TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
Part 63


__ADS_3

Zayn mengusap perutku.


" Cepatlah tumbuh di perut mommy ya sayang. Bantu daddy agar tidak kehilangan mommy, Abang dan kakak kamu. Daddy sayang sama kalian. Maaf kalau cara Daddy salah, tapi daddy bener-bener ga punya jalan lain."


Zayn mencium keningku lalu kembali memelukku erat. Aku mulai terbangun dan mengingat kejadian kemarin. Sejujurnya aku kecewa dengan sikap Zayn, tapi mau bagaimana pun dia masih suamiku. Aku kembali teringat anak-anak pasti mereka menunggu kedatanganku. Aku melihat Zayn tersenyum padaku.


" Kamu sudah bangun, honey? Maaf ya kemarin aku terlalu kasar meminta hak ku. Kita juga melewatkan makan malam karena sudah lama ga dapat jatah jadi lupa diri dech. Maaf ya sayang, kamu pasti kecapekan. Kita sarapan yuk. Aku udah masak nasi goreng kesukaanmu. Udah lama ya kita ga makan berdua seperti ini."


Aku melihat di meja ada sepiring nasi goreng dan segelas jus berwarna merah. Aku melihat di atas nakas ada handuk, aku segera mengambilnya lalu memakainya. Saat aku akan berdiri, Zayn sudah ada di depanku. Dia menggendong ku ala bridal.


" Mau cuci muka dulu atau sekalian mandi, honey?"


" Mandi. Badanku sudah lengket semua."


" Ok. As you wish my queen."

__ADS_1


Zayn mendudukkan ku d bathtub lalu menyalakan kran air hangat dan memberikan aroma terapi agar aku bisa relax.


" Air mandinya sudah siap honey, waktunya mandi. Jangan lama-lama ya nanti masuk angin, sayang."


Aku tak menanggapi celotehan Zayn. Setelah Zayn keluar, aku segera mandi. Aku harus menelfon anak-anak, agar tidak khawatir.


Setelah mandi dan ganti baju, aku duduk di kursi sambil memakan nasi goreng yg disiapkan Zayn.


" Maaf menunggu lama, tadi aku ke dapur membuatkan susu untukmu, honey. Kamu pasti laper banget ya."


" Aku juga minta maaf karena makan duluan tanpa menunggumu."


Kami makan sepiring berdua, Zayn minum jus itu dan aku menghabiskan susu hangat yg dibuat Zayn. Rasa coklat favorit aku.


Setelah selesai makan aku pergi ke dapur untuk mengambil air. Zayn sedang mencuci piring dan gelas kotor.

__ADS_1


" Zayn, kamu taruh dimana tas dan hpku."


" Maaf sayang aku terpaksa menyita hp dan tas mu. Aku ga mau kamu kabur lagi."


" Please Zayn, aku harus menelfon anak-anak. Mereka pasti khawatir karena hari ini aku blm pulang juga."


" Kan ada Lisa dan Sari yg jagain mereka. Sekarang waktunya kita menghabiskan waktu berdua. Sudah lama kita kehilangan momen seperti ini, sayang. Kamu juga butuh istirahat yg cukup agar cepat tumbuh baby lagi disini."


Zayn memelukku sambil mengusap perutku.


' Gila aja, twins Al aja baru berumur 6 bulan seenaknya aja dia nyuruh punya baby lagi.' kataku dalam hati.


" Ga usah mikir yg aneh-aneh dech, sebentar lagi kita cerai dan aku ga mau kehadiran baby akan menghambat proses perceraian kita. Lagi pula kamu juga akan menikah bulan depan, jadi kamu bisa punya baby dari Alicia."


" Kalau lagi berduaan gini ga usah ngomongin orang lain, sayang."

__ADS_1


" Kan itu kenyataannya. Tolong kembalikan tas ku, Zayn. Aku harus pergi, Zae dan Zavi pasti khawatir karena dari semalam aku ga nelfon mereka. Dan aku harap jangan mempersulit proses perceraian kita. Silahkan lanjutkan rencana pernikahan kalian dan biarkan aku dan anak-anakku bahagia tanpa kamu. Aku capek Zayn. Aku ingin merawat anak-anakku dengan damai tanpa ada siapapun yg mengusik kebahagiaan kami. Semoga kamu juga bahagia dengan pilihan mommy kamu."


" Sampai kapanpun aku ga akan membiarkan kamu pergi jauh dariku. Aku ga mau kehilangan kamu, sayang."


__ADS_2