TAKDIR Cintaku

TAKDIR Cintaku
TAKDIR Cintaku 2 Assyifa vs Zaki


__ADS_3

Hari ini Asyifa menuju rumah Hafidz yang butuh perjalanan beberapa menit. Namun sebelum ke rumah Hafidz kakaknya Asyifa singgah di sebuah pusat perbelanjaan untuk membelikan ponakannya hadiah. Mata Asyifa tidak fokus saat memasuki tokoh yang menjual perlengkapan bayi dan secara tidak sengaja Asyifa kembali sial.


Buk......... asyifa menabrak punggung laki-laki di depannya dan membuat tubuh kucilnya terdampar dan jatuh.


"Hauw...... adu duh........ "keluh Assyifa


Pria itu berbalik dan melihat wanita di belakangnya meringis kesakitan. sementara Asyifa sibuk merapikan rambutnya dan memungut ponselnya yang terjatuh.


"Berdirilah........... sahut laki-laki itu mengulurkan tangannya.


Asyifa mengangkat kepalanya, melihat siapa di depannya.


"Kau tidak apa-apa?


" Tidak apa-apa bagaimana nya punggung aku sangat sakit."


"Nona tapi anda yang menabrak saya."


"Iya aku tahu. Aku yang salah."


Laki-laki didepan asyifa terus melihatnya dan mengingat sesuatu.


"Tunggu dulu, apakah kita pernah bertemu sebelumnya?


Asyifa mencoba melihat laki-laki di depannya dan teringat saat dimana dirinya menjadikan kaca spion mobil laki-laki itu, dia jadikan gantungan tas. Ya.... Asyifa mengingat hal itu.


" Sepertinya anda salah tuan. Kita belum pernah bertemu. maaf tuan saya harus pergi.


Assyifa berusaha untuk pergi tapi tidak bisa bergerak karena laki-laki itu ternyata menarik tas yang dikenakannya dari belakang.


"Mau kemana, hah? kau masih berutang denganku, nona kecil.


" Anda salah orang tuan. Aku mohon lepaskan aku."


"Tidak, kau masih berutang denganku. dan aku tidak butuh uangmu."


"Apa? lalu aku harus membayar anda dengan apa tuan?


Asyifa terus memberontak minta dilepaskan karena laki-laki itu menariknya ke tempat yang cukup sunyi. laki-laki itu merapatkan tubuh kecilnya ke tembok. asyifa mulai siap siaga jika sampai laki-laki di depannya berbuat kurang ajar.


Laki-laki itu tersenyum melihat kedua tangan asyifa terkepal sempurna. laki-laki itu mulai mengeluarkan suara.


"Aku mau kau ikut denganku ke rumah?


" Apa? enak saja mulutmu. Aku bukan wanita mainan yang harus melayani mu."


Asyifa kembali berusaha untuk kabur dan kakinya seakan melayang. asyifa kembali memberontak karena laki-laki itu ternyata mengangkat pinggangnya dari belakang.

__ADS_1


"Turunkan aku.... jangan kurang ajar ya. atau aku berteriak di sini."


"Teriak saja. Dan aku akan mengatakan pada mereka bahwa kau adalah istriku dan kita sedang bertengkar karena kau berselingkuh.


" Dasar laki-laki gila."


"Jika kau setuju aku akan menurunkan mu. Atau memang kau suka seperti ini?


" Suka nenekmu! enak saja."


Tiba-tiba seorang satpam mendekat melihat keduanya seperti bermesraan.


ya...satpam tersebut salah paham.


"Maaf tuan nona bisakah anda jangan berbuat asusila disini?


Laki-laki itu berbalik dan menurunkan Asyifa tapi tangannya masih setia menggenggam lengan milik Assyifa


" Bukan seperti itu pak. dia istriku dan kami tadi hanya bercanda.


"O.... baiklah, maaf saya sudah salah paham. mari."


Melihat satpam itu pergi Asyifa dengan sekuat tenaga menginjak kaki laki-laki itu dengan keras dan kabur.


" Hei! awas saja jika aku menemukanmu lagi." Teriaknya melihat tubuh kecil asyifa sudah menjauh darinya.


Sementara Asyifa kini sudah berada di toko perlengkapan bayi memilih kado yang tepat buat Baby Alga. Setelah dapat apa yang menurutnya bagus Asyifa pun kembali dan menuju tempat parkir.


Namun sialnya laki-laki itu berada di dekat mobilnya bersandar sambil tersenyum kearah asyifa. Mau tidak mau asyifa mendekat.


"Apa sih mau anda?"


"Namaku bukan anda. Namaku Zaki. Panggil aku Zaki. kau dengar?


"Aku tidak peduli mau namamu Zaki atau siapa aku tidak mau mengikuti permintaan gila mu. Asal anda tahu aku bukan wanita yang seperti dibenak anda. Geser aku mau pulang!"


"Aku memintamu ikut denganku bukan berarti aku memintamu melayani ku di atas ranjang. kenapa pikiranmu mesum seperti itu, hah? atau memang kau mau mengajakku melakukan itu? ayo di dalam mobil kita lakukan!


