TERPAKSA MENJADI SEORANG IBU

TERPAKSA MENJADI SEORANG IBU
002


__ADS_3

"Revan! Apa yang kamu lakukan diluar? Media online heboh karena kalian mencuri," isak tangis mama Revan ditelepon. Revan yang baru bangun masih bengong, belum bisa mencerna maksud mamanya.


"Dedi, kamu apa-apaan sih! Dimana kamu! Papa kamu masuk rumah sakit, kamu kenapa mencuri?


Kurang apa kita? Nama baik kita hancur seketika. Lihat di media online, kamu jadi trending berita," papar mama Dedi di telepon.


Mereka bertiga Kurang apa kita? Nama baik kita hancur seketika. Lihat di media online, kamu jadi trending berita," papar mama Dedi di telepon.


Mereka bertiga yang masih di tempat tidur. Spontan saling melihat dan segera mematikan hape. dan Mereka segera mengecek kebenaran berita.


Dalam sekejap mata, mereka langsung terbangun dari tempat tidur. Mereka jadi terkenal bahkan kurang dari 24 jam.


"Gila! Semua orang menyalahkan kita!" jerit Revan.


"Bro, ini gimana? Kasus kita udah di kepolisian," cemas Adrian yang terlihat frustasi.


"Bentar bro. Gue ke kamar mandi dulu. Kita harus berpikir tenang," papar Dedi yang segera beranjak ke kamar mandi.


Revan dan Adrian tampak pucat. Mereka tak menyangka kalau kedua penipu menggunakan media sosial untuk membuat mereka tak berkutik dihadapan hukum.


"Kalo warganet bergerak. Kekuasaan orang tua kita bisa goyang, Bro," papar Adrian saat Dedi sudah kembali dari kamar mandi.


"Kita punya bukti lebih banyak dari dua penipu itu. Warga net nggak tahu kan latar belakang kenapa kita lakukan itu. Sekarang kita serang balik mereka," ucap Dedi


"Caranya?" tanya Revan dan Adrian kompak.


"Gue kenal hacker profesional. Jangan kita langsung yang serang mereka. Biarkan hacker yang bekerja memutarbalikkan keadaan," jelas Dedi yang segera membuka sebuah laptop.


Dedi mulai berselancar di dunia maya. Dia sebenarnya sangat marah dengan dua penipu. Tapi, dia butuh kepala yang dingin untuk berpikir.


"Van, Rian, kalian foto semua foto yang kalian temukan di bawah tempat tidur itu perempuan. Kirim ke email gue sekarang," pinta Dedi


Revan dan Adrian bergerak cepat. Membuka berangkas dan melakukan foto. Sementara Dedi dengan senyum dengki nya mengirim semua video panas Farida ke sebuah email. Dedi meminta sebar video yang tidak ada wajah bokap nya dan bokap Adrian. Tapi, jika terdesak minta di blur wajah orang tuanya.


Tak lama, foto-foto syur milik Farida juga dikirim ke sebuah email mr X. Dari hape Niko sang brondong, di dapat beberapa foto dia berpesta dengan para wanita.

__ADS_1


Hampir setengah jam, Dedi berbalas pesan dengan mr X. Hingga akhirnya Dedi menutup laptop.


"Boom! Selesai!" ucap Dedi saat menutup laptop.


"Bro, apa langkah kita ini benar?" tanya Adrian.


"Bro, kita nggak mungkin diam. Apalagi cuma lapor ke polisi. Kalo mereka main serang di media sosial. Kita juga lakukan serangan balik. Makanya gue make hacker. Setidaknya saat pemeriksaan kepolisian, nama kita bertiga bersih. Bukan kita yang mengunggah video pertama kali," papar Dedi tersenyum.


"Terus selanjutnya gimana? Kita nggak mungkin ke sekolah? Apa kita bakal diberhentikan dari sekolah?" tanya Revan cemas.


"Ck, elu berlebihan, Bro. Tenang aja, kita dibawah umur. Pasti itu jadi pertimbangan, belum lagi kita bisa memutar balikkan fakta, bahwa tindakan kita spontan karena sakit hati mereka menghancurkan keluarga kita," sahut Dedi.


"Kalo sampe di usut sampai tuntas, semua borok keluarga kita bakal kebongkar. Nggak bisa gue bayangin di ghibah satu negara. Satu erte aja gue pusing," cemas Adrian.


