TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
Pertemuan colega


__ADS_3

Laju mobil Sky berhenti di sebuah taman,ia pun bergegas matanya tertuju pada sebuah batu besar yang letaknya tepat dipertengahan taman.


Kakinya pun semakin melaju hingga ia sampai ditempat tujuannya.Ditatapnya batu besar tersebut kemudian ia meluapkan semua kekesalannya setelah sedikit legah ia pun berhenti kemudian duduk dihadapan batu tersebut.


"Mhyca,,,,Batu ini dulu sebagai saksi antara kau dan aku akan selalu bersama,kita saling menguatkan,Kau bersedia menemaniku saat sedih, begitu pula aku yang siap menghapus air matamu jikalau kau menangis, Semua janji kita ucapkan disini,namun karena keegoisanku kamu terluka sendiri disini aku yang pertama melanggar janji itu,dan hari ini apakah kesalahanku dahulu telah dibalas olehmu???


Saat ini aku sakit,,sangat sakit,penolakanmu bagai peluruh merobek dadaku.Tapi apa kau tau??? aku kembali ketempat ini beberapa hari setelah kau pergi,aku kembali berjanji,berjanji untuk mengabdikan sisa hidupku untuk membuatmu bahagia,untuk membuatmu tersenyum,bertahun tahun aku masih memegang teguh janjiku,sampai saat ini hatiku tidak bisa terbuka untuk wanita lain."


Ditatapinya hamparan tan yang begitu luas namun sunyi tak berpenghuni hanya suara hewan kecil yang menyertai kesedihan Sky.


Anton yang baru tiba melihat Sky yang kelihatan begitu terpukul,namun sedikit lebih tenang,ia pun meraih Hp di saku jasnya,mencari kontak Mhyca kemudian menghubunginya.


Ditempat lain Mhyca yang berada di dalam mobil menghentikan aktivitasnya dan mengambil HPnya yang sedang berbunyi."Anton??? pasti terjadi sesuatu ".Gemingnya dalam hati.


"Halo pak Anton"


"Mhyca,Tuan Muda sekarang di taman,apakah"Belum selesai berbicara,Mhyca menghentikan ucapan Anton.


"Aku mengerti pak,aku menuju kesana sekarang"Nampak khawatir dengan keadaan Sky ia berburu buru menancapkan gas mobil melaju dengan kecepatan tinggi,namun karena jalanan sedang macet terpaksa ia harus menaati aturan lalulintas,"Uhhhh,,kenapa harus macet sih,,,padahal sekarang lagi gawat,kakak kumohon jangan emosi,ingat dulu kakak janji akan berusaha tenang saat ada masalah,".Mhyca semakin gelisah.


setelah perjalan yang cukup lama akhirnya Mhyca sampai ditaman namun ia tak lagi mendapati Sky,ia berjalan mendekati batus besar mamun tak ada seorangpun yang ia temui,tak lama kemudian pesan dari Anton"Tuan Muda barusan tiba dirumah utama,iaasih terlihat sedih".


"Syukurlah kalau sudah dirumah,besok aku akan kesana,kakak maafin aku bukannya egois pilihan ini baik untukmu dan untukku,Aku cuma mau kamu fokus dipekerjaan tanpa harus memikirkan Mhyca,memilih tetap bersama Wira itu alasan yang tepat,agar kau tidak terlalu tambah beban mikirin Mhyca.


Mhyca meninggalkan taman,mobilnyapun melaju menuju jalan kearah rumah.


*****


Keesokan harinya Sky belum keluar dari kamarnya,Anton yang semakin panik dengan kondisinya mengetuk pintu namun tak ada respon.Tiba tiba ia terhenti melihat seseorang datang"Ada masalah Anton???" Ujar lelaki separuh baya.


Anton sontak menundukan kepala dengan hormat"Tuan besar,,,maaf Tuan muda belum keluar,hari ini ada pertemuan dengan para colega baru di kota D,jadwal penerbangan jam satu sementara ini sudah jam 11 tapi Tuan Muda belum keluar,pertemuan ini sangat penting,karena dihadiri oleh petinggi perusahaan dari luar negeri,mereka datang sekali kali.


"Kamu tunggu saja didepan,biar saya yang bicara dengan Sky".


Anton pun meninggalkan Hilton,kemudian Hilton mengetuk pintu,kemudian menarik gagang pintu.


"Sky apa kau bel siap???"


"Deddy,,,Kenapa kesini?aku barusan selesai pakaian". Walaupun sudah rapi namun ia tak mamlu menyembunyikan wajahnya yang masih terlihat kecewa.

__ADS_1


Hilton menuju sofa dikamar itu kemudian manggil Sky untuk mendekat"Nak,,,kemarilah"


Sky pun mendekat,karena baginya Hilton, adalah orang yang paling ia hormati,karena dimasa kecilnya dahulu hanya Hilton dan Mhyca yang mampu memahami keadaannya,mereka berdua yang bisa menerima keterpurukan Sky setelah ditinggal Ibu kandungnya.


"Dengar nak,,! tak ada masalah yang tak punya penyelesaian,Deddy tau ini masih soal Ica,,,,Apapun alasannya kamu harus ingat jangan muda menyerah,jangan muda putus asa,belasan tahun kamu sudah lalui,kamu sanggup menunggunya,bukannya tidak setimpal jika hanya masalah kecil lalu kamu kecewa dan berniat menghentikan perjuangan panjangmu???"


