TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
Kesedihan Mhyca.


__ADS_3

Mereka terus berjalan menuju ruangan,Yuli kesisi Timur dan Mhyca kearah barat,melangkah menyusuri lorong ruangan,beberapa saat mulai menaiki satu persatu anak tangga,sejenak terlintas dipikiran Mhyca tentang perkataan sahabatnya" apa benar malam ini Kak Wira mau ngelamar aku?kalau memang bener aku akan menjadi pengantin yang paling bahagia."Gumangnya dalam hati.


Mhyca terus melangkah dengan senyum sumringa penuh arti tanpa tersadar bahwa dia telah tiba diruangan.Sontak sorakan Ika dan teman teman yang lain menyadarkan Mhyca dari Lamunannya.


"Cieeee,,,ada yang lagi happy nih,"ujar Ika.


"happy karena apa sih? cerita dong!!".Elly dan mita semakin penasaran.


tiba tiba Lisa menghampiri" alaaaahhh paling juga soal si Wira,,,Eee aku saranin,sebaiknya kamu tidak terlalu percaya sama laki laki,perkataan mereka itu bulsitttt banyakan modusnya.


"Lisa,,ngomong apa sih kamu? udah kamu jangan dengar omongannya." Ika berusaha menetralkan suasana.


Raut muka Mhyca pun sontak berubah,dan hanya menunduk,tak tau harus berucap apa.


Sementara Lisa yang semakin ngeyel dan kekeh dengan pendapatnya tentang semua laki laki itu brengsek.Bukan tanpa sebab hal pahit yang telah dirasakannya dahulu masih menyelimuti dirinya.Seorang Ayah yang harusnya jadi pelindung, cinta pertama bagi seorang anak perempuan,namu. tega berkhianat dan meninggalkan Lisa yang masih kecil serta mama Lisa yang dalam keadaan sakit,


Berlanjut penderitaannya ketika berusia 17tahun,dia harus menyaksikan Mahkota suci yang harusnya dijaga tak mampu ia pertahankan ulah seorang laki laki yang sama brengseknya dengan ayah lisa,Lisa diperdaya dengan rayuan dan janji janji manis,namun setelah dapat yang dia mau,Dody iblis berwujud manusia itu kabur engtah kemana.


Lisa sempat depresi namun hadirnya Ika memberi sedikit harapan hidup untuk Lisa.


"Aku cuma ngasih saran Ka,,,kalau gak didengar juga gak apa apa,tapi kalau kubilang sih sebaiknya kamu cerna dulu,jangan sampai kamu sakit atau kecewa ujungnya,kamu tak akan mampu menahan sakitnya jika terlalu dalam perasaanmu untuknya." Tutur kata Lisa pun semakin dalam,semakin terbayang masa kelamnya dahulu,Bak tusukan duri pas mengenah jantungnya,sejenak berhenti berdetak,Air mata pun tak mampu ia bendung lagi,seketi Lisa berlari meninggalkan mereka, Kemudian disusul Ika.


Sementara Elly dan Mita mendekat Ke Mhyca,dan mengusap bahu Mhyca.


"yang sabar mhy,kamu nggak usah dengar uacapan lisa."


"iya,,,dia ngawur".Elly menimpali.


Mhyca berusaha tersenyum,menutuli kesedihannya.


Disisi lain Lisa menuju toilet,sesampainya di toilet,tangis dan teriakan pecah bak bendungan yang tak mampu menampung beban,mengalirkan air matanya adalah pelampiasan terakhirnya.


Ika berusaha menenankan Ika,kata demi kata ia rangkai berharap sebuah kalimat indah yang ia lontarkan mampu menghapus sedikit lara yang dirasakan sahabatnya.


"Menangislah,keluarkan semua yang kau pikirkan,menahannya hanya akan membuatmu sakit,Sakitmu,kecewamu tidak ada yang bisa rasakan,hanya kau yang merasakannya,begitu pula hanya kau yang mampu mengatasinya,aku disini cuma bisa menopangmu hingga kakimu bisa tetap berdiri tegak".


"tak ada kenangan manis,semua terasa pahit" ujar Lisa semakin berderai air mata.


