
satu minggu kemudian setelah kecelakaan itu, di kediaman pak Sulaiman masih berkabut sampai sekarang. anisa tampak seperti orang gila yang terus memanggil nama putranya itu.
rizki Sengaja membawa anisa ke rumah kedua orang tuanya karena dia harus mencari putra sambungnya sekaligus ponakannya itu. rizki belum bisa menerima jika hafidz meninggal karena mayat yang ditemukan dari hasil otopsi menyatakan jika mayat tersebut adalah mayat supir hafidz. dengan anisa di rumah orang tuanya setidaknya ada yang banyak menghiburnya.
berita kecelakaan hafidz juga terdengar oleh sahabatnya sekaligus sekertaris pribadinya itu. Rendi sengaja menutup berita itu demi perusahaan dan itu atas perintah rizki sendiri.
*****
satu minggu ini naira masih dalam komanya. seakan ditelan bumi keluarga naira terakhir mendengar kabar jika hafidz sampai sekarang belum ditemukan. alifa mendengar kabar terakhir anak sahabat sekaligus calon suami anaknya itu ikut terpukul.
"apa yang harus kita lakukan jika naira terbangun. lihatlah kondisinya, apa kita perlu memberitahukan hal ini pada anisa?
" sayang, untuk sementara jangan dulu. kita tahu mereka juga sama seperti kita sekarang.
"lalu bagaimana dengan naira mas? aku tidak yakin naira akan bisa menerima semua keadaan ini. tangis pilu alifa.
wawan datang dan menghampiri kedua orang tua naira.
" tante yakinlah naira wanita yang kuat .
__ADS_1
"terimakasih nak wawan berkat juga bantuan mu naira bisa mendapatkan perawatan yang maksimal.tangis alifa kembali pecah melihat naira masih dalam keadaan sama.
flashback wawan.
kabar tentang perjodohan naira dan wawan kala itu membuat wawan semakin mencintai naira, namun saat ayah naira mengatakan bahwa dia tidak membatalkan perjodohannya dengan naira, tapi juga ayah naira mengatakan jika dia juga tidak bisa memaksakan naira. saat itu wawan hanya bisa menerima kenyataan bahwa dirinya dan naira memang bukan jodoh. saat mendengar naira dan hafidz saling mencintai dan naira sudah resmi akan menikah dengan hafidz pupus pengharapan wawan ketika itu.
hingga suatu hari wawan ditugaskan dari kantornya untuk memantau sebuah proyek di suatu daerah. bertepatan saat kecelakaan wawan ada kunjungan di daerah tersebut tempat di mana kejadian terjadi.
wawan saat itu melihat dengan jelas kejadian kecelakaan tersebut. beberapa jam kemudian, saat itu tampak jelas di hadapan wawan, wajah naira bersimbah dengan darah kala itu, bagaikan tertusuk pedang di dada terasa begitu perih melihat siapa dihadapannya. dengan segera wawan meminta naira dibawa ke rumah sakit untuk ditangani. karena tidak ada perkembangan wawan membawa naira dan kedua orang tuanya menuju kota di mana perlengkapan rumah sakit paling lengkap.
Karena kecelakaan tersebut, kaki kiri naira harus diamputasi dari lutut ke bawah.dokyer menyatakan jika tidak ada pilihan lain. mau tidak mau kedua orang tua naira saat itu mengiyakan.
wawan duduk di samping naira dengan setia menemani. saat wawan hendak berdiri dia melihat tangan naira bergerak.
"naira.....!!! dokter...... wawan berlari memanggil dokter.
dokter datang dan memeriksa keadaan naira dan dinyatakan naira sudah kembali pada ingatannya. kabar tersebut membuat kedua orang tua naira menitikkan air mata bahagia.
saat naira membuka mata dia seperti mengingat sesuatu. terus berusaha mengingat dan berusaha untuk bangun duduk.
__ADS_1
"ibu kak hafidz?....kak hafidz dimana?....ibu katakan padaku bagaimana kak hafidz. ayah kenapa kalian diam..... ?? jawab!! ayah, ibu.....
aku harus mencari kak..... a...w.... kepalaku...... lirih naira memegang kepalanya yang terasa sakit
" naira sebaiknya kau istirahat dulu. ok? kau baru sadar!! wawan mengingatkan.
"tidak aku harus mencarinya aku yakin kak hafidz masih hidup.
" naira dengarkan aku!" kau harus sehat dulu. wawan kembali menahan naira untuk tidak turun dari ranjang pasien. dan alifa hanya bisa menangis dalam pelukan suaminya melihat putrinya.
"lepaskan kak, tegur naira agar wawan melepaskan pelukannya. aku harus mencarinya !! teriak naira berusaha turun dari tempatnya, namun saat akan berusaha turun dia merasakan pada bagian kaki kirinya ada yang berbeda. seketika itu dia meraba selimutnya. karena penasaran naira membuka selimut yang menutupi kedua kakinya dan seketika itu........
tidak.... tidak mungkin...... tidak!!!!!!!!!!!! " histeris naira melihat kaki kirinya sampai lutut sudah tidak ada. naira terus menangis, meratap. wawan hanya bisa diam dan memberikan kehangatan pada naira.
"maafkan aku naira. " lirih wawan yang terus memeluk naira. sementara alifa berlari keluar tidak tahan melihat putrinya bersedih atas peristiwa yang menimpa putrinya itu dan ustadz anto menyusul istrinya keluar dari ruangan itu. naira masih terus menangisðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ dia sungguh merasa malu memiliki kaki tinggal satu
"aku sudah cacat....aku sudah cacat..........tangis naira....dan melihat wawan berdiri di sampingnya," kak...berjanjilah padaku....untuk tidak mengatakan pada siapa-siapa tentang hal ini. wawan diam tidak tahu harus bagiamana. "kak berjanjilah padaku, aku mohon! "
wawan mengangguk, dan berjanji pada dirinya akan selalu menjadi teman untuk naira."aku akan melakukan apapun untukmu naira." batin wawan.
__ADS_1