TERPAKSA MENJADI SEORANG IBU

TERPAKSA MENJADI SEORANG IBU
002


__ADS_3

Om Leon sudah memerintahkan Papa Birru untuk terus mengajak Alex berdebat. Mereka tak percaya kalau Alex akan menyerahkan Lauradan Athan.


"Maafkan saya. Sungguh saya minta maaf. Saya juga tak berpikir panjang saat itu. Jika waktu bisa diulang, tentu saja saya tidak akan merebut setir dan berusaha menghentikan mobil saat itu," tutur papa Birru yang menyesal.


"Saya ingin kamu tahu rasanya kehilangan anak. Saya merasa seperti orang gila selama ini! Kamu bahagia sementara saya menderita. Anak saya tiada, semua karena kamu, Charlie!" murka Alex.


Sementara Om Leon mulai memasuki gedung bagian depan.


Kreekkk!


"Aarkhh!" suara kecil dan terbungkam terdengar. Om Leon baru saja memiting leher salah satu penjaga pintu. Dia bergerak cepat dengan langkah yang dinamis bersama anak buahnya. Makin melangkah maju ke depan.


Di gedung inti, tempat Papa Birru dan Alex bertemu, para penembak jitu dari pihak om Leon sudah siaga di atas gedung. Mereka hanya tinggal menunggu perintah.


Papa Birru sebisa mungkin mengulur waktu, agar Om Leon menyelesaikan misinya.


"Saya sudah merasakannya Sungguh, sangat sakit sekali kehilangan kedua anak saya. Tolong, maafkan saya. Saya akan mendoakan agar Viona tenang di alam sana," tutur Papa Birru.


"Enak sekali bicaramu. Andai saya minta anak saya hidup kembali, apa kamu bisa, hah!" berang Alex dengan suara menggelegar.


Laura dan Athan sampai menangis mendengar suara Alex. Kedua bayi itu terkejut dan terbangun dari tidurnya.


Papa Birru cemas melihat anaknya. Rasanya dia ingin mendekap dan menenangkan anaknya. Tapi, sayang dia tak bisa.


"Diamkan kedua anak itu, bodoh !" perintah Alex pada kedua anak buahnya yang menggendong Laura dan Athan


"Baik, tuan!" ucap kedua anak buahnya.


Kedua anak buah itu segera membuatkan susu untuk kedua bayi agar tenang.


"Biarkan saya yang menggendong, mereka akan diam," bujuk papa Birru.


"Hahaha... bagaimana rasanya mendengar tangisan bayimu? Rindu bukan? Lalu bagaimana dengan saya, hah? Saya bahkan tak bisa mendengar tawa riang dan panggilan Dady dari Viona," raung Alex frustasi.


Alex sampai memukul-mukul dadanya. Mengeluarkan segala sesak yang menghimpit hatinya. Sungguh menyakitkan kehilangan anaknya.


Shabila dan Athalla akhirnya terdiam saat diberikan susu oleh kedua pengawal. Kedua pengawal itu berdiri dan menggendong Shabila dan Athalla sambil memberi susu dari botol dot.


"Susu apa yang kalian berikan. Tolong jangan sembarangan memberi anak saya makan," ucap Papa Birru khawatir.


"Masih untung anakmu kami beri makan. Cuih! Cepat tandatangan !" ucap Alex tak suka.


Papa Birru kemudian mengambil pena. Dengan gerakan lambat dia berusaha menandatangani.


"Penaku kehabisan tinta," cetus Papa Birru.


"Ah, ada aja! Cepat tandatangan, ini pena saya!" hardik Alex lagi.

__ADS_1


Kali ini, Papa Birru tak bisa mengelak. Dia akhirnya menandatangani surat penyerahan semua hartanya pada Alex.


Setelah selesai tandatangan, Alex dengan cepat mengambil map dan menyelipkan di pinggang belakangnya.


Namun, disaat bersamaan...


"Aarkhh," suara kesakitan anak buah Alex yang menggendong Athan terdengar. Lehernya dipiting dari belakang.


Tanpa Alex sadari, anak buahnya sudah banyak yang tumbang. Hanya tinggal dia, dan keempat anak buahnya yang melingkari meja dan Papa Birru.


Papa Birru dengan sigap mengambil Athalla dari tangan anak buah Alex yang hampir melepaskan Athan. Anak buah alex tumbang.


Sementara anak buah Alex yang menggendong Laura juga sudah berhasil dilumpuhkan. Namun, karena Alex berada paling dekat dengan anak buahnya yang menggendong Laura gerakan Alex lebih cepat.


Alex langsung menggendong Laura Dia menyodorkan senjata hingga Om Leon terdiam ditempat. om Leon harus hati-hati, takut Laura kenapa-kenapa.


Om Leon memberi kode ke atas, lalu anak buahnya yang penembak jitu segera membidik Alex. Tepat mengenai bahu belakangnya.


"Aarkhhh!" jerit Alex.


Anak buahnya yang hanya bersisa dua, terlihat kewalahan. Salah satu anak buahnya berusaha menembak Papa Birru yang berlari membawa Athan.


Door!


Namun, karena Papa Birru sudah menggunakan baju anti peluru, peluru itu tak menembus tubuhnya.


