
Rendi datang menemui hafidz atas perintah dari hafidz sendiri. karena hafidz sudah mendapatkan semua ingatannya ia kembali menagih janji Rendi sebelumnya.
"selamat datang di duniamu bro. ujar Rendi menepuk bahu sahabatnya itu. "dan memberikan hafidz sebuah koran.
"aku benar-benar tidak mengerti setelah kejadian ini, kabar Naira seperti ditelan bumi. kemana aku harus mencarinya? dan yang menjadi misteri bagiku apakah Naira baik-baik saja? aku harap dia tidak mengalami hal yang sama denganku. hafidz melihat Rendi serius membaca koran yang diberikan tadi padanya.
"tenanglah kita pasti menemukannya dan lihatlah ini di koran, entah siapa yang membocorkan jika dirimu hilang ingatan. ini bisa bisa berdampak dengan bisnismu. kau harus mengurus secepatnya berita ini.
****____________________****
Naira terkadang terlihat murung jika mengingat kembali masa lalunya. siswa-siswinya menghibur dengan berbagai cara agar ibu gurunya tidak bersedih.Para orang tua bersyukur dengan kehadiran Naira dilingkungan mereka yang mengajarkan anak-anak di sana dengan ilmu yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat mereka. bahkan mereka sudah pernah ikut lomba tadarus antar desa. Berkat bimbingan Naira mereka bisa membawa nama baik lingkungan mereka.
__ADS_1
jarak antara tempat Naira mengajar dengan rumahnya cukup dekat, pulang dari tempat mengajarnya dengan tongkat yang setia menemani hari-harinya, sepanjang perjalanannya Naira di sapa oleh masyarakat setempat. bahkan ada yang merasa iba dengan keadaan Naira yang tidak memiliki kaki sebelah. dengan gaun yang panjang yang sering digunakan nya memang tidak begitu kelihatan tapi mata tidak bisa dibohongi.
"Naira tersenyum melihat wawan turun dari mobilnya.assalamu'alaikum.... gimana kabarnya? tanya wawan yang membantu Naira sampai di teras rumah." Aku punya kabar baik untukmu entahlah apa kamu suka atau tidak?
"Apa itu, katakanlah? "
"Hafidz sudah kembali ke rumahnya. dia baik-baik saja dan sebelumnya dia pernah mengalami amnesia hampir tiga bulan. dan sekarang yang aku dengar dia mencari keberadaan mu. Apa kamu tidak mau menemuinya? wawan berharap agar Naira mau menemui hafidz, wawan yakin jika cinta Naira terhadap calon suaminya itu masih sama."Naira dia masih calon suamimu, lihat cincin ini. Ini adalah bukti janji cinta kalian untuk bersatu.
" Naira tapi, kamu belum menemuinya. wawan menatap Naira dan melihat kedua netra mata Naira masih terlihat cinta yang begitu besar untuk hafidz."Naira aku yakin kau masih mencintainya.
"iya, tapi aku akan berusaha melupakannya walau itu tidak semudah membalikkan telapak tangan dan jika pun aku menemuinya aku akan mengembalikan cincin ini padanya.
__ADS_1
Mengungkapkan perasaan hati seperti perasaan bahagia, sedih, kecewa, haru, dan cinta sangatlah penting. Pasalnya dengan mengungkapkan perasaan, seseorang dapat menyelesaikan masalah dengan lebih baik. Ya ada kalanya perlu bersikap emosional untuk bisa lebih jujur mengungkapkan perasaan.
Terbuka dengan emosi yang dirasakan membuat masalah terlihat lebih jernih. Misalnya, mungkin harus meneriakkan kekesalan untuk bisa mendapatkan perasaan yang lebih ringan dalam menyelesaikan masalah lebih cepat.
Berani jujur dengan perasaan yang tengah dirasakan, juga menjadi salah satu cara untuk bisa bahagia. Terkadang butuh menunjukkan kebenaran dengan menyampaikan isi hati kita meskipun sebenarnya pada awalnya menyakitkan.
"jangan menyiksa dirimu Naira . "batin wawan.
terkadang cinta itu menyakitkan 💔💔💔
terkadang cinta itu menyiksa 😇😇😇😇
__ADS_1
terus berikan dukungan kalian like like like 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