
Hari semakin cerah,matahari semakin meninggi berada tepat dipertengahan langit,seperti biasa aktivitas Mhyca dan teman temannya kekampus,setelah kekampus lanjut ke Cafe.
Dikampus mereka bertemu Galang,Gilang,Guntur,seperti biasa bukan 3G kalau tidak berbuat rusuh,Elly yang memang dasarnya suka sama Galang merasa senang melihat tingkah konyolnya,berbeda dengan Lisa yang sangat risih.
Mhyca sesekali menatap layar HP seolah menunggu sebuah pesan,Ika yang memperhatikannya sedari tadi hanya ikut diam tak mau berkomentar.Tiba tiba Guntur nyerocos melambaikan tangan ke arah Ika dan Mhyca.
"Woiii,,,diam diam bae',kenapa sih??? Lagi berantem gak ada yang saling sapa,Ika liatin Mhyca,Mhycanya natap Yang lain,Atau jangan bilang Ika naksir sama Mhyca"Guntur menunjuk Ika kemudian tertawa geli.
"Enak aja kamu,aku masih normal"Ika kesal dengan ucapan Guntur.
"Lagian bengon aja dari tadi,suasana keek kuburan,ada gambar gak ada suara".Tambah Guntur.
"Dan Lu gambar batu nisannya" sahut Galang dan Gilang bersamaan.
Elly,Mita,dan Lisa menertawai,Ika hanya tersenyum kecil,sementara Mhyca masih terdiam,Tangannya masih memegangi HP,Mereka serontak mendekat,Galang dengan mulut ceplosnya tanpa basa basi lansung nyerocos"Oh Sky Ku langitku,janganlah mendung,jangan biarkan matahari meninggalkanmu hingga gelap menyapamu lagi,lihatlah Sky LangitKu mataharimu senang menanti sapaan Hangat darimu"
Mulut Galang memainkan kata,matanya asik bermain menatapi Mhyca,tangannya ikut bergerak kesana kemari mengikuti ungkapan tiap katanya.
Lisa dan yang lain saling menyenggol,merasa aneh dengan tingkah dan maksud dari barisan kalimat Galang.
"Itu maksudnya apa Galang???"Ujar Elly sembari mengedip ngedipkan matanya.
"Weeee marmut,mata lo kenapa??? abis kena batu ketapel? "Guntur menertawai Tingkah Elly.
"Aduh ini apa sih?kalian ngumpul begitu,saling nempel,Galang juga tiba tiba sok puitis,kamu mau nembak siapa???"Mhyca menatap satu persatu temannya,tangannya metakkan Hp kemudian melipatnya diatas meja.
"Itu makanan sehari hari Gilang,,,,kita nggak heran kalau tiba tiba otaknya gesrek,muncul deh kalimat kalimat norak". Ujar Lisa sembari menepuk bahu Guntur yang tepat berada didekatnya.
"Ehhhh itu bukan gombalan norak,tadi itu aku menggambarkan suasana dua insan yang salin membutuhkan,namun siceweknya masih enggang mengakui,akhirnya si cowok jaga jarak"Galang dengan gayanya semakin sok keren mengusap rambutnya.
"Dan yang kamu maksudkan siapa?? ceweknya siapa cowoknya siapa??,perjelas!!! "Ika menatap Glang seolah mengerti dengan pikiran Galang,matanya bergeser menatap Mhyca.
"Ih apa sih kalian,"Mhyca merasa risih ditatap Galang dan Ika dengan senyum penuh arti.
"Ngertiiii,,jadi ceweknya yang dimaksud Mhyca dan cowoknya kakak Bos???"Ujar Guntur polos.
"Cocok,polos polos gitu ternyata soal cinta cintaan lu pekah juga".Ujar Lisa seolah memahami situasi.
"Kalian tambah ngacoh,kakak itu abangku,Walaupun sekarang hubungan aku dan kak Wira lagi renggang bukan berarti aku lansung berpaling,ahhh sudah bubarrrrrrrr!".Tangan Mhyca menghalau satu persatu temannya,mata dan mukanya ikut memerah seoalah malu dengan rentetan gombalan dari teamannya.
