
malam semakin larut semua siswa dan siswi kembali ke tenda masing-masing, namun bedanya Rendi yang penasaran dengan ayu menyelinap pergi ke perkemahan perempuan.
ayu yang kebetulan masih sibuk dengan ponsel nya bermain game di dalam tendanya dengan tenda yang belum tertutup. tiba-tiba dikagetkan dengan Rendi dan Rendi langsung saja menyambar ponsel milik ayu.
"kembalikan ponselku aku bisa kalah!
" kalah? apa maksudmu?
"iya kalah." dan ngapain kamu kemari? ini wilayah perempuan. kamu mau dilihat dengan yang lainnya tengah malam seperti ini?
" makanya cepat nomor ponselmu?
"kau mau apakan nomorku? aku tidak mau. "
"kalau kau tidak mau memberikan nomormu aku akan mencarinya sendiri disini. bisik Rendi
"ok! tapi, kembalikan dulu ponselku aku bisa kalah, itu sudah setengah permainan. bisik ayu sambil melihay sekelilingnya.
akhirnya ayu pun menyelesaikan permainannya sementara Rendi masih setia menunggu sampai ayu menyelesaikan permainannya.
" tuh kan aku kalah, ini semua karena mu! menyebalkan. "
"kalah ya kalah saja. cepat nomormu. " bisik Rendi sambil terus melihat sekeliling nya.
dan ayu akhirnya menuliskan nomor ponselnya ditangan Rendi.
__ADS_1
"kau tahu sentuhan tanganmu ini menghangatkan tubuhku yang kedinginan. ucap Rendi dan tersenyum
" gombal. ucap ayu . "pergi sana cepat! usir ayu dan Rendi pun pergi dengan riang akhirnya misinya selesai.
Rendi pun kembali ke tendanya dengan penuh Deg..dig...drug. namun saat akan masuk ke tendanya hafidz menegur.
"copot..... copot..... teriak Rendi. "
" darimana kamu tengah malam begini dari mencari hantu? namun Rendi hanya tersenyum-senyum.ih.......ditanya bukannya jawab malah senyum begitu, kesurupan lho? rendi yang masih ditanya tidak menghiraukan perkataan hafidz hingga hafidz kesal dibuatnya dan pergi.
tidak sengaja hafidz seperti melihat bayangan di dekat tenda naira. dia pun mengarahkan senternya di sana. saat mendekat karena senter naira menghadap ke mukanya membuat hafidz hendak berteriak namun segera naira menutup mulutnya agar diam.
"ngapain kakak disini ini wilayah perempuan.bisik naira. dengan pelan naira melepaskan tangannya.
"aku mencari sendalku dan kebetulan kamu disini ayo cepat! kita cari tempat, cepat udah mau nih. "
naira terus menarik tangan hafidz sedikit menjauh dari tempat perkemahan dan mecari sesuatu. sementara hafidz tidak paham apa maksud naira hingga membuat dirinya berfikir salah masud perkataan naira.
"mau ngapain kamu tarik aku ke sini? hah?tanya hafidz namun naira hanya diam. naira? panggil hafidz lagi
" ambilkan air itu, cepat! "dan berbalik ke sana. jangan intip awas kalau kamu mengintip.
hafidz pun berbalik dan tersenyum dengan tingkah konyol naira. bisanya dia begitu mudahnya percaya dengan orang lain menemaninya seperti ini.
" sudah belum. banyak nyamuk nih! ucap hafidz.
__ADS_1
saat hafidz berbalik naira tiba-tiba muncul dibelakangnya.
"astagfirullah. ucap hafidz dan langsung menyentil kepala naira.
" a... w... sakit. "keluh naira sambil memegang keningnya.
" lain kali jangan seperti ini. apa kamu tidak takut bahaya? iya masih untung aku yang menemanimu, bagaimana kalau orang lain dan akan berbuat macam-macam denganmu. dan ingat jangan mudah percaya dengan orang yang tidak kamu kenal.
"apaan sih!' karena itu aku percaya dengan kakak dan kakak juga tidak akan macam-macam dengan saya kan? ucap naira yang masih memegang keningnya. "orang lagi kebelet dan kebetulan kakak ada di sana ya sudah, dan tadinya aku mau minta tolong dengan ayu dan yuli. tapi kerena kakak keburu datang jadi kakak aja yang aku suruh temani. beres kan?
hafidz mendengar ocehan naira hanya terdiam. dan menatap naira. hafidz semakin penasaran dengan sosok naira yang terkadang sifatnya bertingkah aneh.
" ngapain kakak menatap aku seperti itu. memang benar kan yang aku katakan?
"sudah cepat jalan. " perintah hafidz
naira dan hafidz pun menuju perkemahan dan meminta naira masuk ke tendanya untuk istirahat.
"tunggu! " ucap naira. dan memberikan sebatang coklat untuk hafidz."ambillah ucapan terimakasih ku malam ini.
hafidz pun mengambil coklat itu dan geleng-geleng kepala melihat tingkah naira yang menurutnya menggemaskan.
"kak terimakasih. ucap naira lagi dan menutup tendanya. sementara hafidz masih terdiam ditempat melihat coklat pemberian naira. setelah merasa aman hafidz pun kembali ke tendanya dan membaringkan tubuhnya sambil mengingat kejadian tadi yang sempat dirinya salah paham maksud naira.
😉😉😉😉😉😉😉🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊
__ADS_1