TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
part 67


__ADS_3

Aku segera mendekati Vira yg menangis sambil melihat es krimnya yg jatuh mengenaskan.


" Sayang, udah ya jangan nangis. Nanti kita beli lagi es krimnya ya."


Aku menggendong Vira sambil menenangkannya.


" Ma..ma. Vila mau esklim."😭😭😭😭


" Iya sayang, yuk kita beli lagi."


" Maaf sayang, om ga sengaja nabrak kamu."


Aku kaget mendengar suara orang yg ga sengaja d tabrak Vira lalu melihat orang itu.


" Kamu......" kata kami bersamaan.


" Honey, sorry aku ga sengaja nabrak anak kamu. Aku minta maaf. Sayang om minta maaf ya udah jatohin eskrim kamu."


Zayn berusaha menenangkan Vira, saat Zayn memegang tangan Vira dia merasa jantungnya berdegup kencang. Vira pun berhenti menangis.


" Sini ikut om beli eskrim lagi."


Vira begitu senang mendengar Zayn mau membelikan eskrim lagi. Zayn segera menggendong Vira dan membawanya ke cafe yg ada eskrimnya. Setelah eskrimnya datang Vira segera memakannya, aku hanya memperhatikan mereka.

__ADS_1


" Honey, kenapa aku merasa Vira sangat mirip denganku waktu kecil, tapi versi cewek."


" Maaf, bisa manggilnya jangan seperti itu, ga enak kalau nanti ada yg dengar. Apalagi anda sudah berkeluarga dan saya juga sudah memiliki suami."


" A...apa. Jadi kamu sudah menikah, honey? Eh maksudku Clara."


" Iya. Dan saya harap anda tidak mengusik kebahagiaan keluarga saya. Oiya terimakasih untuk es krimnya. Permisi. Ayo sayang, mas Alva sudah nungguin kita."


" Iya mama. Om, makacih ya udah beli esklim buat Vila. Da....om ganteng."


Aku segera meninggalkan Zayn. Setelah menemui Lisa dan Alva, kami segera pulang.


Kejadian di mall saat itu membuat Zayn penasaran dan mulai mengusik kehidupan kami. Suatu hari saat aku dan Zavi pergi ke toko kue untuk membeli coklat cake, kami tak sengaja bertemu lagi. Zayn segera menggendong Zavi, mau tak mau aku harus mengikuti mereka.


" Daddy, I miss you. Kenapa daddy lama sekali ga pulang. Zavi dan Zae kangen daddy."


" Maafin daddy ya nak. Daddy harus kerja sehingga harus jauh dari abang Zavi. Kamu makin ganteng aja,nak."


" Iya dong. Zavi gitu lho. Sekarang aku sudah sekolah, daddy. Aku juga seneng banget tinggal sama papa, adek, oma, opa, pokoknya banyak deh." celoteh Zavi yg begitu menggemaskan.


" Oya. Abang punya berapa adek?"


" Dua. Namanya Alvaro dan Alvira. Abang sayang banget sama mereka."

__ADS_1


" Abang ga mau tinggal lagi sama daddy? Daddy kesepian lho ditinggal Abang dan adek."


" Kan daddy punya oma Erin dan tante Alicia. Jadi daddy ga mungkin kesepian lagi."


Skakmat. Zayn tak bisa berkutik mendengar ucapan Zavi.


" Abang, sudah dulu ya ngobrol sama daddy sekarang Abang ke tempat pak Lukman dulu ya, mama mau bicara sama daddy."


" Ok mama. Daddy,Abang pergi dulu ya. Assalamualaikum." Zavi mencium punggung tangan Zayn lalu berlari mendekati pak Lukman yg sudah menunggu di samping mobil kami.


" Maaf tuan Zayn, saya harap ini terakhir kalinya anda mengganggu keluarga saya. Anda sudah dengar sendiri kan, Zavi dan Zae baik-baik saja. Mungkin dulu beberapa kali pernah menanyakan tentang anda, tapi seiring berjalannya waktu posisi anda sudah tergantikan oleh papa mereka. Lagi pula anda juga sudah punya keluarga sendiri, jadi untuk apa lagi anda mengusik kehidupan saya."


" Aku merasa punya ikatan dengan Vira. Apa mungkin Vira anak kita?"


" Vira bukan anak anda. Jadi stop ikut campur urusan saya dan keluarga saya, tuan Zayn Xavier Hernandez. Saya sudah muak dengan semua kelakuan anda. Permisi."


" Tunggu honey." Zayn menarik lenganku.


" Aku dan Alicia ga bisa punya anak. Alicia beberapa kali keguguran dan saat ini rahimnya terpaksa diangkat."😔😔


" Maaf itu bukan urusan saya."


Aku menghempaskan tangan Zayn yg memegang lenganku lalu pergi meninggalkannya.

__ADS_1


__ADS_2