Ungkapan Hilton yang tulus membuat Sky semakin tenang,ia pun duduk tanpa sandaran menegakkan tubuhnya"Deddy benar,,,harusnya aku tidak bereaksi berlebihan,Mhyca berhak menentukan pilihannya,aku hanya perlu berada dibelakangnya mendukung setiap keputusannya,"


"fokuslah pada pekerjaanmu sekarang,deddy yakin Ica juga menginginkan hal yang sama".


"Baik deddy,,,Sky berangkat dulu,ini pertemuan penting" Ia beranjak dari sofa.


"Baiklah nak,,hati hati semoga urusanmu sukses"


Sky terlihat lebih semangat ia bergegas menuju mobil yang telah disiapkan Anton.


"Anton ayo cepat,,,kita tidak boleh ketinggalan,"


Anton yang heran dengan perubahan sikap Sky sedikit gugup"Ba,,,baik Tuan Muda".


"Kamu kenapa Anton???apa aku terlihat aneh?"


Sky hanya diam mendengar pujian Anton,batinnya berkata"Alasan kamu Anton,jelas jelas kau tau bagaimana terpuruknya aku,aku lemah jika ada masalah yang berhubungan dengan Mhyca".


*****


Mhyca baru saja tiba dirumah keluarga Hilton,ialun bergegas masuk,ditaman depan ia mendapati Hilton yang sedang duduk bersantai sembari membaca koran,Mhyca me dekat lalu menyapa,"Assalamualaikum,Paman"


"waalaikumsalam,eh Kamu Ica,kemari nak,duduk"Mempersilahkan Mhyca duduk dikursi yang berada didepannya.


"Terimakasih paman"


"Jangan sungkan Ica,kamu cari Sky kan??? dia sudah pergi nak".


"pergi??? kapan paman???kenapa tidak pamit???apa kakak marah?" Mhyca terlihat gelisah.


"Dia tidak marah nak,besok juga dia sudah pulang,ada pekerjaan di luar kota,kalian memang sebenarnya cocok,kalau paman lihat,saling perhatian,kadang kadang saja ada sesuatu yang buat kalian saling kecewa".


Mhyca menunduk malu"Maaf paman Mhyca hanya tidak mau jadi beban buat kakak"

__ADS_1


"Nak kamu tidak salah dan tidak perlu minta maaf padanya,,,kamu tau betul bagaimana Sky,,,dari kecil hingga kini yang dia butuhkan hanya kamu dan paman,dia angkuh pada yang lain,namun hangat ketika bersama kamu,semua yang dilakukannya tulus,begitu pula kamu,paman tau betul kamu sangat tulus kepadanya,jika boleh paman meminta kembalilah seperti dulu,kalian saling terbuka,katakan apa yang kamu inginkan dan tanyakan kepadanya apa yang dia inginkan."


Mhyca terdiam sejenak"Iya paman,Mhyca akan berusaha,ikutin saran paman."


"Aku percaya padamu nak,"


"Terimakasih paman,,,Mhyca mau permisi sebentar lagi kelasku akan dimulai".


"Baiklah nak,kamu hati hati"


Mhyca mendekat meraih tangan Hilton kemudian merapatkan dahinya.


*****


Sky telah sampai ditujuan pertemuan akan segera digelar,satu persatu sudah hadir.


Terlihat juga Wira ditemani Evelin,ia berjalan mendekati Anton.


"Selamat sore pak Anton"


"Selamat sore pak Wira"jawab Anton sedikit tegas,melihat Wira datang bersama seorang wanita.


"Maaf pak Anton apa ada masalah dengan teman saya???"


"Tidak pak Wira,hanya saja dia terlihat baru".Semakin kesal dengan gaya Wira dan Evelin yang begitu akrab".


"Saya Evelin,,perwakilan Zain Grup,memang ini pertama kalinya menghadiri pertemuan perusahaan besar,maaf anda dari perusahaan mana???"Ucap Evelin dengan nada sombong.


"Saya asisten,,,"Belum selesai Evelin menyelah kalimat Anton.


"Haaa asisten! Wira ayo masuk kenapa berlama lama disini buang waktu,didalam tamu tamu penting kita harus bisa mengambil hati mereka"Evelin menarik tangan Wira,berlalu meninggalkan Anton.


Sky yang baru saja keluar dari toilet merasa emosi melihat tingkah Evelin,yang lebih membuatnya emosi karena tangan Wira terlihat bergandengan dengan wanita itu,ia mendekat namun Anton menahannya"Tuan Muda,,,kendalikan emosi,didalam tamu tamu kita sangat penting,Jangan merusak yang telah anda bangun,untuk mereka berdua kita bisa membalasnya dengan permainan rapi."


"Kamu benar Anton,aku tidak perlu mengotori tanganku dengan menyentuhnya".


"Silahkan masuk Tuan Muda".


Pintu terbuka,Sky melangkah masuk,para tamu menyambut kedatangam Sky,begitu pula dengan Wira namun reaksinya kaget melihat kedatangan Sky dan para tamu lainnya sangat hormat kepadanya"kenapa dia disini"Gumangnya.

__ADS_1


berbeda dengan Evelin yang begitu kagum dengan sosok Sky yang begitu tampan sempurna,ia terpukau dengan penampilan Sky"Sungguh sempurna,i like" Ucapnya dalam hati sembari tersenyum kecil


__ADS_2