
kini anisa sudah bersiap menuju pesta bersama dengan rizki. dari tadi anisa menunggu rizki diruang tamu sampai dia bolak balik melihat jam yang terpampang di sana.
"bibi lihat kak rizki gak? tanya anisa
" ada di ruang kerja non. jawab bibi nani
"ya sudah makasih bibi nani. ucap anisa pada bibi nani
anisa pun pergi menuju ruang kerja untuk menemui rizki.
bibi nani pun masuk ke dapur dan menyiapkan makan malam karena ibu mika dan pak sulaiman sudah dalam perjalanan.
" kenapa? tanya bibi ina melihat bibi nani tersenyum.
"tinggal tunggu waktu saja. pasti deng rizki dan nona anisa akan berjodoh deh.ucao bibi nani dengan yakin
" kenapa kamu begitu yakin? tanya bibi ina.
"lihat saja non anisa begitu keras tidak mau ke pesta iya kan? tapi pas deng rizki mengeluarkan perintah akhirnya non anisa menurut. betul kan? dan lihat tuh non anisa masuk diruang kerja tunjuk bibi nani lagi kepo.
diruang kerja anisa melihat rizki di dalam sedang sibuk entah apa yang dilakukan rizki masih sempatnya mengurus pekerjaan.
tidak sadar jika anisa sudah berada dibelakang rizki. dan anisa melihat rizki membuka file rayhan di sana.
"sungguh begitu sibuknya kah kak rizki mengurus perusahaan kak rayhan? oh Tuhan apakah orang ini akan sibuk terus sepeti ini. kak rayhan kenapa begitu banyak beban kau tinggalkan. terus yang yang mengalir ke rekening aku dan hafidz apakah itu dari kak rizki? batin anisa.
__ADS_1
setelah selesai rizki pun berdiri dan begitu hendak berbalik karena anisa begitu dekat dan tidak menyadari rizki akan berdiri akhirnya tidak sengaja rizki menabrak bahu anisa dan anisa pun ikut terduduk dipangkuan rizki.
keduanya saling menatap. sementara bibi nani dan bibi ina yang dari tadi kepo begitu girang melihat majikan itu seakan keduanya melihat sebuah drama siaran langsung.
"sampai kapan kau mau duduk di pangkuanku. ayo berdiri kita sudah hampir terlambat.
anisa pun berdiri dengan canggung.
" maaf. ucap anisa
rizki pun hanya melihat anisa dan keluar dari ruangan itu karena juga sesungguhnya rizki juga canggung dengan peristiwa tadi. rizki pun dengan segera menepis perasaan itu bahwa ini tidak boleh terjadi. ia tetap menganggap bahwa anisa adalah adiknya. dan hal itu tidak boleh berubah anisa adalah istri dari kakaknya. dan hanya akan menjaga anisa dan hafidz dari segala hal. pikir rizki sekarang.
...****************...
"ayo turun ucap rizki yang melihat anisa masih setia duduk di tempatnya.
"sudahkah ayo buruan. kita sudah terlambat. atau aku paksa mau?
" iya. tunggu sebentar ucap anisa dengan kesal
"buruan. perintah rizki lagi
hingga keduanya pun masuk dan disambut hangat oleh pemilik pesta.
"selamat datang tuan rizki . maaf kenapa nyonya mika dan pak sulaiman tidak hadir?
__ADS_1
" maaf saya mewakili beliau kerena beliau ada urusan diluar kota. jelas rizki.
setelahnya itu rizki pun hendak menuju tempat duduk bersama anisa di sebuah kursi yang disediakan dan tidak sengaja rizki menabrak bahu seorang wanita.
"maaf nona ucap rizki.
" anda? ujar perempuan itu.
"maaf apa kita pernah bertemu sebelumya? tanya rizki
" ya. saat kejadian di lampu merah ban mobil anda kempes ucap dr sarah mengingatkan
"ya.. aku ingat. maaf dompet anda ada di mobil dan saat itu aku menemukannya. maaf aku belum ada kesempatan mengembalikan nya.
sementara anisa yang merasa di kacangin memilih pergi dan duduk ditempat yang sudah disiapkan tadi.
" cerita terus saja di sana. kesal anisa seorang diri entah apa yang membuat dirinya marah karena dicuekin oleh rizki. entahlahππππ
saat rizki hendak memperkenalkan anisa pada dr. sarah rizki tidak melihat keberadaan anisa.
"anda mencari siapa? tanya dr sarah yang penasaran. apakah anda mencari perempuan tadi? apakah itu istri anda?
" ya... ucap rizki maksudnya anisa perempuan itu yang sedang dicari olehnya.
tapi ternyata dr. sarah salah paham dan entah mengapa dr. sarah seperti kecewa karena rizki sudah memiliki pasangan hidup.
__ADS_1
oh dr sarah pasti jatuh cinta pada pandangan pertama ya....... oho..........
berikan komentar dan like nyaπ€π€π€π€π€π€©π€© agar author lebih konsentrasi melanjutkan cerita ini biar lebih sempurna.... maaf jika dibab sebelumnya agak hancur kata-kata dan ceritanya. jujur kadang author hilang ide.... ππππππππππππππ