"Laura anak Papa," lirih Papa Birru yang masih melihat pertarungan sengit di tengah gedung.


Seorang anak buah Alex berusaha melawan Om Leon. Dia berusaha memukul dan menerjang. Namun, Om Leon mampu dengan mudah menaklukkannya.


"Jangan bergerak semuanya! Atau bayi ini akan tiada!" ancam Alex yang menodongkan senjata pada Laura yang mulai kembali menangis.


Semua kemudian terdiam om Leon meminta anak buahnya mundur. Alex mundur berlahan ke belakang, tujuannya adalah pintu belakang.


Om Leon maju selangkah demi selangkah.


"Serahkan bayi itu kami jamin kalian selamat," ucap Om Leon bernegosiasi.


"Hahaha, tidak akan! Charlie kamu harus merasakan bagaimana rasanya kehilangan anak perempuan! Ini adalah caraku membalas mu yang telah membuat Viona tiada!" jerit Alex disela kesakitannya.


Alex meringis kesakitan darah mengucur dari bahunya. Dia menyerahkan Laura pada anak buahnya yang hanya tersisa satu.


Secara tiba-tiba, sebuah tuas ditarik Alex. Ada sebuah jalan rahasia dibawah. Dalam hitungan detik, lantai dibawah Alex turun kebawah, dan...


BLAM!


lantai itu kembali tertutup. Om Leon berlari kencang dan berusaha menarik tuas. Tapi, tak berfungsi lagi.

__ADS_1


Sungguh diluar prediksi mereka. Gedung ini ternyata sudah mereka rancang untuk melarikan diri. Alex tahu yang dihadapinya bukan hanya Birru tapi juga Leon yang punya kekuatan setara dengan komplotannya.


Hingga setengah jam kemudian tuas itu baru berfungsi lagi. Om Leon dan anak buahnya menyusuri ke lantai bawah. Namun, Alex sudah keburu pergi.


Sementara itu, Alex meminta anak buahnya pergi dengan mobil lain untuk mengelabui anak buah Om Leon.


Alex tetap di negara A. Sementara anak buahnya pergi ke negara lain membawa Laura.


"Hahaha... mulai sekarang, Birru sudah jatuh miskin. Bahkan anak perempuannya ada pada saya!" tawa senang Alex sambil menatap map yang ditanda-tangani Birru.


Tangannya yang berlumur darah tak dihiraukannya.


Dia segera melajukan mobilnya sejauh mungkin.


Setelah hari itu, Alex benar-benar mengakuisisi segala perusahaan milik keluarga Papa Birru.


Sementara Papa Birru dan Mama Runi berada dibawah pengawasan Om Leon. Papa Birru bahkan tak bekerja lagi.


Mama Runi masih seringkali menangis mengingat Laura. Meski Athan sudah ada di pelukan mereka tapi anak mereka satunya tak tahu bagaimana kabarnya.


Om Leon akhirnya memberikan modal pada Papa Birru agar bisa bangkit dan membangun usahanya.


Papa Birru memilih berdagang, Pergi ke berbagai negara yang mungkin saja, ada Laura disana. Mereka sudah melaporkan kehilangan Laura, namun belum ada titik terang.


Om Leon juga kembali bergerak mencari keberadaan Laura. Sementara Papa seringkali berdagang di negara I tempat asal Pizza, disana komplotan yang disewa Alex berasal. Terkadang Papa Birru berdagang ke negara A, tempat asal Alex.


Papa Birru menjual aneka pakaian hangat di saat musim dingin.


Suatu hari, ada seorang laki-laki berumur hampir lima puluh tahun laki-laki itu tampak berpakaian lusuh. Dia mendatangi toko kecil milik Papa Birru.


Para pengunjung toko Papa Birru tampak mengernyit heran. Pria tua itu apakah punya uang untuk membeli pakaian?


"Pak, apakah ada jaket tebal untuk musim dingin?" tanya laki-laki tersebut.


"Tentu, tuan. Kami punya banyak stok jaket untuk musim dingin," jawab Papa Birru tersenyum.


"Saya hanya punya dua puluh dollar. Tapi, Saya butuh tiga jaket tebal untuk saya, istri saya dan anak saya," ucap laki-laki itu.


"Oh, toko kami sedang ada diskon, tuan. Saya punya jaket yang tebal dan harganya sedang diskon. Ini dia jaketnya. Harganya hanya dua puluh dollar jika tuan membeli tiga," sahut Papa Birru tersenyum.


Laki-laki tua itu tampak senang dan sumringah. Dia segera mengeluarkan uangnya dan Papa Birru segera membungkus barang belanjaan laki-laki tua itu.


"Terima kasih banyak, Pak. Semoga Allah memberkahi kalian. Apakah itu foto bayi kalian?" tanya laki-laki tua itu.


"Iya, itu foto anak kami. Dia hilang, jika ada yang pernah melihatnya tolong beritahu kami, tuan," ucap Papa Birru menjelaskan.


Papa Birru sengaja memasang foto Laura di tokonya. Dia bertanya ke setiap pengunjung tokonya. Mungkin saja ada yang melihat putrinya.

__ADS_1


__ADS_2