
" Jadi nanti manggilnya Abang Zavi, kakak Zae, mas Varo dan mbak Vira ya."
" Kok mbak Vira sich, mas?" tanyaku pada Fandi
" Lha kan nanti Vira pasti punya adek kan? Masa Vira satu-satunya anak cewek sich, kan kasian nanti dia kesepian."
" Mas Fandi ngomong apa sich, ga jelas banget. Anakku udah 4 mas, udah ga kepikiran pengen punya anak lagi."
" Bukannya kamu pengen punya anak banyak ya? Banyak anak banyak rejeki, Ra." 😁😁😁
" 4 itu udah banyak, mas. Mau berapa banyak lagi? Dikira gampang apa hamil, ngelahirin, terus ngerawat anak, apalagi kalau mereka rewel barengan. Lihat aja tuch Zae dan Zavi kalau lagi rebutan mainan emang mas Fandi ga pusing?"
" Disyukuri dan dijalani aja, Ra. Insyaallah selagi kita berdua kerjasama ga akan terasa berat kok."
" Insyaallah mas. Alhamdulillah ada mama, papa, Lisa dan Sari yg bantuin jagain anak-anak. Oiya gimana kerjaan mas?"
" Alhamdulillah lancar. Sejak si kembar tinggal disini perusahaan jadi makin besar dan rencananya mas mau buat cabang cafe di mall deket taman kota sebagai hadiah kelahiran baby Varo dan Vira."
" Emang ga berlebihan ya mas ngasih hadiahnya cafe?"
__ADS_1
" Itu belum sebanding dengan pengorbanan kamu saat hamil dan melahirkan anak2 kita."
" Mas Fandi ingatkan Varo dan Vira anak kandung Zayn? Aku ga mau dianggap cewek matre sementara statusku istri orang mas."
" Biarin aja orang mau bilang apa yg penting kita yg ngejalanin. Emangnya mereka ngasih makan kita."
" Terserah mas Fandi aja dech. Aku lagi males berdebat."
" Idih ngambek. Anak udah 4 juga masih aja ngambekan. Jadi makin cinta dech."
Mas Fandi mencubit hidungku.
" Iya sayangku. Ntar kalau ada anak2 aku ga akan nyubit kamu lagi, habisnya aku gemes kalau ngambek gitu udah kayak Zavi dan Zae."
" Bilang aja ga bisa move on."😜😜
" Gimana aku bisa move on kalau diantara kita ada anak-anak yg lucu dan menggemaskan. Jujur Ra, aku selalu berdoa semoga masih ada kesempatan buat kita jadi keluarga bahagia."
Mas Fandi terlihat sedih. Setelah meletakkan baby Vira d box, aku mendekati mas Fandi. Ku pegang tangannya sambil memandang wajahnya.
__ADS_1
" Mas, jodoh itu sudah ada yg ngatur. Insyaallah jika Allah berkehendak kita bisa bersama, tapi saat ini aku masih punya suami mas. Jadi salah kalau mas Fandi mengharapkan istri orang. Please dech, seorang Afandi Putra Nugraha jadi pebinor, apa kata dunia." 🤭🤭
" Dasar kamu ya. Orang lagi melow malah diajakin bercanda."
Mas Fandi menggelitiki pinggangku.
" Mas jangan digelitikin. Mas kan tau aku paling ga tahan kalau digelitikin." 😀😀😀
" Rasain. Siapa suruh ngeledekin melulu. Udah tau aku susah move on malah diledekin."
" Iya. Ampun mas. Aku janji ga akan ngeledekin mas lagi, tapi lepasin ya."🙏🙏
Kami berdua duduk di sofa kamar itu.
" Ra, kamu itu ga hanya cinta pertamaku, tapi kamu ibu dari anak-anakku. Kamu itu istimewa, Ra. Ga gampang buat ngelupain kamu. Kamu ingatkan, mas Arka saja susah move on dari kamu apalagi aku yg sudah menghasilkan 2 jagoan yg lucu, pintar dan menggemaskan. Aku hanya berharap semoga bisa memberikan kasih sayangku pada Zavi, Zae, Varo dan Vira. Meski mereka beda ayah, tapi aku akan berusaha menjadi ayah yg baik untuk mereka berempat."
" Makasih ya mas, udah mau menerima dan menjaga Varo dan Vira meskipun mereka bukan anak kandung mas Fandi. Kasihan mereka, sejak lahir ga dapat kasih sayang dari daddy nya."
" Sekarang apa yg akan kamu lakukan, Ra? Kamu mau mempertahankan rumah tangga kami?"
__ADS_1