TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
BAB 144 extra part 47


__ADS_3

Menyibukkan diri bekerja dan bekerja itulah yang dilakukan hafidz. frustasi yang di alami dan hampir rasa putus asa. Berfikir terus berfikir mengapa naira tidak menemuinya tapi, apa mungkin naira adalah orang dekat denganku? kalau iya kenapa dia tidak menemui atau mencari keberadaan ku. Hafidz terus berperang dengan pikirannya sendiri bahkan sudah berulang kali dia menusukkan pulpen yang dipegangnya di atas meja kerjanya.


"Foto... ya mungkin ada fotonya tapi, dimana? di mana aku harus mencarinya. Hafidz mencari dalam laci dan tidak menemukannya. hafidz berjongkok dan mencari laci bagian bawah,nihil." kemana aku harus mencarinya?


Merasa lelah dan kepala kembali terasa sakit hafidz memilih untuk beristirahat ke ke kamarnya. bibi ina yang sedang sibuk mengepel dan tiba-tiba hafidz keluar dari ruang kerjanya dengan memegang kepalanya terasa sakit, dan berjalan terburu-buru hingga terpeleset dan terjatuh


Trak.......


Trak.....


Kepala hafidz terbentur di tangga dan jatuh terbaring tidak sadarkan diri.


"Tuan muda! " tuan muda! ...................

__ADS_1


bibi ina panik dan berlari keluar memanggilnya bang jeki dan mengatakan jika tuan mudanya jatuh terpeleset dan pingsan.


"apa!"....teriak bang jeki dengan makanan yang memenuhi mulutnya.karena panik bang jeki tidak peduli dengan makanan kesukaannya.


Bang jeki dan bibi ina berlari masuk kedalam dan berusaha membangunkan tuan mudanya. anisa yang baru datang melihat hafidz tergeletak dilantai, ikut panik. dan berteriak


"hafidz .... sayang, bangun nak... hafidz!! bibi telepon cepat mas rizki. cepat!! teriak anisa. bang jeki cepat bantu aku mengangkat hafidz ke sofa.


Mereka akhirnya membaringkan hafidz di sofa. beberapa lama kemudian rizki datang bersama dengan seorang dokter dan langsung memeriksa keadaan hafidz.


"sayang kamu baik-baik saja? anisa khawatir melihat hafidz terus memegang kepalanya.


" ibu Naira dimana? bagaimana keadaan Naira? katakan ibu. Aku mengingat semuanya saat aku kecelakaan. Hafidz menceritakan kronologis saat dirinya mengalami tragedi kecelakaan yang menimpa dirinya saat itu bersama dengan Naira. "ibu dan bagaimana dengan supir pribadiku? apakah dia baik-baik saja. ibu, ayah kenapa kalian diam? hafidz kembali memegang kepalanya yang terasa begitu sakit saat dirinya terus mencoba mengingat semuanya.

__ADS_1


dokter yang masih di sana menyuntikkan obat penenang kepada hafidz agar tubuhnya beristirahat sejenak. seketika hafidz menutup matanya.


" dokter ada apa dengan putraku?


"sayang tenanglah, dokter menyuntikkan obat penenang kepada hafidz agar tubuhnya beristirahat dulu." rizki memeluk istrinya agar tidak panik dan khawatir. dokter pun menjelaskan jika hafidz sudah kembali mendapatkan ingatannya namun masih perlu banyak istirahat.


mendengar penjelasan dokter. anisa merasa lega dan bersyukur karena hafidz sudah kembali mendapatkan ingatannya. begitu juga bibi ina dan bang jeki ikut bahagia mendengar kabar baik itu.


"tapi mas bagaimana dengan Naira? sampai sekarang kabar Naira tidak ada. bahkan nomor alifa dan ustadz anto tidak aktif. apakah mereka baik-baik saja?


" aku juga kurang tahu sayang. karena saat itu, kondisi kita masing-masing panik bahkan saat Naira ditemukan aku tidak sempat melihat keadaannya, karena mobil ambulans sudah membawanya pergi, aku melihat seorang pemuda ikut membantu Naira masuk ke dalam mobil ambulans tapi, entah siapa pemuda itu. jelas rizki sambil mengelus kepala istrinya dengan lembut yang tertutupi dengan hijab dan mengecup kening istrinya.


terus berikan dukungan kalian......... 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


akankah cinta mereka kembali bersatu? bagaimanakah pertemuan awal Naira dan hafidz setelah tragedi itu?


...BERSAMBUNG...


__ADS_2