"Hussss,,Mhyca benar Sky itu cuma Abang bagi Mhyca,upssss abang abangan maksudnya".Ika menambah riuh suasana.
__ADS_1
"Ika,,,,bukannya kamu yang suka sama kakak,jangan balik nyerang "Mhyca semakin malu menundukkan wajahnya.
"mana pernah aku bilang suka,aku cuma kagum,kagumkan belum tentu suka atau mau jadi pacarnya,lagian aku jauh lebih senang jika Sky tersenyum merekah,dan aku tau hanya kau yang bisa membuatnya begitu"Ik memaparkan beberapa kalimat sembari berjalan kearah Mhyca.
"Lagian Kakak Bos jauh lebih cocok bersama kamu,daripada Si Wira yang gak jelas dikit dikit kabur."Sahut Gilang dengan menjulurkan kedua tangannya menghadap keatas.
Mhyca kembali terdiam setelah mendengarkan perktaan Gilang dan Ika
Kalian salah teman teman,yang kudapatkan dari kakak hanya rasa sayang sebagai seorang abang,namun Dari Wira yang kudapat rasa sayang sebagai seorang kekasih,walaupun saat ini aku masih dilema akan tetap menunggunya namun perasaanku masih tetap sama masih berharap cinta kami tetap bisa bersama.
"ye bengon lagi???"Lisa memukul mukul meja yang berada dihadapan Mhyca.
"kakak dan aku udah janji sampai kapan pun kami hanya sebatas adek dan abang,Kami akan selalu seperti itu,Lagian aku masih berharap bisa mempertahankan hubunganku dengan kak Wira"
"Jangan berharap lebih kepada sesuatu yang tidak pasti,berharaplah yang sudah pasti ada dijangkauanmu,lagian apa yang kamu cari semua ada pada Sky"Ujar Lisa mendekatkan wajahnya kehadapan Mhyca.
"Tapi,,aku tidak yakin Lis,,,Tak harus sempurna untuk mencintai seseorang" Mhyca beranjak dari tempat duduknya,Tiba tiba suara cempreng Mita mengagetkan semua.
"Wahhhhh paket komplit,,,,Orang sempurna begitu,,,kalau aku gak bakal sia siain".Ujar Mhyta dengan merekatkan kedua tangannya dipipi seolah membayangkan sesuatu yang sangat istimewah.
"Kumattttt,,,no liat,,yang begitu sudah sempurna buatmu"Lisa menghentikan gelagak Mita kemudian memegang kepala Mita menghadapkannya kearah Gilang.
Gilang hanya tersenyum malu.
"Ya muka pasaran,cabe kaleeee seribuan dapat banyak".Ujar Guntur membuat yang lain tertawa ngakak.
Waktu berlalu,kelas pun usai mereka bergegas menuju mobil kemudian masing masing masuk,tak berapa lama mobil melaju menuju cafe,sekitar 15 menit mereka sampai,mereka pun sudah disambut oleh karyawan.
"Selamat sore Mba' selamat sore Bos Muda" Mereka menyapa Mhyca dan teman temannya.
Namun merek merasa aneh,tak biasanya mereka berjejer menyambut seperti ini.
"Kalian kenapa?" Mhyca mulai bertanya seolah penasaran.
"Mba' kami sedih"
"Loh sedih kenapa kalian??"Ika mendekat
"Bos muda akan pergi mbak juga akan pergi,terus bagaimana dengan nasib kami???"Sahut salah satu karyawan.
"Kami tidak pergi! mau pergi kemana kita memangnya?"Lisa mengakat kedua tangannya.
__ADS_1
"Bukan kah bos muda sudah sepakat dulu,dia hanya setahun disini,abis itu ninggalin kita disini".Sahut karyawan kedua dengan wajah sedihnya.
"Kalian tidak usah khawatir,kami tidak akan pergi sekarang,setelah kak Wira kembali baru kami akan pergi" Ujar Mhyca berusaha menghibur mereka.
