TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
Berdamai


__ADS_3

Hari hari berlalu begitu cepat,tidak terasa waktu cuti Wira akan berakhir dalam beberapa hari.


Pagi itu terlihat biasan cahaya dibalik jendela,perlahan menyinari tubuh Laki laki yang masih lelap dalam pembaringannya.Semakin lama matahari semakin meninggi membuat biasa yang semakin tajam,seolah memaksa tuannya bergegas dari tempat tidur.


Perlahan membuka mata,meneruskan gerakan tangannya yang masih lunglai meraih HP yang ada diatas meja.


Matanya tertuju pada sebuah tanggal yang telah ditandai merah,seketika wajah sayup berubah jadi menegang,pikirnya semakin gusar"2 hari lagi" gumangnya dalam hati,seolah sebuah hutang piutang yang wajib dilunasinya tanpa ada tawar memawar sedang mengejar ngejarnya saat ini.


Lamunannya sontak buyar dengan deringan telpon yang tak lain dari sang kekasih,bak obat penawar yang paling manjur semangatnya kembali bersatu ibarat dalam bertempur melawan musuh musuh raksasa.


"Halo sayang"ujar wira.


" baru bangun,Hmmm malas"mhyca memanyungkan bibir.


"Nggak ini dari tadi bangunnya cuma tidur lagi" wira cekikikan.


"Ye sama Aja Tuan,,"ujar mhyca.


"ada apa nelpon sepagi ini?"


"aku udah baca wa kamu semalam,maaf gak dibalas soalnya aku ketiduran."


"iya gak apa apa,jadi besok bisakan? seperti biasa tunggu aba aba dari Ku Ratu!!!" ujar wira dengan ekspresi seolah berada didepan seorang atasan.


"jangan perlakukan aku seperti itu,rasanya aku lupa untuk bersedih semenjak ada kamu disisiku." Mhyca tersenyum sembari memainkan salah satu jarinya.


"Memang itu tujuan kita Sayang,ingat hubungan ini tidak boleh ada air mata,tidak boleh ada rasa sakit,kamu harus ingat apapun rintangan yang akan kita hadapi mari bergandengan ,kita lalui bersama,dan yang penting jangan pernah menyerah dengan Hubungan ini."


Mhyca yang mendengar ucapan Wira yang bak ceramah singkat namun menyentuh lubuk hati yang terdalam.


"tak ada alasan buat aku menyerah,Aku siap melangkah sekarang!" ujar mhyca.


"kamu memang paling mengerti apa mauku" wira tersenyum penuh arti,agak sedikit legah dengan jawaban mhyca.


"ya udah kamu sarapan,dan tunggu aba abaku,cih aba aba,kayak mau upacara saja." Wira tersenyum

__ADS_1


"hahahah,,pacarku ini jago juga ngelucu"menimpali perkataan Wira.


Mhyca menutup telpon dan bergegas keluar dari kamar mencari sesuatu yang harus di santapnya karena sedari tadi perutnya ribut bak suara sorakan pendemo yang meminta haknya.


hanya ada roti dan susu yang terlihat di atas meja,Ika dan teman yang lain pun sudah berada disana dengan posisi yang sama,mereka telah melahap sarapan paginya.


"Lisa kenapa sih gak mau sarapan bareng?"


"paling masih kenyang " ujar Mita.


"Dia gak suka Mhyca,makanya gak mau gabung" jawaban polos yang terucap dari bibir Elly sontak membuat Mhyca berubah mood.


"Husss,jangan sembarang,ntar gimana kalau Mhyca dengar,mungkin saja Lisa memang tidak lapar".Ika berusaha menenangkan suasana.


"Maaf,aku sarapan dikamar aja"tiba tiba mhyca muncul dihadapan mereka,dan membuat semau terkejut,refleks elly menutup mulut dengan kedua tangannya.


"eh jangan disini aja" ujar ika,menarik tangan Mhyca.


"Iya,,Disini aja,tadi itu elly cuma kira kira ,Lisa gak lapar makanya tidak sarapan bareng.ujar mita.


Tiba tiba muncul Lisa dari baik pintu dengan gaya sombongnya" nah,,nyadarkan lu?".


"Lisa jangan gitu,coba buka hatimu,Mhyca tak seburuk dipikiranmu,liat aja kemarin kemarin dia bantu kita,apa apa kalau ad tugas dia gak pernah absen dia selalu siap bantu".menarik tangan lisa ,mempersilahkannya duduk.


Lisa akhirnya mau sarapan bareng,namun tak ada yang bertegur sapa,takut suasa hening ini berubah jadi riuh bak medan peran karena tingkah Lisa yang urakan.


Selesai menikmati sarapan mereka kembali keruangan tengah,ruangan bersantai mereka menonton bersama,bermaksud mengakhiri akhir pekan mereka dengan diteamani drama keluarga yang pebuh cinta.


Beberapa saat bunyi"ting ting" pertanda ada Whatshap di Hp Mhyca.


Lisapun terpancing,namun Ika yang berada di dekatnya kembali berhasil mengalihkan perhatiaannya.


"maaf aku kedepan dulu,sebentar!"ujar Mhyca terbata bata.


"ya udah gi,,,pergi aja"jawab Ika.

__ADS_1


Mhyca melangkah dengan senyum sumringah,Isi pesan dari Wira membuyarkan segalanya." Jemput kejutanmu didepan" kata singkat namun membuat Mhyca semakin bahagia.


Buru buru Mhyca mengambil paket yang dibawah seorang kurir dan membawanya kekamar.


Senja pun nampak bergegas menutupi matahari,semakin lama semakin pekat pertanda malam panjang telah datang,lagi lagi muncul pesan di HP Mhyca.


"Tidurlah lebih cepat,besok siang kereta kencana akan menjemput Tuan putri"Mhyca sontak bergembira"ya Tuhan,,cukupkan saja,aku tidak akan meminta lebih lagi".


beberapa saat Mhyca pun terlelap dalam buaian mimpi indah,dengan memeluk manja boneka beruan yang hampir sama besar dengan dirinya.


Malam berganti pagi,semua kembali keaktivitas semula.


Yuli tiba lebih duluan dan menunggu Mhyca didepan,sementara Mhyca heran"perihal apa yang akan disampaiakan yuli sepagi ini?" gumangnya dalam hati.


"Hai Yul,,tumben sekali "dengan ekspresi heran


" Ntar jadi ketemu Kak Wira?"


"iya,emang kenapa"semakin penasaran.


"enggak apa apa,,O ya Mhy apapun itu kamu harus siap dengan pengumumannya,kali aja dia ngelamar kamu".Jawabnya sedikit serius.


"hahahha, ada ada aja kamu Yul,,,masih jauh yul,,,lagian selama ini aku dan kak wira belum ngebahas sejauh itu" tutur Mhyca dengan santai.


"ye ketawa,harusnya di aminin,,,!!!emang kamu gak mau terikat hubungan yang sebenarnya?".


tambah serius.


" iya,,iya,,,pasti maulah,,,siap tidak siap harus siap,perempuan mana yang menolak ajakan laki laki sebaik dan sesempurna Kak wira?". Mhyca menjawab sbari merangkul sahabatnya.


"Muji pacar itu gak usah berlebihan kali Mhy".ledek Yuli.


"Nggak muji,tapi bener ini" meyakinkan Yuli.


"Semoga malam nanti mereka berpisah dengan bahagia."gumang Yuli dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2