain membuat keluarga kecil kita yg bahagia. I Love you,honey."
" Love you to, Zayn." Aku mencoba tersenyum meski mengeluarkan air mata.
" Kok masih manggil nama sich. Harusnya kamu panggil mas, sayang, honey, dear atau apa aja yang penting sweet."
" Iya sayangku. Daddy nya si kembar."
Zayn memelukku sambil mencubit hidungku.
__ADS_1