TERPAKSA MENJADI SEORANG IBU

TERPAKSA MENJADI SEORANG IBU
Pelukan Dari Saudara Kembar


__ADS_3

"Kalian kok bau matahari?" tanya Ikhwan yang aneh melihat teman-temannya. Wajah mereka merah terbakar dan baju mereka basah seperti habis lari dari lapangan.


"Ck, diem lu. Capek gue," jawab Dedi.


Mereka berempat bahkan kipas-kipas dengan buku.


Mereka berempat akhirnya tak membuat ulah lagi hingga jam terakhir pelajaran.


Seperti biasa, saat pulang sekolah, Adrian berpura-pura ke parkiran menunggu di mobil. Menunggu sampai semua kendaraan siswa dan guru tak ada lagi di parkiran.


Sementara Tiara dan laura menunggu di kelas. Sesekali Tiara keluar kelas. Melihat suasana disetiap koridor sekolah. Apakah sudah sepi atau masih ada murid lain.


Tanpa mereka tahu, Angel sudah meletakkan mobilnya diluar sekolah. Lalu kembali ke sekolah dengan berjalan kaki. Dia memperhatikan tingkah laku Adrian, laura dan Tiara dari jauh. Mengernyit heran dengan kelakuan ketiga orang tersebut.


Setelah sekian lama, tak ada lagi kendaraan di parkiran. Adrian kembali ke kelas. Memberi kode pada Tiara dan Laura semua aman.


Tiara segera mendorong kursi roda Shabila keluar kelas. Sementara Laura menutup perutnya dengan tas besar dan melebarkan hijabnya. Sementara kakinya yang sebelah kiri terpampang gips besar dan tebal. Sementara kaki kanannya diperbolehkan menggunakan sendal karena keadaan Laura yang kesulitan menggunakan sepatu.


"Loh, kok baru pulang?" tanya pak guru olahraga saat melintasi kelas Shabila.


Sementara Laura dan Tiara tampak terkejut. Wajah mereka panik, Laura meremas kuat tas besar yang ada didepan perutnya.


Adrian tak kalah terkejut. Dia kembali melangkah ke belakang.


"Pak, saya kira bapak sudah pulang. Mobil bapak nggak kelihatan ," cetus Adrian.


"Oh, hari ini istri saya yang menjemput. Tapi, mungkin terkena macet. Karena itu, saya memeriksa semua ruang kelas saja," jelas sang guru.


"Oh, iya Pak di ruang itu pak tadi kotor banget," ajak Adrian pada pak guru, lalu dengan gerakan tangan cepat menyerahkan kunci mobil pada Tiara.


Adrian segera menggiring gurunya menjauh. Sementara Tiara menoleh ke kiri dan ke kanan, sepi tak ada orang.


Tiara segera meluncurkan kursi roda dengan cepat ke parkiran. Sedikit lagi ke mobil Adrian. namun...


"Gue ambil tas elu. Pasti ada jampi-jampi disini biar cowok gue suka sama lu!" seru Angel dengan gerakan cepat dari belakang mengambil tas Laura


"Aarkkhh..." Laura yang terkejut hanya menjerit saat Angel tiba-tiba mengambil tasnya. Dia dengan cepat menegakkan posisi punggungnya agar perutnya bisa lebih terlihat mengecil dan melebarkan hijabnya agar tak kelihatan perutnya.


"Eh, apa-apaan lu!" bentak Tiara.


"Gue mau periksa tas ini. Pasti si Cupu menyembunyikan sesuatu dalam tas ini sampe cowok gue bertekuk lutut sama si Cupu!" tuduh Angel yang mengacungkan tas Laura di udara.


"Balikin tas gue. Pikiran lu aneh!" jerit Laura tak suka. Dia takut Angel tahu keadaannya. Kedua tangan Laura menahan ujung kiri kanan jilbabnya agar tetap lebar hingga ke lututnya.


Angel tak mau mendengarkan, dia membuka tas Laura Menuangkan isi tas ke lapangan yang terbuat dari cor semen. Buku-buku berhamburan, pena, dan lain sebagainya berhamburan semua.


Dari arah belakang Angel, Adrian datang. Dia segera memberi kode pada Tiara agar membawa Laura ke mobil.


Tiara mengangguk dan segera mendorong kursi roda laura dengan cepat ke mobil Adrian.


"Heh, penakut lu. Buku lu gue bakar," jerit Angel melihat Laura dan Tiara pergi dari hadapannya.


Adrian memegang pergelangan tangan Angel. Dia menatap kesal pada Angel, Sementara Angel tampak terkesiap dan terkejut. Adrian muncul dari belakangnya.


"Berani lu ganggu Laura? Mau bakar buku-buku ini? Mobil elu bakal gue bakar!" ancam Adrian kesal.

