TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
TAKDIR Cintaku 2 Awal baru


__ADS_3

Assalamu'alaikum wahai pembaca setia Takdir cintaku. Aku kembali menulis kisah di novel ini. dengan judul



masih kisah antara Hafidz dan Naira, tentunya..... Dimana prahara rumah tangga mereka dihinggapi sebuah ujian.....


Menikah, adalah suatu keputusan yang dibuat atas kesepakatan kedua belah pihak, laki-laki ataupun perempuan. Dalam pernikahan, kesetiaan dan cinta akan diuji dengan berbagai ujian rumah tangga dari beragam aspek.


Bukanlah hal yang mudah untuk menjalani sebuah hubungan rumah tangga, apalagi untuk membuatnya selalu harmonis.


Selalu ada saja hal yang membuat hubungan suami istri ini menjadi penuh dengan persoalan.


Pada tahun-tahun awal biasanya kesetiaan dan cinta dari masing-masing pasangan akan diuji.


Seorang pria mendambakan sosok istri yang sempurna, seorang perempuan juga memimpikan sosok suami yang sempurna. Namun, keduanya tidak menyadari bahwa mereka diciptakan untuk saling menyempurnakan."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Lima tahun setelah pernikahan Hafidz dan Naira namun belum juga dikaruniai seorang momongan. Lima tahun pernikahan menunggu seorang anak untuk melengkapi rumah tangga bukanlah kesabaran yang cukup lama?


menginginkan kehadiran buah hati untuk melengkapi kehidupan rumah tangga mereka. Namun, tak semua keinginan bisa terwujud begitu pun dengan memiliki anak. Ada beberapa kondisi yang membuat seseorang tak bisa memiliki anak salah satunya karena kemandulan.


Sebagai seorang wanita Naira sangat takut jika dicap sebagai wanita mandul yang tidak bisa memberikan keturunan. Walau Hafidz sebagai seorang suami selalu memberikan support tapi, Naira yakin jika suaminya juga menginginkan hal yang sama.


Naira bisa melihat Hafidz begitu menginginkan bahkan sangat menginginkan seorang anak kecil mengisi kesepian dalam rumahtangganya.


Desas desus dalam rumah tangganya mulai terdengar ditelinga Naira di mana saat dirinya menghadiri acara arisan di rumah ibu mertua.


"Aduh.... jeng kok bisa belum memiliki cucu, apa jeng gak kesepian begitu? lima tahun pernikahan anak jeng, itu bukan pernikahan sudah lama lho jeng.


Anisa sebagai ibu mertua mendengar perkataan teman arisan seperti itu sedikit menyimpan rasa tidak enak.


Naira yang mendengar perkataan teman arisan ibu mertuanya merasa sangat sedih, sekuat mungkin dirinya menahan air matanya agar tidak keluar.


Anisa yang tidak sengaja melihat Naira merasa iba.Ada rasa bersalah pada anak mantunya itu. Anisa bukanlah ibu mertua yang egois. Anisa paham bagaimana perasaan Naira sekarang.

__ADS_1


semua mata menatap Naira. apalagi semua tahu jika Naira termasuk perempuan cacat. bahkan sebagian ibu arisan mertua Naira ada yang masih seorang gadis yang sering cari muka di depan anisa.


prahara rumah tangga yang dihadapi Naira sekarang sangat berat baginya. terkadang Naira merasa tidak percaya diri. ujian fisik yang menimpa dirinya beberapa tahun lalu cukup terbebani ditambah lagi ujian masalah belum dipercayakan Memiliki keturunan.


Assyifa yang tiba datang dari dapur membawa makan ringan, mendengar perkataan teman arisan ibunya itu merasa geram.


Asyifa mendekati kakak iparnya itu. " Sabar kakak ya? jangan dengarkan omongan mereka. Mulut ibu rempong memang pedes, sadis. Assyifa sengaja memperkeras suaranya agar teman arisan ibunya mendengar. "kakak tahu gak ghibah dosa. udah mati-matian shalat istighfar tapi, siang harinya ghibah ya.... tentunya pahala ibadahnya akan nol nilainya.


mendengar perkataan assyifa, ibu arisan tadi langsung tutup mulut dan salah tingkah. merasa malu pada diri sendiri.


pulang dari ibu mertua wajah Naira terlihat murung. Hafidz melihat perubahan sikap istrinya merasa aneh. ya.... hafidz tidak ikut acara di rumah ibunya karena ada pertemuan dengan kliennya walau itu hari minggu.


Hafidz ingin bertanya, namun tiba-tiba mendapat telpon dari sahabatnya Rendi jika ada hal penting yang akan dibicarakan, namun tidak lewat telpon.


Melihat Hafidz suaminya yang baru datang dan akan pergi lagi Naira pun bertanya. " Mas kamu mau pergi? apa begitu pentingnya?


Hafidz pun menoleh. " Iya sayang. Aku pergi dulu ya." Hafidz mengecup kening istrinya dan berlalu.

__ADS_1


Naira menatap kepergian suaminya. "Mas kamu berubah, kamu bukan Hafidz yang kukenal dulu. Naira menitikkan air mata. Andai ayah dan ibu masih hidup aku tidak mungkin sesedih ini.


__ADS_2