"maka apa wajar kamu mengingat itu?? hidup itu tentang pelajaran,kenangan buruk pantas kita buang,jangan beri celah meski setitik buat mengingatnya, sebaliknya kenagan indahlah yang pantas kau simpan di memorimu,,,Dunia tak sekejam dipikiranmu Lis,,banyak kebahagiaan diluar sana yang menanti senyummu." Ika menepuk punggung Lisa.


Susunan kalimat indah yang dilontarkan Ika mampu menenangkan Lisa,Lisa melangkah menuju depan cermin" Lihat wajah Itu Ka',,,ini terakhir kalinya terlihat bodoh,aku janji".Sembari menyekah air mata.


Ika tersenyum"Aku pegang janjimu Lis,Kamu itu kuat".Mereka berpelukan.


"ayo balik,ntar yang lain bingun nyariin kita"...


Ika menarik tangan Lisa mngajak melangkah bersama.


Tiba di ruangan Lisa menghampiri Mhyca dan minta maaf,awalnya heran namun akhirnya mereka berpelukan.


"Aku tau Lis,pasti ada alasan kenapa sikapmu begitu buruk terhadapku,tapi akupun tak mau tau apa alasanmu,aku cukup tau kau itu baik,aku tidak pernah marah atas sikapmu kepadaku,aku seneng bisa berteman denganmu,dengan semuanya juga.Ika Mita dan Elly pun ikut berpelukan.


"Eh,,tunggu de kita keek teletubbies ya,berpelukan" ujar Elly polos.


Mereka hanya menimpali Elly dengan tawa.

__ADS_1


Waktu berlalu kelas pun usai,Lisa mengajak Mhyca pulang bareng,namun Mhyca menolak karen ada janji dengan Wira sore Itu.Mhyca agak ragu menolak takut Lisa kecewa dan marah,namu reaksi Lisa tak seperti dugaannya,Lisa tak marah!!!


"Baik lah kita pulang duluan" ujar Lisa,,mereka melambaikan tangan.


tak berselang lama Wira menelpon"Aku sudah didepan".


Mhyca bergegas keluar,dari jauh terlihat Wira denga tubuh tegak,dengan dada datar bak atletis,setelan semi formal membuatnya semakin keren.Bak pangeran yang menanti kedatangan permaisuri


"Silahkan Tuan putri".Wira membuka pintu,dan mempersilahkan Mhyca masuk dengan posisi bungkuk.


"Terimakasih pangeran"ujar Mhyca menimpali Wira sedikit tersenyum.


Mobil wira pun melaju,beberapa saat tiba disebuah butik,"kita mampir duku,ini milik temanku"


"Mau ngapain"tanya mhyca.


"berenang,,,hahahaha, ya beli baju sayang".mengusap ujung kepala Mhyca.


"Ihhh,,,,tau.cuma siapa yang mau beli,kita balik aja" ujar mhyca mukai manyung.


Tiba tiba pemilik butik datang."Kamu sudah tiba???pasti yang ini Mhyca,benar cantik,natural,sesuai dengan rancangan gaun kemarin,kirain boong lu Wir,"


"mana pernah aku boong?"


"gak pernah boong ngibul iya"


"eh kenalan dulu,.Mhyca ini Maya temanku"


"Hai mbak saya Mhyca"


" tau nggak,,Wira ini sering banget cerita tentang kamu,"


"husss jngan buka kartu dong"


"Sorry,sengaja"


"iseng lu May,,,tapi pesananku udah jadikan?"


"sudah,,,ayo Mhyca!mempersilahkan mHyca.


Mhyca hanya,sesuai kesepakatan Mhyca tidak perlu bertanya apa apa,harinini cukup ikuti intruksi dari Wira.


Setelah keruangan ganti tak berapa lama Mhyca keluar dengan gaun indah warna salem,bak princes.


sedikit sentuhan accesorries dan dandanan natural menambah cantik dan anggunnya Mhyca,Wira pun tak mampu berucap,matanya hanya berbinar menatapi pujaan hatinya.


"Cocok banget" ujar maya.


"ini sempurna May"


Mhyca hanya tersipu malu.


"Terimakasih maya,Kami pergi dulu."


"sama sama,selamat senang senang kalian".

__ADS_1


"permisi mbak maya".


"silahkan Mhyca,jangan lupa seringlah main kesini"


"iya mbak,terimakasih".