__ADS_1


"Rian, gue... gue cuma kesal dengan Laura, lu putusin gue gara-gara dia," rutuk Angel.


"Urusan kita nggak ada hubungannya dengan Laura, paham gak lu ngel. Jangan bawa-bawa Laura lagi," marah Adrian yang segera mengumpulkan buku-buku Laura yang sudah kotor terkena pasir dan debu.


Angel hanya diam, ia benar-benar kesal. Adrian lebih membela Laura dari pada dirinya.


"Awas lu, jangan ganggu Laura lagi! Ngerti lu!" ancam Adrian yang kemudian berdiri setelah memasukkan semua buku laura ke tas.


Adrian menatap kesal pada Angel. Lalu melangkah pergi dari hadapan Angel. Sementara Angel bertekad akan melakukan sesuatu agar Adrian tak lagi menyukai Laura.


Adrian segera menuju mobilnya, dan menyerahkan tas Laura. Lalu menghidupkan mesin mobil dan keluar dari lingkungan sekolah.


"Aduh Rian. Cewek lu bar-bar banget tau nggak. Tiba-tiba dia muncul terus ambil tas Laura Untung nggak sampe dia tahu kalo laura lagi hamil," rutuk Tiara saat mereka sudah dijalan.


"Syukur deh. Lainkali kita harus lebih hati-hati. Dia kayaknya kesel banget gue putusin," ungkap Adrian tetap fokus menyetir.


"Apa? Elu putusin dia? Pantes dong dia marah banget sama laura Dia pasti mengira semua gara-gara si laura," ucap Tiara.


"Iya, matanya tadi kayak ada dendam gitu sama gue," sahut laura.


"Elu tenang aja. Mulai sekarang kita bakal lebih hati-hati. Elu pasti bisa sekolah sampai lulus. Kita bakal kompak buat saling bantu," jelas Adrian.


"Iya, gue pokoknya mau sekolah sampai lulus. Gue nggak mau dikeluarkan dari sekolah. Gue butuh ijazah, biar bisa kerja terus bisa sambil kuliah juga," papar laura.


"Kalo lu kuliah dan kerja, yang ngurus bayinya siapa?" tanya Adrian bingung.


laura terdiam dia tak terpikir sampai disitu.


"Elu dong! laura udah capek mengandung. Elu bantu urus juga dong. Jangan enaknya aja lu!" sembur Tiara.


laura hanya terdiam dia akan memikirkan masa depan bayinya. Masak sih harus menyerahkan seorang bayi pada pengasuhan seorang baby sister yang tidak dia kenal sama sekali? Apalagi seringkali berita negatif di televisi yang membuat laura ngeri dengan profesi baby sister.


****"


Satu Minggu ini, Angel selalu berusaha mendekati laura. Dia benar-benar ingin meluapkan kekesalannya pada laura. Tapi, Adrian dan Tiara selalu berhasil membantu laura dari kejahilan Angel.


"Akhirnya, hari ini gue bebas dari amukan Angel," ucap laura ada pagi di hari Minggu yang cerah.


"Iya, rada aneh emang tuh orang ia yang putus, elu yang kena Otaknya perlu dicuci pake sabun pencuci baju kalo enggak sama pencuci piring," rutuk Tiara sambil nyemil makanan dan main hape laura terkekeh mendengar nya.


Ucapan Tiara. Sahabatnya ini selalu menjadi garda terdepan yang menolongnya.


"Makasih ya, Ra. Tanpa elu gue pasti udah hancur. Cuma Allah yang bisa balas kebaikan elu," ucap laura terharu.


"Ah, elu mah bikin mewek aja pagi-pagi. Eh, lihat nih di hape. Ada toko baru, hari ini launching. Diskon empat puluh persen bestie. Yok ke sana," ajak Tiara dengan mata berbinar.


"Toko apa? Kalo toko bahan bangunan ya percuma," sahut laura terkekeh.


"Ish, ya bukan dong. Ini toko pakaian muslim gitu. Rukonya besar juga. nah, lihat fotonya ada pakaian bayi juga. Ayo, belanja. Gue mau beliin pakaian lucu buat calon ponakan gue," ajak Tiara semangat.


"Ya udah, ayo," putus laura yang mau ikut juga. Kedua sahabat itu akhirnya bersiap-siap pergi. laura sudah siap dengan pakaian gamis dan hijab lebarnya. Hari ini dia berjalan bebas tanpa gips di kaki maupun kursi rodanya.


Dilain tempat, Athan sudah beberapa kali kembali melarikan diri dari rumah Om Leon. Remaja nakal ini semakin menggebu setelah melihat foto besar yang dibingkai dari sebuah lukisan yang dilukis Mamanya.


Athan sampai merayu semua pengawal Om Leon untuk mengizinkannya pergi. Dia akan mencari laura sendiri, mencari saudara kembarnya. Insting mereka bertaut. Athan yakin dia akan menemui saudaranya itu.

