
Kehilangan seseorang memang menjadi sebuah hal yang sangat menyedihkan dan terpukul. Bagaimana tidak, mereka yang selalu ada di kehidupan pergi penuh misteri. Tentu bayang-bayang rindu akan menyelimuti kita yang masih merasa sedih karena kehilangan seseorang tersebut.
"Andai mayatnya ditemukan, mungkin aku bisa terima bahwa, putraku memang sudah pergi.... anisa memeluk foto hafidz waktu masih kecil, mengapa mereka pergi seperti ini?"Mengapa?
Rizki yang baru tiba dan mendengar pengakuan istrinya itu, hanya bisa menyenderkan tubuhnya ditembok kamar mendengar pelu anisa. rizki sangat memahami keadaan istrinya sekarang. rizki kembali teringat dengan almarhum rayhan kakaknya. rayhan kala itu juga pergi selamanya karena kecelakaan pesawat yang ditumpanginya. saat itu rizki percaya jika kakaknya sudah tidak ada saat ditemukannya tas yang di bawah rayhan serta baju yang dikenakannya saat itu. beda dengan hafidz yang sekarang, rizki belum bisa menerima.
"Rizki dengan pelan masuk ke kamar saat anisa terlihat sudah merasa cukup tenang. "sayang apa kamu sudah makan? tanya rizki dan anisa hanya menggelengkan kepala.
" Ayah apa ibu baik-baik saja? putri kecil rizki datang menghampiri anisa dan memeluknya.
Anisa mengangguk dan memeluk sayang putri kecilnya itu . Rizki juga ikut memeluk mereka.
...****************...
Sesuai permintaan salsa, raisa datang ke rumah kakeknya. dia datang membawa buah jeruk kesukaan kakeknya.
"Cucu cantik kakek datang, bagaimana kabarmu? tanya kakek herman pada cucunya
" Baik kakek.raisa berbalik mendengar suara batuk seseorang dibalik kamar tamu kakeknya. "Kakek ada tamu? raisa bertanya pada kakeknya
" Dia seorang pemuda yang kakek temukan di pinggir sungai. sudah satu bulan lebih di rumah ini, dia tidak ingat siapa dirinya.
__ADS_1
"what? kek gimana jika dia seorang perampok yang berpura-pura. apa kakek tidak takut?
" lucu kamu ini. Bagaimana bisa kamu katakan seperti itu jika dia anggota perampok. jika ia, bagaimana bisa selama itu dia harus berakting. kamu belum melihatnya bagaimana kondisinya, saat kakek menemukannya, kondisinya sangat buruk.
Hafidz mendengar orang berbincang diluar seakan mengenal suara perempuan itu. tapi dia tidak bisa mengingatnya. Bayangan anak kecil berkacamata yang sedang di buli tergambar di bayangannya. "aku seperti mengenal suara itu. hafidz terus berusaha untuk mengingat tapi nihil. " a.. w........
kakek diluar mendengar suara rintihan hafidz di dalam kamar segera masuk, terlihat hafidz kembali memegang kepalanya karena kesakitan
"Kak hafidz? kakek mendengar suara raisa dari belakang, menoleh
" Kau mengenalnya? kakek Herman bertanya pada cucunya itu.
"Raisa mengangguk dan mendekati hafidz dan memeluknya. " kak hafidz apa benar kau? kau tidak apa-apa?
" kau kak hafidz aku raisa. Apa kau mengingatku? kau tahu aku menangis sepanjang malam karena aku pikir kau sudah meninggal. raisa kembali ingin memeluk hafidz tapi hafidz mencegahnya.
Kakek melihat mereka, bertanya dalam dirinya apa hubungan kedua anak yang ada dihadapan mereka.
Hafidz terus memaksakan diri mengingat nama yang terucap dari mulut raisa .Hafidz? namaku hafidz?.....a... w...... keluh hafidz memegang kepalanya. "kenapa aku tidak bisa mengingat sedikitpun. aku tidak bisa seperti ini. bayangan seseorang terus menghantuiku. aku tidak bisa mengingatnya.
Mendengar penuturan hafidz, raisa berbalik pada kakeknya. dan kakek juga melihat raisa. kakek berdiri dan menarik raisa keluar dari kamar. karena saat hafidz melihat raisa dia seperti merasa kesakitan.setelah meninggalkan hafidz seorang diri kamar, terdengar dari mereka suara hafidz sedang berteriak frustasi.
__ADS_1
"Katakan pada kakek siapa dia?
" Kek. dia kak hafidz dia cinta pertama raisa, raisa menyukainya sejak raisa SMP. dulu dia menolongku saat aku di buli oleh teman sekolahku. aku mencintainya kek.
"Kau mengenal keluarganya? tanya kakek lagi pada cucunya itu.
" Tidak, tapi aku tahu kantornya dimana? tapi untuk apa kakek bertanya tentang keluarganya?
"Raisa dia butuh orang terdekatnya, untuk membatu ingatannya pulih. kita tidak bisa terus berdiam seperti ini. apa kamu tidak melihat kondisinya?
Salsa yang dari tadi mendengar percakapan raisa dan kakeknya kaget tidak percaya jika pemuda yang tinggal di rumah kakeknya itu adalah namanya hafidz, orang yang sudah membuat adiknya raisa gila akan cintanya.
"Jadi dia laki-laki itu? yang selama ini kau kejar? salsa mendekat pada adiknya .
" kak salsa, raisa melihat kakaknya dan memeluknya . "dia kak hafidz, kak jangan bawa kak hafidz jauh dariku. egois raisa.
"Aku mencintainya kak, aku mohon kak! "Aku siap menjadi beban untuknya agar aku bisa terus didekatnya.
" Raisa kita tidak boleh egois seperti ini. dia sudah cukup menderita dengan hal ini. dan juga dia sudah mau menikah. apa kamu tidak melihat di jarinya terlihat cincin pertunangan mereka. juga orang tuanya dan keluarga lainnya sekarang pasti sudah seperti orang gila mencari keberadaannya. Jadi kakak mohon katakan, di mana alamat kantornya? atau kamu memiliki nomor ponsel temannya mungkin?
"Aku tidak akan memberikannya jika pun ada, aku akan merawat kak hafidz. kakek dan kaka salsa tidak sayang raisa, tidak peduli dengan perasaan raisa.
__ADS_1
" Apa laki-laki itu peduli denganmu? tidak kan? apa kamu mau terus menyiksa dirimu dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan?. kakak salsa harap buka pikiranmu, bukan hanya dia pemuda satu-satunya di dunia ini.Buka pikiranmu!"
Kakek menarik tangan salsa untuk membiarkan raisa berfikir. kini kakek Herman paham dengan keadaan itu.