Wira menngandeng tangan Mhyca,bak raja dan ratu berlenggok menuju kursi singgah sana.


Mobil wira lu melaju kesuatu tempat yang telah dipesannya.Mereka pun tiba ditujuan sebuah temapt istimewa,,, Satu buah mejah tepat berada dibawah penerangan Bulan,tak lupuk pula bintang berjejer menambah kesan indah panorama malam.


Diatas meja sudah tersedia satu buah kotak kecil dan satu lembar map hijauh yang engtah apa isinya.Muncul tanya dihati Mhyca,namun wira mengalihkan perhatian,,,


"Malam ini tak ada yang lebih penting buat kau perhatiakan selain aku"


Mhyca pun tak ragu menatap wajah kekasihnya yang terlihat senduh,,,


sembari menunggu pelayan mengantar satu persatu makanan yang telah dipesannya Mhyca menggenggam tangan Wira" kak,,,bukan kah aneh ditempat seindah ini namun raut wajahmu sangat terlihat gelisah,Apa ada yang salah?"


"kamu jangan mikir macem macem,tidak ada yang perlu kau khwatirkan,kita makan dulu!!"


"baik".Namun tetap Mhyca merasa aneh dengan tingkah Wira,tidak biasanya dia diam saat bersama,biasanya dia akan selalu berusaha menghidupkan suasana.


Mereka pun menyantapa makanan yang telah disajikan,beberapa saat mereka selesai,Wira meraih kembali tangan Mhyca,dan tangan satunya memegang kotak kecil.


pelan membuka kotak,terlihat sebuah besi bulat dengan sedikit hiasan permata menambah kesan elegant pada cincin tersebut.


Wira memasangkan cincin dijari tengah Mhyca,sontak mhyca semakin heran" kenapa di tengah?bukannya dijari manis?"


Wira tersenyum"Ini melambangkan pengikat,ada saatnya nanti akan bergeser kejari manismu kekita aku sudah siap dan memintamu menjadi istriku"


Sedikit kecewa,"artinya ini bukan lamaran, ini cuma pengikat hubunganku".pikir mhyca.


"kamu tidak suka? ujar wira


"Suka,,,,suka sekali,"Tersenyum kecil untuk menutupi rasa kecewanya.


kemudian wira menggeser tangannya kmeraihnsebuah map meminta Mhyca membacanya.


tiba tiba senyum mhyca hilang,Semakin kecewa tak dapat ia sembunyikan lagi..Mhyca berusaha menahan air mata yang sudah berada dipelupuk matanya,namun tetap terjatuh,sontak wira bediri meraih merangkul kekasihnya.


"Hei,,,dengar dulu,ini bukan akhir sayang,Kita akan tetap bersama,Percaya sama aku!cuma setahun saya janji setelah itu aku balik,kita bisa bersama lagi".


"tapi,,,"Mhyca tak mampu melanjutkan ucapannya.


"Tidak ada yang perlu dikhwatirkan,jaman sudah canggih,setiap saat pun kita bisa bertatap muka,lalu apa yang kau takutkan?"


Wira membelai lembut wajahnya kekasihnya"kamu tatap mataku,kamu percayakan,?tak ada yang tak mungkin,Aku akan menutup mata dan telingaku untuk dunia luar,mata dan telinga ini khusus buat melihat dan mendengarmu sayang".


Mhyca hanya menunduk memalingkan pandangannya.Wira semakin agresif meraih tangan Mhyca dan mendonngakkan,kemudian menyentuh kening mhyca dengan bibirnya.


Mhyca berusaha kembali tenang,namun hatinya tak dapat ia bohongi bak kaca yang telah retak diperbaiki pun takkan kembali lagi seperti semula.


Malam semakin larut,mereka pun sepakat untuk pulang,tak ada suara Mhyca yang menahan rasa sakit karena kecewa akan ditinggal hanya terdiam membisu,sementara Wira yang merasa bersalah ikutan tak bersuara takut nantinya hanya akan menambah rasa sakit Mhyca.


bersambung,,,,

__ADS_1


(Terimakasih yang sudah mampir,tinggalkan jejak like,vote,tanpa kalian para pembaca Karya ini tak ada artinya)


__ADS_2