TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
Part 30


__ADS_3

Aku sudah pasrah jika aku harus tertabrak. Aku menutup mataku.


" Kenapa aku tidak merasakan sakit ya. Apa aku sudah meninggal."


Ku coba untuk membuka mata. Ternyata aku sudah di pinggir jalan. sementara itu banyak orang berkerumun di tengah jalan. Seorang ibu mendekatiku.


" Kamu ga papa kan,nak?" tanyanya khawatir.


" Iya saya baik-baik saja bu. Itu kenapa banyak orang berkerumun di sana bu?"


" Itu pacar kamu berusaha menyelamatkanmu sehingga dia yang tertabrak. Dia benar-benar pria idaman yg rela mengorbankan dirinya demi kekasih tercinta."

__ADS_1


Aku terkejut mendengar penjelasan ibu itu aku langsung berlari mendekati Fandi yg di masukkan ke ambulan. Aku duduk di sebelah Fandi sambil menangis melihat luka di kepala dan tangannya.


" Fandi,knp kamu menyelamatkan aku dan mengorbankan dirimu untukku. Seharusnya kamu biarkan aku yg tertabrak. Aku ga mau kamu terluka seperti ini, Fandi." Aku menggenggam tangan Fandi sambil mencium tangannya yg tidak terluka.


Tak lama kemudian kami sampai di RS. aku mengikuti perawat yg mendorong brangkar. Aku berhenti di depan ruang operasi lalu duduk di kursi yg ada di depan ruang operasi.


" Ya Allah tolong selamatkan Fandi,aku sangat mencintainya. Aku ga mau kehilangan dia. Fandi, kamu harus bertahan ya. Aku janji akan selalu ada disisi mu." Aku terus berdoa sambil meneteskan air mata. Setelah agak tenang aku menelfon mas Arka memberitahu kalau Fandi kecelakaan. Mas Arka menenangkan aku dan berjanji akan segera datang ke RS. Aku agak lega mendengar ucapan mas Arka.


Setelah menunggu sekitar 2 jam keluarga Fandi datang, mama Siska langsung memelukku dan berusaha menenangkan ku. Mas Arka dan papa Arman mengurus biaya administrasi dan menemui dokter yg menangani Fandi. Setelah papa Arman keluar dari ruangan dokter spesialis bedah, kami langsung mendekati beliau.


" Alhamdulillah operasinya berjalan lancar. Tidak ada luka yg serius, cuma ada robekan di dahi dan kepalanya tp sdh bisa ditangani dokter. tinggal nunggu Fandi sadar."

__ADS_1


" Alhamdulillah ya Allah. semoga Fandi cepat sadar ya." kata mama Siska sambil memelukku.


" Maafkan Clara ya ma,pa. Karena menyelamatkan Clara, Fandi jadi terluka dan harus menjalani operasi. Harusnya Clara yg ada disana bukan Fandi." aku langsung menangis lagi.


" Ini semua sudah takdir Allah SWT. Kamu jangan menyalahkan diri sendiri, Sayang. Mama dan papa tau Fandi sangat mencintaimu, dia akan melakukan apapun demi menyelamatkan orang yg paling dia cintai. Sekarang tugas kamu,berdoa buat Fandi semoga dia lekas sembuh dan bisa sekolah lagi sama kamu. Udah ga usah terlalu difikirkan. Mama yakin Fandi anak yg kuat."


Mama Siska terus memelukku dan menenangkan ku. Aku membalas pelukan mama Siska.


" Clara janji akan selalu menemani Fandi,ma."


" Ya sudah sekarang kita lihat Fandi di ruang perawatannya,ayo Ra."

__ADS_1


Kami pergi menuju ruang perawatan Fandi. Aku tak tahan melihat kepala Fandi yg diperban, pipi dan tangannya yg dijahit. Aku memandang papa Arman, tadi kata beliau Fandi hanya luka kecil kenapa kepalanya sampai di perban.


" Ra, papa terpaksa bohong padamu karena takut kamu semakin khawatir dengan keadaan Fandi. Papa ga mau kamu terus merasa bersalah. Semua musibah itu sudah diatur oleh Allah SWT, kita hanya wajib ikhtiar dan bersabar dalam menghadapi ujian-Nya. Kamu berdoa ya semoga Fandi bisa melewati semua ini. Karena papa yakin Fandi melakukan semua ini untuk membuktikan bahwa kamu adalah orang terpenting dalam hidupnya."


__ADS_2