
seiring berjalan nya waktu hubungan jarak jauh naira dan hafidz semakin baik. naira bahkan jika kesulitan pelajarannya hafidz meluangkan waktu mengajarnya least video call sampai tugas naira selesai dan alifa tahu hubungan anaknya dengan anak sahabatnya itu, namun ada sedikit ketakutan bagaimana harus men jelaskan hal itu pada naira dan hafidz.
alifa menyembunyikan dari suaminya. dia tidak ingin untuk sementara hubungan keduanya diketahui oleh suaminya ayah naira. "biarlah berjalan apa adanya jika, hal itu terjadi aku harus bagaimana? aku tidak sanggup melihat naira kecewa. aku pusing. " alifa memegang kepalanya.
alifa mengintip naira di ruang tamu dan melihat naira Masih serius belajar bersama hafidz lewat video call, ya...hafidz yang meminta naira Keluar kamar untuk melakukan video call, hafidz merasa pria brengsek video call dengan seseorang berada dikamar, baginya itu sama saja berdua dikamar yang bukan muhrim, walaupun itu melalui perantara. hafidz juga mengirim foto mengenai pakaian naira yang ketinggalan.saat itu naira begitu malu pada dirinya sendiri dengan sifat cerobohnya.
"a...... kok bisa aku lupa. naira berujar lewat video call itu.
" aku Sudah menyuruh bibi ina merapikannya dengan baik. hafidz terdiam dan kembali serius mengajari naira soal matematika yang belum dimengerti. setelah selesai belajar hafidz kembali berujar. "aku harap kau selalu bisa percaya padaku, aku serius dengan hubungan ini.camkan itu, aku ingin kau hanya percaya padaku. lanjut hafidz
dibalik layar naira menganggukkan kepalanya, dan tersenyum. dan mengakhiri video call nya dengan hafidz, saat berbalik dia seperti melihat bayangan ibunya, saat naira mengintip keluar ibunya Sudah masuk kamarnya.
__ADS_1
"apa ibu mendengar semuanya?apa ibu tahu hubunganku dengan kak hafidz? bagaimana ini? khawatir naira, juga merasa malu.
...****************...
setelah sholat subuh berjamaah dengan santri lainnya naira mengikuti pengajian dengan serius, bedanya naira tidak tinggal di asrama tapi, tinggal diluar pondok yang hanya berjarak dengan rumahnya dengan pondok, yang membatasi rumah naira dan pondok tempat nya sekarang menimba ilmu hanya dipisahkan dengan pagar. dan ayahnya juga kebetulan mengajar di pondok itu.
ayah naira bernama ustaz Anto adalah merupakan teman satu mengajar almarhum rayhan ayah dari hafidz sebelum dulu rayhan ayah hafidz mengundurkan diri dari tugas tanpa tanda jasa itu.
Allah Ta’ala berfirman,
...يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا...
__ADS_1
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mendekatkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab: 59).
Jilbab bukanlah penutup wajah, namun jilbab adalah kain yang dipakai oleh wanita setelah memakai khimar. Sedangkan khimar adalah penutup kepala.
Allah Ta’ala juga berfirman,
...وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا...
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan ***********, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur: 31).
naira mendengar hal itu merasa malu dalam dirinya, bagaimana tidak dia masih sering buka aurat di depan yang bukan muhrim nya. naira teringat dengan ucapan hafidz meminta dirinya untuk pelan-pelan memakai hijab.
__ADS_1