
waktu subuh tiba. suara azan terdengar bersahut-sahutan dan anisa pun terjaga dari tidurnya dan menyadari jika dirinya sudah berada di atas tempat tidurnya dengan selimut yang menyelimuti tubuhnya. anisa kembali mengingat kejadian tadi malam dan sontak kaget
"Astagfirullah apakah begitu nyenyak tidurku tadi malam? anisa pun terdiam sejenak" jangan katakan kak rizki yang mengantarkan aku masuk ke kamar. tapi bagaimana bisa aku di sini dalam keadaan tidur.apakah aku jalan sendiri? lalu? ucap anisa seorang diri yang sibuk dengan pikirannya. "tidak.... tidak mungkin jikalau kak rizki mengendong aku sampai di sini? ya..... betul... tidak mungkin.
karena tidak menemukan jawabannya anisa pun bermasalah bodoh dan segera mengambil air wudhu untuk menjalankan kewajibannya sebagai seorang hamba.
kini waktu fajar tiba bersamaan itu atika dan rizki keluar dari kamar masing-masing. anisa melihat rizki penuh pertanyaan dibenaknya seperti orang yang akan menginterogasi pelaku
"kenapa kau melihatku seperti itu? tanya rizki heran pada anisa
" jujur padaku kenapa bisa aku sudah berada di atas tempat tidurku. ayo jawab! desak anisa pada rizki untuk menjelaskan
"asal kau tahu tadi malam kau tidur.
" lalu? tanya anisa lagi
"ya kamu jalan sendiri lah naik dan masuk ke dalam kamarmu. jelas rizki berbohong
" apa betul seperti itu? ucap anisa tidak yakin jika dalam keadaan tidur dia bisa jalan sendiri masuk dalam kamarnya
__ADS_1
pikirnya sangat lucu membayangkan
rizki melihat anisa seperti itu tidak bisa menahan tawanya dan pecah seketika
"kenapa kamu tertawa seperti itu. jangan katakan kau menertawakan aku. iya?
" iya. memang kenapa? tidak boleh?
"kak rizki.......... teriak anisa melihat rizki sudah turun kebawah sambil memegang sebelah sendal jepitnya dan melemparkan ke arah rizki namun gagal.
hafidz yang lewat dan melihat sendal jepit dari atas yang hampir melayang di atas kepalanya dan segera menghindar dan rizki juga hampir menabraknya.
"paman.... ibu.... apa sih pagi begini sudah seperti tomy end Jerry! teriak hafidz.
" ada apa cucu oma? tanya ibu mika pada hafidz yang kaget mendengar teriakannya.
"lihat oma... sendal jepit ini milik ibu dan sedikit mengenai kepalaku. dan paman tunjuk hafidz kearah rizki. " hampir menabrak tubuhku. geram hafidz pada ibu dan pamannya.
"e... ponakan paman yang ganteng itu bukan salah paman. tapi salah ibumu. bela rizki tidak mau disalahkan.
__ADS_1
" paman dan ini sama saja. benar aneh masih pagi sudah berantem. heran deh ucap hafidz merasa kesal.
"anak ibu maaf kan ya..sayang? ucap anisa yang baru datang dan mengambil sandal jepitnya yang ada ditangan hafidz. " mana yang sakit sayang ucap anisa memeriksa tubuh hafidz.
"tidak ada yang sakit ibu. saya hanya pusing lihat ibu tiap hari ada saja kalian pertengkaran . tidak lama akan aku jodohkan kalian. ucap hafidz tidak sadar. dan segera menutup mulutnya.
semua yang mendengar perkataan hafidz melongo.
" betul tuan muda bibi nani setuju! " bibir ceplos ibu nani dan langsung diam sambil juga ikut menutup mulutnya karena melihat sorot mata bibi ina.
semua orang terdiam dan anisa segera mengambil piring untuk hafidz dan mengisinya nasi dan lauk pauk.
"ayo makanlah nanti kamu terlambat. ucap anisa membubarkan keheningan
" tuan muda apa hari ini mau dipesankan ojek lagi? ucap bibi ina yang ikut membubarkan suasana Hening itu.
"tidak perlu bibi nanti hafidz ikut denganku ucap rizki.
" biar aku bersama hafidz. ucap anisa.
__ADS_1
"tidak! "aku yang akan mengantar kalian. ayo cepatlah makan tidak usah banyak membantah. perintah rizki
pak Sulaiman yang melihat hal itu semakin yakin apa yang disampaikan pada rizki tadi malam. jika rizki masih menyimpan rasa pada anisa. sementara ibu mika hanya geleng-geleng kepala.