
Zayn kaget mendengar ucapan mommy Erin.
" Mom, Clara bukan perempuan seperti itu buktinya selama ini dia setia mendampingi Zayn memulai usaha dari nol sampai sekarang Alhamdulillah Zayn bisa membeli rumah sendiri dan punya usaha sendiri tanpa bantuan mommy."
" Saat ini kamu hanya dibutakan oleh cinta. Suatu saat kamu akan sadar kalau pilihan kamu tak sebaik pilihan mommy."
Aku hanya diam saja mendengar perdebatan mereka. Aku tak tau harus berkomentar apa. Ternyata segitu bencinya mommy Erin padaku.
Tiba-tiba aku mendengar suara baby Zae menangis.
" Maaf mom,saya harus melihat baby Zae dulu. Silahkan diminum teh nya."
" Sayang, nanti aku akan menyusul." kata Zayn
" Tidak usah, sayang. Kamu temani mommy aja. Mungkin baby Zae haus. Aku pergi dulu."
Aku segera menuju ke kamar si kembar lalu menyusui baby Zae kemudian bergantian dengan baby Zavi.
Sementara di ruang tamu.
" Jadi kalian sudah punya anak?"
__ADS_1
" Iya mom. Anak kami kembar namanya baby Zavi dan baby Zae."
" Kamu fikir kamu bisa membohongi mommy. Mereka bukan anak kandung kamu kan. Mereka anak dari mantan suami Clara. Kenapa kamu mau merawat anak orang lain. Kamu itu Zayn mau-maunya dibodohi sama janda miskin itu."
" Tolong dong mom, jangan sebut Clara seperti itu. Dia bukan janda ma,dia istri Zayn."
" Sampai kapanpun mom tidak akan mengakui dia sebagai menantu karena bagi mommy menantu mommy cuma Alicia."
" Terserah mommy yg jelas sekarang istri Zayn adalah Clara. Dan sampai kapanpun hanya dia istriku sampai maut memisahkan kami."
" Susah ngomong sama orang yg dibutakan cinta. Kamu itu seperti daddy kamu, dibutakan cinta sehingga rela meninggalkan keluarga."
" Justru kalau aku meninggalkan Clara dan si kembar, aku sama seperti daddy karena itulah aku ga mau meninggalkan istri dan si kembar. Sejak dalam kandungan aku sudah menyayangi si kembar meskipun mereka bukan darah daging ku dan bagi mereka, akulah daddy mereka. Aku mau melihat si kembar dulu,mom. Biasanya kalau mereka rewel hanya aku yg bisa menenangkan mereka."
Mommy Erin yg kesal dengan sikap Zayn mutuskan untuk menginap di hotel terdekat. Dia tak akan menyerah untuk menjodohkan Zayn dengan Alicia.
Setelah kenyang baby Zavi tidur. Aku meletakkan baby Zavi disebelah baby Zae. Lalu aku duduk di sofa sambil melihat tingkah si kembar yg sedang tertidur pulas.
" Kalian berdua adalah semangat hidup mommy. Kalian menjadi satu-satunya keluarga yg mommy miliki. Andai saja kakek nenek kalian masih ada, mereka pasti bahagia memiliki cucu yg tampan, pintar dan menggemaskan seperti kalian."ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
" Honey, si kembar sudah tidur?" Zayn tiba-tiba masuk ke kamar si kembar membuatku kaget.
__ADS_1
" I...iya. Mereka baru saja tidur, mungkin karena belum minum ASI makanya tadi mereka rewel." jawabku sambil menghapus air mataku.
" Syukurlah kalau begitu, aku kira mereka sakit atau jatuh."
" Mereka baik-baik aja, kamu ga usah khawatir. Oiya kenapa kamu kesini? mommy gimana?"
" mommy sudah pulang katanya ada urusan penting besok dia datang lagi."
Zayn duduk di dekatku lalu memelukku.
" Honey, tolong maafkan sikap mommy ya. Aku tau kamu ga nyaman dengan kehadiran mommy, apalagi kata-kata mommy yg menyakitkan hati."
" Aku ga papa, yank. bagaimanapun beliau adalah mertuaku sudah seharusnya aku menghormati beliau, maaf kalau tadi aku tidak sopan, meninggalkan mommy begitu saja."
" Kamu ga salah kok, kan tadi baby Zavi nangis. Sudah seharusnya si kembar yg harus kamu prioritaskan, sayang."
Zayn berkali-kali mencium pipiku.
" Kita ke kamar yuk, yank. Kalau disini takut gangguin si kembar yg lagi tidur."
" Emang mau ngapain ke kamar? Ini masih siang, jangan macam-macam ya."
__ADS_1
" Ga macam-macam kok, cuma satu macam aja. Udah lama aku ga dimanjain sama kamu, yank." katanya sambil mengedipkan mata.