" Dasar gila.ya."


Zaki tertawa dan akhirnya menjelaskan panjang lebar membuat Asyifa merasa malu karena sudah salah paham. Namun asyifa kembali berfikir bagaimana jika ayah dan ibunya tahu. Selama ini dia tidak pernah berbohong. Tapi hanya cara ini dia bisa lakukan untuk lepas dari zaki.


"Jadi aku berpura-pura menjadi kekasihmu didepan nenekmu? Lalu setelahnya itu kau janji tidak akan menggangguku lagi?


" Ya. aku janji, aku tidak mau saja nenek selalu mendesak ku untuk menikah. aku masih sibuk mengurus pekerjaanku dan setiap aku bertemu dengan nenek selalu memintaku mengenalkannya dengan kekasihku. jika tidak dia akan menikahkan aku dengan perempuan pilihannya. dan itu tidak mungkin karena aku belum mau menikah.


"Lucu. Anda belum mau menikah? lihatlah umurmu memang sudah waktunya kamu menikah. ya...wajarlah nenek anda berkata seperti itu. Anda diminta untuk menikah takutnya kamu akan ketuaan tidak kawin-kawin.

__ADS_1


Assyifa hanya terdiam melihat laki-laki didepannya menertawakan ucapannya. setelah puas tertawa Zaki kembali meminta no ponsel Assyifa sekaligus menanyakan namanya.


"Assyifa? ini nama kucingku namanya Sifa. Ledek Zaki.


" Hei! kurang ajar ya... jangan samakan aku dengan kucingmu, dasar gila."


Assyifa masuk dalam mobilnya dan Zaki masih tertawa ditempatnya. setelah Assyifa berlalu Zaki masih tersenyum dan kemudian menyusul pergi.


Assyifa melajukan mobil miliknya menuju kediaman Hafidz kakaknya. Assyifa seketika kaget sebuah mobil mengikutinya.


"Bukankah mobil putih itu mobil orang gila tadi kan? kenapa sih dia mengikuti ku." Assyifa sibuk bermonolog.


Semakin cepat Assyifa melajukan mobilnya semakin cepat pula Zaki mengikuti mobil Assyifa. karena Zaki tidak berhenti mengikuti mobilnya Asyifa berhenti.


Dengan langkah kesalnya Assyifa mendekati mobil Zaki. Zaki merasa puas karena akhirnya Assyifa terpancing. Entah mengapa Zaki sangat suka melihat Assyifa perempuan kecil itu KESAL.


Assyifa mengetuk dengan keras kaca mobil Zaki. Zaki menuruti permintaan Assyifa. Zaki tersenyum dibalik kacamata hitamnya. Zaki terlihat begitu tampan dengan penampilan kasualnya itu.


"Apa maksudnya anda mengikuti mobilku dari tadi, hah?


" Aku hanya pastikan kamu baik-baik saja nona kecil. e... bukan kucing kecil.


"Apa katamu. kucing kecil? Anda kucing garong.


Zaki tertawa sampai perutnya terasa sakit mendengar nama julukannya. Assyifa semakin kesal melihat Zaki menertawakannya. Karena kesal Asyifa menendang ban mobil milik zaki.


A..w.... Assyifa mengeluh kesakitan. Membuat Zaki kembali tertawa melihat aksi konyol Assyifa. Assyifa melihat Zaki dengan wajah kesalnya dan hendak pergi.


"Hei kucing kecil! teriaknya melihat Assyifa hendak masuk dalam mobilnya


"Utang mu bertambah karena kau dengan sengaja menendang ban mobil mahal ku.


Assyifa kemabli menghampiri Mobil Zaki. Sementara Zaki masih tetap duduk didepan kemudian mobilnya.


"Dasar kamu ya... dasar kucing garong! kenapa sih aku harus bertemu denganmu, hah? asal kamu tau semenjak aku bertemu denganmu hidupku serasa tidak tenang. jangan lagi mengikuti aku! "


Zaki turun dari mobilnya dan mendekat membuat Assyifa mundur sampai terpojok dibelakang mobilnya sendiri. tatapan keduanya bertemu.


Assyifa mendorong tubuh tinggi itu. Assyifa benar-benar merasa kecil berhadapan dengan Zaki.


"Utang keduamu akan lunas jika sebentar malam kau ikut denganku ke sebuah pesta. kau dengar kucing kecil. jadi, sebentar malam aku akan menjemputmu.


Entah mengapa Zaki ingin rasanya ******* bibir milik kucing kecilnya itu. Zaki tambah gemas melihat wajah kesal Assyifa. Assyifa kembali menginjak kaki Zaki dan kabur masuk dalam mobilnya.


"Baiklah aku akan menunggumu." teriak Assyifa yang kini sudah merasa menang. dan meninggalkan Zaki.


Assyifa merasa menang karena Zaki tidak mungkin mengetahui alamat rumahnya. dan Zaki tersenyum simpul.

__ADS_1


__ADS_2