"Benar Bos Muda???alhamdulillah,kita tidak jadi pengangguran,terimakasih" Mereka sontak loncat kiri dan kanan saling berpegangan sakin senangnya.
Mhyca dan teman temannya berlalu menuju ruangan,tiba tiba bunyi pesan" tetap Pertahankan yang dulu,tunggu aku,aku tidak sedang bermain main, aku serius"Pesan dari Wira.
Tak lama kemudian muncul juga pesan"Rabbit seharian aku sibuk,bagaimana hari ini kamu sudah keluar dari Cafe??? apa kamu sudah memutuskan meninggalkan Wira???Aku akan me jemputmu setelah meeting".Pesan dari Sky.
Mhyca semakin dilema dengan dua pilihan.
Aku tidak bisa meninggalkan mereka para karyawan sangat bergantung kepadaku,Wira juga jujur aku masih menginginkannya tapi Bagaimana dengan kakak dia akan terluka jika tau aku me.pertahankan Wira.
Ika yang seolah tau isi hati Mhyca mendekat kemudian mengusap bahu Mhyca"Putuskan yang terbaik menurutmu yang banyak membawa manfaat bukan hanya untuk tapi untuk yang lain juga"
Mhyca kemudian yakin setelah mendengar ucapan Ika,ia pun membalas pesan Wira"Baik,aku akan tetap menunggu,ini kesempatan keduamu,kembalilah tepat waktu"
tak berapa lama muncul balasan dari Wira" pasti,,karena hatiku tak sanggup berlama lama jauh darimu".
Kemudian Mhyca mengetik pesan untuk Sky,ia berfikir keras kata kata apa yang pas untuk membalas pesan itu,ia takut akan reaksi Sky yang akan emosi jika mengetahui ia masih bertahan di cafe.
"Kakak,,,tidak perlu kesini,sebelumnya Mhyca minta maaf,Mhyca belum bisa meninggalkan cafe,aku kasihan kepada karyawan,mereka menggantungkan harapan kepadaku,mohon pahami".
Ia pun mengirim pesan tersebut dengan tangan yang sedikit gemetar,Ika mendekat meraihbtangan Mhyca berusaha menenangkan.
"Ka',,,,aku matikan semangat kakak,akuntau betul jika ada keinginannya tidak ia dapatkan ia akan emosi,aku takut dia tidak bisa mengendalikan emosi."
"Sudahlah jangan khawatir,Sky itu oylrang hebat,dengan penjelasanmu dia akan memahaminya".Ujar Ika disertai anggukan dari teman teman yang lain.
Ditempat lain Sky yang baru selesai meeting membuka pesan dari Mhyca"Matanya sontak memerah,tangan yang satupun sudah mulai melempar benda yang ada di meja,Anton dengan sigap mendekat berusaha menenangkan,namun tak berhasil,Sky semakin menggila"Rubbit,,,ini hari yang paling aku tunggu,setelah kau lepas dari pria sialan itu,aku berharap bisa memasangkan ini dijarimu,agar kamu tidak akan pergi kemana mana lagi" Sky menatap sebuah kotak kecil berisi cincing dengan pertama putih yang menambah kesan indah dan elegant perhiasan itu.
"Rabbit aku terluka,,,satu pukulan yang sangat keras darimu" Ia pun tersungkur jatuh.
Anton tak bisa berbuat apa apa" Tuan Muda begitu sangat terluka,kenapa Mhyca setega itu???hanya sesaat membuat pertahan Tuan muda hancur sampai membuatnya meneteskan air mata,Kamu bodoh Mhyca telah menyakitinya" Anton bergeming dalam hati.
"Anton mana kunci???"teriak Sky terburu buru.
Anton dengan sigap memberikan kunci,tak butuh waktu Sky sudah berada didalam mobil dan menangcapkan gas demgan kekuatan cepat.
"Tuan Muda," teriak Anton sembari mengejar namun tak digubris oleh Sky.
__ADS_1
"Kemana Tuan Muda akan pergi???sangat bahaya jika situasinya seperti ini,agggrrr seharusnya aku bergerak cepat,Wira membuat pekerjaanku bertambah rumit" anton memukuli Stir mobil.