"Ayolah sarapan. Ini udah jam berapa, bro," ajak Dedi masih berusaha santai.


Mereka bertiga akhirnya turun ke bawah. Memanaskan lauk makanan yang kemarin mereka beli.


Sementara di sekolah, pagi itu terjadi kehebohan di setiap ruang kelas juga di ruang guru. Guru sampai rapat dan siswa mendapatkan tugas yang harus dikerjakan agar tak ribut.


"Gila si Dedi ya, nggak nyangka gue mereka bertiga segitunya," celetuk Ikhwan.


"Yang perlu di garis bawahi apa latar belakang mereka melakukan itu? Nggak mungkin karena duit," sambung Sueb.


"Iya, bener. Pasti ada alasan lain deh. Dari cara Dedi mukul itu kayak ada masalah pribadi gitu," papar Nurul.


"Nih di internet, orang tuh pada heboh karena di mobil yang dikendarai Rian ada siluet bayangan seseorang. Tapi, wajahnya nggak kelihatan. CCTV cuma menangkap bayangan sampe bahu doang," papar Ikhwan.


"Iya nih di CCTV luar, karena jauh mobilnya. Orang-orang menduga ini pasti cewek yang memerintahkan pemukulan," sahut Nurul.


laura yang sudah tahu video itu meremas roknya dibawah meja. Jantungnya berdebar hebat. Sosok di dalam mobil itu adalah dirinya.


Tiara yang mengambil kursi dan duduk disebelah Laura tampak mengelus punggung belakang Laura. Mencoba memberi kekuatan. Hanya mereka berdua yang lebih tahu.


"Eh, bentar. Ini di akun akun gosip nih. Banyak beredar video dan foto hot tuh cewek. Cowok itu juga ternyata adiknya," timpal temannya yang lain.

__ADS_1


Mereka beramai-ramai melihat hape masing-masing. Begitu juga Tiara dan Laura sibuk melihat hape mereka.


"Ini di akun Mister Pembuka kebenaran lengkap nih berita. Katanya si F ini perempuan nggak bener, adiknya juga," cetus Tiara.


"Ih Mana? Coba lihat," cetus temannya. Mereka kemudian menelusuri sebuah akun.


Banyak warga net yang tadinya menghujat Dodit, Adrian dan Revan berbalik arah menjadi membela ketiga pemuda.


Warga net mendukung ketiganya. Siapapun pasti marah jika keluarganya diganggu.


"Gila, nggak nyangka gue. Serem banget ya cerita orang kaya," bisik Tiara pada Laura.


Laura hanya diam. Dia masih memikirkan nasibnya. Bagaimana pun, pasti akan di cari tahu siapa orang didalam mobil Adrian kemarin. Laura memikirkan apa yang harus dia lakukan?


***


Ditempat lain, Farida baru saja siuman. Dia dan adiknya di boyong ke rumah sakit. Niko sudah lebih baik. Dia sudah memberikan keterangan pada pihak berwajib dari semalam.


Tapi, pagi ini bulir-bulir keringat bercucuran dari dahi Niko. Dia tak berpikir panjang. Ketiga pemuda yang datang ke rumah mereka justru menyerang balik di sosial media.


"Kak, kakak sudah bangun?" sapa Niko pada Farida.


"Sssss... sakit banget. Ini dimana, Niko?" tanya Farida yang berdesis nyeri. Kepalanya terasa berdenyut sakit.


"Di rumah sakit, Kak! Diluar ada polisi berjaga," adu Niko.


"Aduh, Niko. Kenapa lapor polisi? Bisa gawat," rutuk Farida.


"Satpam komplek yang lapor. Niko berusaha mengirim video CCTV kita ke media sosial biar mereka malu. Tapi..." Niko menggantung kalimatnya. Dia tahu dia salah mengambil keputusan. Dia gegabah.


"Tapi apa?" tanya Farida penasaran.


"Tapi ketiga pemuda itu menyerang balik. Mereka menyebarkan video kakak bersama banyak pria. Juga foto-foto," papar Niko.


"Ya ampun, Niko. Lu bego banget sih. Kan kita bisa minta lagi barang-barang yang hilang ke Om dan tante tua lu itu. Kalo gini, udah habis kita. Bisa-bisa kita yang penjara," desah Farida cemas. di Sementara itu, dua orang polisi masuk ke dalam ruangan. Farida yang tak berdaya hanya bisa menurut dan memberikan keterangan.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2