
...CINTA YANG HAKIKI...
Cinta yang hakiki itu adalah ketika kita mampu memberi kebahagiaan kepada orang yang kita cintai, bukan hanya sekedar mengambil kebahagiaannya. Karena tak sedikit dari kita yang mengatakan “cintaku suci, cintaku tulus, dan cintaku murni” hanya sebuah bualan belaka.
Mengapa demikian? Karena kita mencinta hanya sebatas tahu bahwa cinta itu menyenangkan dan melenakan, kita tidak tahu apa sebenarnya hakekat mencinta itu.
Sebab, jika kita memang sudah menyadari hakekat mencinta itu seperti apa, maka sudah tentu kita takkan berlaku seadanya pada orang yang kita cintai, pikiran merusak kehormatannya dengan mengajaknya bersenang-senang tentu takkan pernah terlintas di otak.
sepulang dari mengajar mengaji naira membaca buku di teras rumahnya yang bertemakan cinta yang hakiki.
karena asyiknya membaca buku, naira tidak menyadari kedatangan hafidz. hafidz berjalan menuju di mana naira sedang duduk bersantai.
"hem.... assalamu'alaikum. hafidz
" naira menjawab salam hafidz dan menegakkan kepalanya siapa yang datang.
deg.........
jantung naira berdenyut kencang.... seluruh tubuhnya seakan gemetar. dia melihat kiri dan kanan seakan mencari teman setianya. namun entah dimana.
pikiran kalut, seolah dibuat kacau. Salah tingkah, jantung berdegup kencang hingga tidak percaya diri. seolah menyita seluruh pikiran dan perasaan. " kenapa dia tahu alamat ini? naira membatin. memeluk erat buku yang di pegang nya sejak tadi.
__ADS_1
"kenapa wajahmu memerah? ...kau takut? kau tidak menyambut tamu mu?....
" A.... ya...... s... silahkan du.. duduk? Naira gugup. seakan tidak bisa mengimbangi dirinya. Hafidz terus maju menatap naira. Naira memperbaiki bajunya. seakan takut hafidz melihat keadaannya yang sebenarnya."selamat untukmu? naira mengulurkan tangannya dari tempat duduknya
"selamat?
" S.....selamat ulang tahun untukmu. ujar naira dan kembali menundukkan kepalanya.
"m... terimakasih. kau orang pertama yang memberikan ucapan selamat untukku. bahkan aku tidak ingat ulang tahunku sendiri .
hafidz masih setia berdiri dan kembali berujar.melihat naira gelisah.
Naira menatap hafidz sedetik. kembali tertunduk. kedua tangannya mulai dingin. sesekali memperbaiki hijabnya yang baik-baik saja.
" o..... aku lupa..... Naira yang sekarang bukan lagi yang dulu. hafidz berbicara sambil berdiri dan melihat keadaan lingkungan naira. "wajar kau bahagia tinggal disini. aman dan damai, iya kan?
" i.... iya... betul sekali.... aku suka. i... iya betul. naira menghapus keringatnya yang mulai muncul.
"hafidz geleng kepala dengan masih menahan emosi dan kekecewaannya. melihat naira. " jelaskan padaku kenapa kau menjauh dariku. katakan! " geram hafidz. membuat naira tersentak dan lolos satu bulir membasahi pipinya. hafidz hendak mendekat kearah naira.
"jangan mendekat! " suara naira begitu lantang. naira mengangkat kedua tangannya ke depan hingga buku yang dipegangnya tadi terjatuh pas di dekat bajunya yang menjuntai yang menutupi bagian tubuhnya yang cacat.
__ADS_1
hafidz hendak mengambil buku itu
"stop! naira ketakutan dan gemetar
hafidz terdiam tangannya yang hendak merai buku itu dan teringat dengan perkataan sekertaris nya.
___cincin itu dari teman anda tuan. sepertinya perempuan itu cacat.
naira terus melihat kepala hafidz yang tertunduk untuk mengambil bukunya yang terjatuh pas didekat kakinya yang cacat.
hafidz mengambil buku itu. air mata😢😢 hafidz terjatuh dan berujar. "katakan sejujurnya padaku naira, apa alasanmu kamu mengembalikan cincin ini!" apa yang kamu sembunyikan dariku! teriaknya sambil memegang kedua bahu naira. keduanya menangis. hafidz berdiri dan berjalan seakan mencari sesuatu.
"apa yang kamu lakukan kak. 😭😭kau tidak boleh masuk ke dalam rumahku.teriak naira melihat hafidz mulai melangkah masuk kedalam rumah naira.
" aku tidak peduli aku mencari sebuah kebenaran. apa kau tahu naira aku sangat tersiksa dengan semua ini. kau seperti mempermainkan perasaanku. ucap hafidz sambil menghapus air matanya dan masuk kedalam rumah naira.
sir............... denyut nadi hafidz seakan berhenti berdenyut seketika melihat kursi roda didekat TV dan sebuah tongkat milik naira pas di dekat pintu masuk.
hafidz terduduk di sana dan menangis kini ia paham semuanya. 😭😭😭
bagaimanakah naira sekarang? dan apakah cinta mereka kembali bersatu? ayo... berikan komentar kalian.... 🙏🙏
__ADS_1