
semua santri yang ada di pondok Sudah berbaris rapi begitu juga dengan para guru-guru yang ada. naira berada di barisan kedua dari depan.
"naira siapa sih tamu nya? berbalik melihat naira
" mana aku tahu? naira berbalik melihat mobil mewah terparkir jauh. "siapa sih?
dari jauh tampaklah sosok bersama habib yusuf berjalan dengan tongkatnya, samping kiri habib yusuf berjalan sosok seorang yang dikenal naira.
" kak hafidz?? naira sungguh tidak percaya.
hafidz Sudah tampak jelas berdiri dengan gagahnya di samping habib yusuf, ustadz anto ayah naira juga Sudah berdiri di sana.
deg............. jantung naira bagaikan lari maraton melihat hafidz di hadapan nya tidak percaya. naira menyembunyikan wajahnya di belakang Kepala teman yang ada di depannya, tampak hafidz sedang mencari seseorang. karena kebelet santri yang ada di depan naira pamit untuk ke toilet.
Wushu........... .......... seperti ada angin lewat di depan naira, tergulung senyum halus di wajahnya melihat sosok pujaan hati tanpa pembatas, hafidz terus menatap naira yang sedang menundukkan pandangannya. terlihat begitu banyak perubahan dalam diri naira. ada rasa ingin berteriak karena rasa rindu yang begitu lama tidak bertemu secara langsung.
naira mencoba merilekskan diri mengangkat wajahnya melihat ke depan seakan serius mendengar penyampaian habib yusuf yang mengatakan jika, " seseorang berdiri sampingnya bernama Muhammad hafidz anak/putra dari almarhum Muhammad Rayhan.hafidz tersenyum memperkenalkan diri .......... ". hening, guru lain seakan tidak percaya, mengira tadinya adalah sosok yang mereka kenal, ternyata putra almarhum rayhan. pandangan naira dan hafidz bertemu.... dengan jahilnya, hafidz mengedipkan mata kirinya pada naira.
" apaan sih! "lirih naira. terlihat dari hafidz bibir naira seperti mengatakan sesuatu, ingin rasa nya hafidz tertawa melihat tingkah malu-malu naira.
__ADS_1
kini hafidz diminta maju ke depan untuk menyampaikan sesuatu. hafidz hanya menyampaikan jika apa yang di sumbangan di pondok ini belum seberapa, dia kagum dengan pondok ini. ucapnya, " melihat sekitarnya dan mengatakan jika akan memberikan lagi sumbangan yakni merenovasi bangunan yang rusak dan akan mengambil alih pembangunannya asrama putra dan putri sesuai rencana kabar yang dengarnya dari habib yusuf. penuturan hafidz membuat habib yusuf menitikkan lagi air mata dan kembali memeluk hafidz di hadapan semua orang.
hafidz juga menambah kan jika ini Semata-mata dia lakukan demi berkembangnya pondok ini. " setelah panjang lebar acara itu selesai. hafidz diajak berjalan-jalan melihat pondok itu oleh ustadz ali atas perintah habib yusuf. dan habib yusuf kembali kerumahnya diantar oleh ustadz anto.
naira di kantor bersama guru-guru sibuk menyiapkan hidangan makan siang untuk tamu nya. hafidz dan ustadz ali memberi salam masuk dan naira berbalik pandangan mereka kembali bertemu ingin rasa nya hafidz menarik tangan itu untuk berhenti bekerja. hafidz di persilahkan duduk, aroma parfum hafidz sangat jelas tercium oleh naira, bahkan ujung baju lengan mereka bersentuhan bagaimana tidak hafidz lewat pas di dekat naira.
"apa kau tidak merindukanku? bisik sekilas hafisz.naira membulatkan matanya menatap hafidz
hafidz duduk dan melirik naira terukir senyum halus kedua nya.naira menyiapkan air minum untuk hafidz tidak sengaja lagi tangan hafidz menyentuh kulit tangan naira.
deg..... naira dengan segera menepis tangannya.
tak lama suara terdengar untuk mencicipi hidangan yang ada. setelah makan ada begitu banyak pertanyaan menyerbu hafidz. tetang kabar ibunya anisa sampai mereka tanyakan.
"arjuna ku lewat. ucap santri di sana.melihat hafidz dan ustadz ali menuju sebuah tempat yang rencananya pondok akan di bangun sebuah asrama putri yang kini akan diambil alih pembangunannya oleh hafids seorang pebisnis muda yang sukses.
tampak mereka mengintip lewat jendela asrama, ada yang menutup kepalanya dengan sarung atau handuk, ada yang sekedar menutupi kepalanya dengan jilbab terbalik karena tergesa-gesa, bahkan diantara mereka ada mengintip dibalik tembok kamar mandi.
hafidz me rasa lucu melihat keadaan santri di sana"melihat naira di depannya hafidz mengeluarkan ponselnya.
__ADS_1
"temui aku di rumahmu sebentar dan masak makanan kesukaanku masih ingat kan?
sambil berjalan hafidz berbalik dengan naira dan kembali mengedipkan matanya sebelah.
" assalamualaikum kak, sapa anak kecil perkiraan kelas tiga madrasah ibtidaiyah yang duduk di samping naira.
hafidz berjongkok pas di depan naira. "siapa namanya? tanya hafidz pada anak kecil itu.
" namaku kayla kak, dan ini kak naira dan yang Satunya ini kak hanifa.
"hoya..... nama cantik, kakak kak hafidz...... lirik hafidz pada naira.
" kakak ganteng deh."ucap kayla dengan gemes.
"kayla juga cantik, lirik hafidz lagi pada naira.
" kakak suka Sama kak naira ya? soalnya kakak dari tadi lihat kakak naira. senyum kayla seakan tidak merasa bersalah.
"kayla.....! " ucap naira.
__ADS_1
"hafidz pun mengelus lembut rambut kayla dan berdiri." karena ustadz ali mengajaknya kembali menuju tempat yang di maksud.
😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