__ADS_1


Jika Athan sudah menemui laura, Mamanya pasti akan sembuh. Athan yakin, mamanya sakit bukan karena penyakit tapi karena tersiksa kerinduan.


Athan pagi ini kembali menyusuri jalanan. Agar dia aman, Athan menggunakan topi dan kumis palsu untuk menghindari orang-orang jahat. Dia juga menggunakan kemeja dan jas agar terlihat seperti orang dewasa.


Sementara itu, laura dan Tiara akhirnya sampai disebuah toko yang sudah terlihat ramai. Pukul sembilan pagi mereka sudah berdiri di halaman toko.


"Ya ampun, kalo yang namanya diskon pasti orang-orang pada gerak cepat semua ya," celetuk Tiara terkekeh.


"Iya, kayak elu," sahut laura terkekeh. Mereka berdua segera masuk ke dalam toko. Tiara seperti orang khilaf. Dia belanja semua kebutuhan bayi. Semua tabungan yang dia sisihkan selama beberapa bulan dia belanjakan untuk keperluan keponakannya yang sebentar lagi akan lahir.


"Murah banget kan, dua kantong besar gini, kalo diskon kan lumayan," ucap Tiara lega. Mereka berdua setelah satu jam belanja, akhirnya keluar dari toko pakaian dengan Tiara menenteng dua kantong besar pakaian. SSementara laura tak diizinkan Tiara untuk membawa apapun.


"Makasih ya, Tiara. Elu aunty yang baik banget deh," cetus laura tersenyum terharu pada sahabatnya.


"Iya, dong. Demi ponakan gue yang dua bulan lagi launching," ucap Tiara terkekeh.


"Kita tunggu angkot di situ aja yuk. Haltenya sepi. Kita bisa duduk," ajak laura menunjuk pada sebuah halte.


"Okey, hayuk," sahut Tiara.


Mereka berdua kemudian menuju halte.


Namun, saat menuju halte. Seorang laki-laki berkumis datang. Laki-laki itu berlari-lari menuju laura Dalam hitungan detik, dia segera memeluk laura dengan posesif, laura terkejut Begitu juga Tiara sangking terkejutnya dia hanya menganga dan terpaku.


" laura ini gue saudara elu," seru Athan terharu bisa memeluk laura, Air matanya tak terbendung. Dia semakin erat memeluk laura.


Untuk beberapa saat, entah mengapa laura diam dan justru merasa nyaman dengan pelukan laki-laki didepannya ini. Bukan karena rasa suka, entahlah ada perasaan nyaman yang tak bisa dia lukiskan dengan kata. Entah apa itu?


Dari jarak beberapa meter, Angel bersama temannya baru saja keluar dari mobil sedannya. Dia juga hendak berbelanja. Melihat pemandangan laura dipeluk seorang laki-laki berkumis, Angel seperti mendapatkan jack pot. Angel segera memfoto dari berbagai sisi. Foto laura dipeluk laki-laki.


Angel tersenyum dengki nya,ia Merasa menemukan sesuatu yang akan menjadi kartu AS untuknya.


Sementara di halte, laura yang akhirnya tersadar dari rasa nyamannya segera berusaha melepaskan pelukan Athan


"Om, siapa?" tanya laura bingung melihat laki-laki berkumis didepannya.


"laura ini gue..." ucapan Athan terpotong. Angel tiba-tiba muncul.


"Oh, jadi ini kerjaan lu. Ternyata elu cewek murahan ya. Apa ini? Ternyata kaki lu nggak kenapa-kenapa?" Angel memergoki laura.


"Angel, ini nggak seperti yang elu pikirin," bantah laura tak suka.


Tiara yang melihat kondisi yang tak kondusif. Segera menarik tangan laura dan mengajaknya naik ke angkot. laura hanya mengikuti Tiara. Beruntung angkot tersebut segera meluncur pergi saat laura dan Tiara sudah naik ke dalam angkot.


Sementara Angel segera pergi. Dia menyusul angkot laura diia masih ingin membuat perhitungan dengan laura


" Laura," jerit Athan berlari mengejar angkot. Namun sayang tak terkejar lagi. Sementara mobilnya terparkir jauh dari tempatnya menyusuri jalanan tadi.


"laura..... tunggu gue. Gue Athan, saudara kembar elu!" jerit Athan di pinggir jalan. Nafasnya ngos-ngosan. Tapi, apa daya mobil angkot sudah pergi jauh.


bersambung......


kayak nya si Angel bakal balas dendam deh sama laura. mau tau kisah selanjutnya jangan lupa terus mampir dan selalu stay di novel kta.


jgan lupa like, komen, dan follow nya

__ADS_1


happy reading and happy enjoy🥰


__ADS_2