
sir............... denyut nadi hafidz seakan berhenti berdenyut seketika melihat kursi roda didekat TV dan sebuah tongkat milik naira pas di dekat pintu masuk.
hafidz langsung berlutut di sana dan menangis kini ia paham semuanya. ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ Hafidz keluar menemui naira dengan membawa kursi roda tersebut dengan tongkat milik naira yang menemaninya setiap hari.
Mata hafidz terlihat merah. dan langsung berlutut di depan naira tak ada suara hanya isak tangis keduanya terdengar.
"kenapa naira, kenapa kau menyembunyikan semua ini dariku . kenapa kau membiarkan dirimu menanggung seorang diri. kenapa? " teriak hafidz di depan naira yang masih berlutut di depan naira sambil memegang sandaran kursi roda milik naira.
seluruh tubuh Naira gemetar terlihat bibirnya ingin mengatakan sesuatu.
"hafidz menitikkan air mata. "Katakan naira kenapa kau menyembunyikan ini dariku? kenapa kau menanggung semua ini seorang diri? suara hafidz melemah
" saat aku bangun dari koma, Aku hendak mencari keberadaan mu, tidak peduli dengan kesehatanku. namun saat aku menyadari....... terdengar isak tangis🥲 naira. "kaki kiri ku sudah tidak ada. saat itu aku meminta kakak wawan untuk tidak mengatakan pada siapapun termasuk padamu. bahkan aku meminta pada ayah dan bunda membawaku sejauh mungkin darimu karena aku pikir aku bukan naira yang dulu lagi. itulah alasan mengapa aku mengembalikan cincin itu. karena......... aku merasa tidak pantas untukmu. ðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1
hafidz mendekat dan memegang kedua wajah naira dan keduanya kembali menitikkan air mata. "apa kamu pikir dengan kau menjauh dariku aku akan bahagia? ..... Hari-hari ku penuh dengan penderitaan naira, jangan lagi kau pergi dariku karena aku mencintaimu naira, aku tidak peduli dengan naira yang sekarang. berjanjilah padaku jangan lagi kau pergi dariku.
" naira mengangguk. aku janji aku tidak akan pergi lagi dari mu, aku juga mencintaimu, sangat mencintaimu. tapi apa kamu tidak malu memiliki istri yang kakinya tinggal sebelah?
"jangan katakan itu naira. bukankah jika aku memiliki istri yang tinggal satu kakinya tidak perlu melemparkan kedua sendalnya saat aku pulang terlambat dan saat dia marah dan akan lari jauh dariku dengan mudah aku menangkapnya. hibur hafidz pada naira seketika senyum keduanya terlihat. saat hafidz hendak memeluk naira....
"kakak mau apa? kita belum muhrim kak.
" jangan bercanda kak.
"aku serius naira. apakah kau bersedia menikah denganku?
"aku bersedia kak.lirih naira sambil menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
" terimakasih naira, apakah kau tahu naira saat aku bertemu denganmu di restoran itu seketika hatiku hancur.
"jika seandainya itu benar, apa yang akan kamu lakukan? naira menguji kesabaran hafidz
" maka aku akan membunuh kalian. hafidz menatap naira. "aku mencintaimu naira.
" naira mengangguk. kak kau seperti tidak terurus bahkan badanmu terlihat kurus." naira menatap hafidz yang sedari tadi berlutut di depannya dan sementara kedua tangan hafidz berpegang di kedua pegangan kursi naira.
"itu karena mu naira, aku tidak punya waktu untuk mengurus diriku sendiri, aku hanya memikirkan mu sampai detik ini.
kedua orang tua naira yang baru pulang dari hajatan kampung sebelah, ternyata dari tadi menyaksikan keduanya di teras rumah adik ustadz anto, membiarkan keduanya menyelesaikan masalahnya. bahkan beberapa gadis seumuran naira anak dari tetangganya menyaksikan drama siaran langsung antara hafidz naira sedari tadi. mereka kagum atas ikatan cinta yang begitu erat. bahkan salah satu gadis itu berniat menulis kisah mereka dalam sebuah novel dengan judul CINTA YANG HAKIKI☺☺
LANJUT.....
__ADS_1